Pediatricia

Sekarang aku tahu mengapa bagian ilmu kesehatan anak (IKA = pediatri) begitu menggentarkan hati para dokter muda, mereka mengatakan inilah kawah candradimuka-nya pendidikan kedokteran profesi. Materi & kompetensi yang harus dikuasai jauh lebih banyak dari pada interna medicine yang cukup membebali isi pikiran ini. Selain itu padatnya jadwal tugas dan bertumpuknya hal-hal yang harus segera dituntaskan membuat segalanya agak lebih susah.

Tuntutan antara menguasai materi pediatri dan keprofesionalismean dalam mengaplikasi dan menyulam berbagai pengetahuan dan keterampilan menjadi sebuah untaian yang mampu bergerak sangat cepat dalam mekanisme fungsinya. Dalam waktu sembilan Minggu yang dianggarkan pihak akademik tentunya tidak akan cukup untuk meng-upload semua materi pediatri walau dalam kompetensi general practice sekalipun, kami memerlukan sesuatu yang disebut kesempatan, dan hal itu benar-benar langka dan harta di kalangan para dokter muda, walau dikatakan segalanya berlimpah, terkadang kami memang tak seberuntung itu. Pembelajaran berbasiskan masalah memerlukan dasar pengetahuan medis yang teramat kuat, tentunya dalam hal ini, semua orang memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri, mungkin aku sendiri baik dalam menyintesis namun tidak terlalu baik dalam hal memadukan, mendata atau pun menghafalkan jika dirunut ke urutan yang paling buruk.

Di samping itu, kami sekelompok sepakat, belum ada sebuah departemen yang membuat anggaran kami membengkak dibandingkan departemen lain yang kami lalui. Buku-buku ajar ilmu kesehatan anak sangat beraneka ragam, dan spesifik. Beberapa kalangan setuju, dibandingkan menggunakan buku ajar ilmu penyakit anak misalnya, kami lebih suka memilih buku ajar ilmu penyakit dalam, karena beberapa perjalanan alamiah penyakit tidak terlalu berbeda pada orang dewasa dan anak-anak, kecuali beberapa perjalanan penyakit yang tertentu, kami akan meminta bantuan google atau emedicine.com  dan beberapa buku ajar lainnya. Melalui berbagai pengalaman, para dokter muda lebih suka mengumpulkan berbagai simposium dan buku terbitan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) karena materinya simpel dan mudah dicerna. Buku-buku penunjang seperti berbagai bagian seperti perinatologi, tumbuh kembang anak, penyakit jantung anak, diagnotik fisik anak sangat diperlukan, juga tambahan seperti bagan-bagan dari NCHS atau CDC, bagan Dubowitz, panduan Denver II, perhitungan tabulasi untuk tumbuh kembang. Beberapa tambahan pribadi juga kuselipkan namun itu bukanlah hal yang penting, setiap orang memiliki seninya dalam belajar, karena bagaimana pun juga, ilmu kedokteran adalah gabungan antara seni dan pengetahuan kesehatan dan penyakit.

Untuk penghematan dana, beberapa alat dari bagian lama yang masih bisa digunakan adalah termometer, pita ukur, pen light, stetoskop standar, palu refleks dan beberapa yang kecil, sedangkan alat spesifik seperti stetoskop pediatri atau sphignomanometer pediatri, sementara gunakan dulu yang sudah disediakan instansi. Jangan lupa juga sediakan anggaran untuk kepaniteraan di luar kota.

Stamina dan kesehatan harus benar-benar dijaga untuk melewati stase pediatri, walau sebenarnya menyenangkan, namun stase ini adalah stase yang paling rentan stres psikologis bagi mereka yang menjalaninya. Jika seorang dokter muda harus berada di rumah sakit selama 30-40 jam per 48 jam, maka hampir semua rutinitas lain di rumah akan terbengkalai, dan dalam dunia kerja ini, seseorang bisa jadi mengalami stres yang luar biasa dengan kelelahan mental dan fisik. Ha… ha…, menjalani semua ini, kami bisa saling bercengkerama, siapa dulu yang suka menyebutkan cita-citanya ingin jadi dokter ya waktu kecil dulu, belum tahu susahnya, namun kurasa di mana pun di dunia ini selalu ditemukan pojok-pojok yang menyusahkan seperti ini, yah… itulah kehidupan.

Iklan

2 pemikiran pada “Pediatricia

  1. Haridivanandha

    He.. he.. trims… ayo kapan bakal blog-mu terupdate dan terupgrade lagi…Sementara aku sibuk, belum bisa berkunjung, but thanks ya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.