Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat

Setiap mahasiswa program profesi strata 1 di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada wajib mengikuti program Kuliah Kerja Kesehatan Masyarakat (K3M) selama kurang lebih enam minggu. Pada prinsipnya kegiatan ini disetarakan dengan kegiatan KKN pada umumnya, hanya saja seluruh anggotanya adalah mahasiswa strata 1 FK UGM.

Kali ini tugasku menempatku bersama Tim K3M di Puskesmas Kokap II, yang berlokasi di Kec.Kokap, Kab. Kulon Progo, ditempuh perjalanan dengan kendaraan selama 1 jam 10 menit, dan berjarak kurang lebih 12 km dari RSUD Wates.

Tim K3M kali beranggotakan enam mahasiswa, tiga dari prodi pendidikan dokter (aku, Agus dan Amir) dan tiga dari prodi keperawatan/PSIK (Adit, Suci dan Ulfa). Pendidikan kepanitraan ini dimulai enam minggu yang lalu. Fungsi utamanya adalah memperkenalkan suasana kerja di wilayah kerja puskesmas, dan memahami masalah kesehatan masyarakat serta memberikan suatu solusi dari sudut pandang medis sebagai fasilitator.

Kami disambut baik oleh pihak puskesmas maupun oleh masyarakat. Kami ditugaskan di wilayah kerja puskesmas II Kokap, yaitu di Dusun Sungapan II Desa Hargotirto. Sebagaimana pusat kesehatan masyarakat lainnya, Puskesmas II Kokap memiliki Balai Pengobatan Umum, KIA, Poli Gigi, Farmasi dan sebuah laboratorium pemeriksaan sederhana. Kami pun dimudahkan oleh sistem pengolahan data yang sudah terintegrasi dengan komputerisasi. Namun wilayah kerja kami yang berada di ketinggian 300 m dari atas permukaan laut dengan wilayah yang berbukit-bukit, lumayan menimbulkan kerepotan teknis bagi kami yang tidak terbiasa dengan keadaan tersebut. Dan juga area kerja yang berada di ‘black spot’ di mana tidak ada frekuensi GSM maupun CDMA yang dapat digunakan secara layak, untuk mendapatkan sinyal yang baik, memang harus mendaki terlebih dahulu hingga ke puncak bukit. Untungnya terdapat sepasang perangkat radio komunikasi yang masih mampu membantu jalur komunikasi internal kami.

Kami tinggal di rumah warga, tepatnya di rumah keluarga Pak Ngadal (ketua RW 23), enam minggu sepertinya sudah tinggal di rumah sendiri, maklum, kebanyakan dari kami pun memang besar di pedesaan, sehingga suasana rumah sederhana sangat membuat kami nyaman.

Kegiatan rutin mahasiswa K3M meliputi kepanitraan klinis di puskesmas, dalam hal ini termasuk semua kegiatan yang terwakili seperti puskesmas keliling dan puskesmas pembantu. Kegiatan belajar di puskesmas terbimbing oleh dosen pembibing klinis lapangan dan fasilitator klinis. Kami belajar banyak sesuai dengan kewenangan kami, dari penegakan diagnosis, tindak lanjut, hingga konseling jika diperlukan. Memahami tentang suatu kompleksitas permasalahan yang dihadapi pasien berkunjung, membuka lapang pandang yang lebih akan aspek dunia kesehatan. Kegiatan lainnya adalah community field, atau kegiatan di masyarakat. Tugas mahasiswa adalah sebagai fasilitator bagi warga masyarakat guna menanggulangi masalah kesehatan yang ada. Dari data sekunder yang kami dapatkan, keluhan terbanyak masyarakat Dusun Sungapan 2 adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kami pun bekerja menelusuri kondisi masyarakat ini, dan hasilnya … hmm… baiklah itu masih tidak bisa dinyatakan go public ^_^, namun datanya dapat ditemukan di kepustakaan FK UGM. Yang jelas tugas di kemasyarakatan sangat menyenangkan, selain masyarakat yang antusias dan kooperatif, keramahtamahan masyarakat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Apakah yang lainnya yang menarik dari kegiatan K3M. Tentunya setiap minggu, mahasiswa memiliki sebuah hari libur yang dapat dimanfaatkan secara dewasa dan bertanggung jawab. Walau demikian kelompok kami sudah terlalu sering berjalan-jalan menaiki perbukitan untuk kegiatan community field, itu pun sudah cukup untuk memandikan kami dengan keringat, apalagi jika harus berjalan di tengah hutan perbukitan, dalam suasana malam yang berhujan, sangat beruntung bisa terjatuh tanpa terluka oleh karena struktur tanah liat yang licin.

Namun selalu ada kegiatan tamasya jika lelah dengan kegiatan klinis dan lapangan, beberapa obyek wisata layak untuk dicicipi, mulai dari yang terdekat yaitu Waduk Sermo, naik ke puncak menjelajahi gua (Seplawan dan Kiskendho) atau turun menuju pantai (Glagah atau Bugel), mungkin juga sekadar beristirahat di pinggiran alun-alun kota Wates sembari mencari sinyal seluler untuk menghubungi yang lama tak bisa dihubungi J. Catatan K3M lainnya akan segera menyusul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s