Galungan & Kuningan

Jika saya mengingat semua perjalanan terdahulu, entah sudah berapa perayaan yang telah dilewati. Banyak yang dapat diingat saat-saat semua itu kembali dalam sebuah renungan. Saat masih kecil, saya diajak oleh keluarga untuk mendatangi pura-pura saat perayaan, sebagai anak kecil yang belum banyak memahami hal ini, tentu mata dan pikiran ini selalu melirik ke arah yang lebih ‘menyenangkan’ seperti mainan dan berbagai kerumunan yang menarik perhatian.
Dan beberapa waktu-pun kemudian berlalu, saat masa-masa bersekolah dimulai, berbagai pemahaman mengenai perayaan ini telah disampaikan pada mata pelajaran agama, saya pun mengenal bahwa perayaan ini adalah apa yang dikenal sebagai Hari Raya Galungan. Saya cukup puas pada saat itu tentang penjelasan kemenangan Dharma melawan adharma sebagai hikmah Galungan. Itulah masa remaja saat saya datang ke Pura pada Galungan dan Galungan lainnya setiap enam bulan, tidak lagi melirik ke arah hal-hal yang saya anggap menyenangkan pada masa kanak-kanak, terkecuali hal-hal itu memang ada pada lapang di mana saya memandang. Saat itu saya datang dengan ‘kesenangan’ yang berbeda, saya datang menemui Tuhan. Walau mata dan telinga ini tidak dapat menangkap kehadiran-Nya, ‘kesenangan’ itu tidak berkurang.
Saya datang dengan berbagai pertanyaan dan permintaan, Beliau memang tidak pernah menjawab setiap pertanyaan, namun selalu mengabulkan setiap permohonan, well … it is complicated.
Masa-masa sekolah yang memberikan kurikulum pemahaman Galungan-pun akhirnya berlalu. Perjalanan kemudian berlanjut dengan lebih banyak pertanyaan – mungkin karena semua permohonan dapat dikabulkan – jadi hanya pertanyaan yang belum terjawablah yang masih menumpuk.
I have come to you with so much wishes and question My Lord, You already have granted all my wishes, but non of my questions has been solve. I do not need to believe in You neither do trust in You, cause I know You are here, thats more then whole believe and trust I could get. So would You grand one more of wish of mine … shall let me in my journey to reveal the essential truth beyond all my questions ….” Kemudian saya pun tersenyum “You’re welcome“.
Kini Galungan datang kembali, gaungan kemenangan Dharma masih tidak surut selayaknya dulu. Antusias masyarakat terus bertambah, selayaknya memang kemenangan Dharma memang dirayakan. Menjadikan isnpirasi bagi kita semua untuk tetap memegang teguh Dharma.
Hmm …. jauh di dalam kesunyian ini, pertanyaan-pertanyaan telah mengalir dan berlalu dalam kekosongan.
Saya telah melihat selama ini dalam pikiran saya, saya telah membuat pemisahan antara Dharma dan diri saya, antara Adharma dan diri saya. Terselung jauh oleh pengetahuan dan ingatan yang menjadikan kabut ketidaktahuan makin pekat, saya telah melupakan bagaimana batin ini membentuk kedua hal tersebut. Bagaimana pengetahuan akan kemenangan Dharma dan buruknya adharma telah mengkondisikan saya, saya telah bertindak sebagaimana yang telah didogmatisasi oleh pengetahuan ini.
Saya telah melihat bagaimana hal-hal itu telah memberikan ‘kesenangan’ pada batin saya, namun ia tidak pernah bisa memberikan kebebasan yang mutlak. Melampaui Dharma dan adharma itu sendiri.
Saya telah melihat ‘kesenangan’ ini mengikat saya, saya senang Dharma telah dikatakan menang (dan mungkin akan sebaliknya jika ceritanya berbeda), saya menjadi senang orang-orang memiliki pemahaman yang sama bahwa Dharma adalah jalan hidup, dan orang seharusnya menghargainya – namun menjadi sebaliknya jika tidak, saya menjadi tidak menyukai hal-hal yang berbau adharma.
Dan lihatlah ini, betapa konsep Dharma dan Adharma telah mengikat saya dalam lingkaran suka dan duka, dalam gerak pikiran yang teramat terbatas.
Batin yang telah melahirkan konsep ini terperangkap dalam labirin yang ia buat sendiri.
Namun saat saya melihat bahwa semua hal ini bermula dari diri saya, maka saya dapat melihat semuanya berakhir begitu saja. Memahami bagaimana diri saya telah menciptakan ilusi pengetahuan ini, sebuah rantai suka dan duka terputus jua.
I see to observe one self … one begin to understand … that is the begining of wisdom … the begining of the true Dharma.
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.