Terlalu Banyak Mengutip

Ada sebuah kalimat populer dikalangkan para penulis (sebenarnya cukup populer di mana saja). Sesuatu yang tidak orisinal tak akan bertahan lama, ia kan pudar dengan segera, selekas hembusan yang terkesan sementara. Ini adalah sebuah nasihat bagi mereka yang sebenarnya terlalu banyak mengutip, bahkan aku sendiri tak mengetahui apa yang mereka kutip. Ada banyak orang yang mengeluarkan kata-kata yang murni, dan menjadi kenangan sepanjang zaman, dan beberapa yang melihat keindahannya hanya tak tahan untuk dapat mengutipnya.

Beberapa terkadang untuk tujuan tertentu, hanya sekadar turut menikmati keindahannya ~ they are who share the same beauty ~ atau lebih parah lagi biar kelihatan cerdas ~ they are the frogs behind the scene that want to be a prime actor.

Ada saja memang temanku yang selalu menegurku, ah…, masa semua tulisan kamu kutip, katanya. What can I say, I love beauty ~ just like everyone else, I just can keep that beauty alone, then, the very art shall be belong to all humanity ~ share it, never keep it alone. Tidak masalah jika kita gemar mengutip, setidaknya jelas sumber kutipan dari mana. Sebuah karya yang murni pun jika kita menilik ke dalam diri kita, itu tak lebih dari sekadar kutipan yang sejenak singgah dalam goresan yang kita hasilkan.

Dunia adalah jaringan kehidupan yang saling berhubungan, tidak ada suatu halnya yang murni sama sekali dihasilkan dari pikiran manusia yang serba terbatas, namun dari mana semua orisinalitas berasal? Aku pun tak dapat menjawabnya, karena kita sendiri akan menemukan tanpa mencarinya, jika engkau – sahabat, bersedia sejenak membuka pintu hatimu, di sana terbentang sesuatu yang luar biasa – itu bukanlah sebuah ide, itu adalah suara yang maha daya, yang memiliki kualitas orisinalitas begitu memukau. Itulah tanah keindahan dan lautan yang tak pernah mengering, itulah kehidupan, di mana jejaring ini tercipta dan berakhir, di mana tiada batas, di mana kata-kata yang memukau yang dihasilkan darinya tak mampu menggambarkan keindahannya.

Apa yang dapat kita kutip? Kutipan tak memberikan apa pun kecuali kehampaan, namun jika kita tak terpisah dari aliran kehidupan ini yang selalu bergerak dan menari dengan indah, maka kehampaan itu akan berubah menjadi suka cita ~ dan biarkanlah kehidupan mengalir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.