The Book of Merton’s

Membaca adalah salah satu hal yang menyenangkan, terutama di negeri yang minat bacanya rendah – Anda mendadak bisa merasakan suatu eksklusivisme semu, di mana Anda bisa tersenyum pada diri Anda sendiri. Saya paling suka menghabiskan waktu luang dengan membaca novel picisan, terutama dari negeri Tiongkok dan Sakura. Tapi waktu yang paling menggembirakan mungkin ketika saya sekadar membuka satu ada dua halaman dari buku-buku tertentu.

Buku-buku tertentu ini tidak banyak yang ada di tangan saya, kebanyakan saya pinjam atau baca dari tempat lain. Dan mereka semua nyaris berbicara hal yang sama, yaitu kehidupan dan filsafat, tapi tidak semua buku tentang kehidupan dan filsafat. Saya biasanya merujuk pada penulis-penulis tertentu, misalnya Jiddu Krishnamurti, Anthony de Mello, dan beberapa di antaranya, yang terakhir saya temukan adalah salah satu karya Thomas Merton, “New Seeds of Contemplation“.

Trappist Fr. Thomas Merton difoto bersama Dalai Lama pada tahun 1968, yang ditemui Merton selama perjalanannya ke Asia. (Pusat CNS / Thomas Merton di Bellarmine University)

Continue reading →

Iklan

Mengirim Lampiran Berkas Berukuran Besar via Surat Elektronik

Semua penyedia layanan surat elektronik (surel/email) memiliki batasan besar berkas (file) yang bisa dilekatkan pada lampiran (attachment), jika pembatasan ini tidak lakukan, maka kita bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menerima satu surat elektronik lengkap, dan menghambat sinkronisasi seluruh kotak surat kita. Sedemikian hingga masing-masing penyedia jasa surat elektronik memiliki pembatasan sendiri seperti AOL (25 MB), Gmail (25 MB), Outlook.com (10 MB), YahooMail (25 MB), Mail.com (50 MB).

Continue reading →

Do you love your job, Doc?

In Indonesia, I believe there will be no such question as, “Do you love your job, Doc?” Since we have a culture view, almost like the past view from the Western Countries, that those who practice and work in medical fields would be blessed with great fulfillment. They are hailed as the savior of humanity in a particular context. There is no poor doctor, isn’t there? So every doctor must love their job, aren’t they?

The short answer if you don’t wish to read till the end of this nonsense post is a “Yes,” when they work their duty as a doctor. At least it is what I see in Indonesia.

Continue reading →

Emoji pada Windows 10

Berapa banyakkah yang tahu fitur tombol ⊞ Win + . atau ; sebenarnya? Fitur ini sudah lama ada di Windows, namun tidak banyak yang menggunakannya. Kunci papan ketik ini berfungsi untuk menampilkan pilihan menambahkan emoji pada tulisan kita. Namun karena Windows 10 tidak banyak digunakan untuk bersosial media, maka tidak banyak yang menggunakan fitur ini sebagaimana fitur yang tertanam pada papan ketik virtual miliki telepon cerdas.

Saya sendiri juga hampir tidak pernah menggunakannya kecuali untuk menambahkan emoji pada sosial media twitter atau wordpress yang kebetulan sering saya akses melalui Windows 10. Saya belum berpikir untuk menambahkan emoji pada salinda presentasi, atau pada dokumen, karena mungkin memang belum lazim saat ini.

Screenshot

Tampilan baris emoji yang siap ditambahkan pada ketikan kita – Windows 10.

Continue reading →

Film Una vita spericolata

Libur memberi saya banyak kesempatan menonton film melalui layar kaca, salah satu yang menarik adalah “Una vita spericolata” atau Reckless Life, sebuah film Itali tahun 2018 yang disutradarai oleh Marco Ponti. Walau saya tidak menyaksikan dari awal, saya menemukan beberapa hal yang menarik pada film ini.

Mengambil tema komedi kriminal, tidak ada banyak yang menarik dari alur cerita yang disajikan, walau tentu saja mengundang gelak tawa. Tapi yang menarik perhatian saya adalah – mungkin sesuatu yang disebut – sinematografi.

Continue reading →

Cacar Monyet – Selayang Pandang

Bulan Mei yang lalu, terjadi kasus impor infeksi virus monkeypox di Singapura1, kasus yang terjadi di luar daerah endemis penyakit ini, dan cukup mengambil perhatian banyak orang termasuk di Indonesia. WHO pun telah menerima laporan tersebut, dan memberikan masukan, serta tidak memberikan rekomendasi larangan perjalanan2.

Monkeypox sempat mengkhawatirkan, dan sempat menimbulkan kerisuhan akibat sejumlah berita bohong (hoaks) yang beredar. Pun demikian, Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah menepis isu tentang monkeypox tersebut3, dan tetap meminta Dinas Kesehatan serta UPT untuk bersiaga4.

Ilustrasi Infeksi Monkeypox. Sumber gambar: independent.co.uk.

Continue reading →