Pediatri Sosial

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak. Pediatri sosial tidak hanya melibatkan para dokter dan paramedis sebagai pihak profesi namun juga psikolog klinis yang dapat membantu memecahkan berbagai masalah yang ada.

Pediatri sosial (PEDSOS) sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi pertimbangan di sini, beberapa poin utama yang sering dapat ditemukan di sebuah poliklinik tumbuh kembang adalah manajemen imunisasi, masalah gizi anak, screening gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, dan beberapa kasus yang memerlukan perhatian lebih seperti kasus-kasus child abuse.

Melihat dari berbagai permasalahan yang dikelola di poliklinik tumbuh kembang, pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial.

Kompetensi seorang dokter yang dapat diasah dalam pediatri sosial tentunya sangat beragam. Pertimbangan kondisi klinis sebagai pusat tolak untuk bergerak ke dimensi-dimensi yang lain seperti perilaku, sosial, kemampuan, psikologis si anak menjadi suatu yang mutlak harus berada dalam seni yang kompleks ini. Kita mungkin tak dapat menyelesaikan mengasah semua kompetensi yang diperlukan namun inilah kisi-kisi yang mutlak yang harus dipahami seorang dokter…

Jika seorang datang mengeluhkan berat badan anaknya yang tidak bertambah sesuai kewajaran. Itulah tugasmu untuk mencari tahu penyebab-penyebab yang mungkin, ingatlah selalu masa pertumbuhan anak-anak adalah masa keemasan yang tidak akan berulang pada tahapan kehidupan berikutnya, inilah mengapa seorang klinis harus menaruh perhatian besar pada masalah-masalah tumbuh kembang anak. Walau mungkin pertanyaan sederhana, seperti berat badan yang tidak bertambah, namun ini bukanlah tugas yang mudah (walau aku tak mengatakannya sulit) lebih tepatnya kompleks jika sebuah faktor kausatif tunggal tak segera ditemukan, maka kita tidak boleh berhenti untuk menemukan data-data multifaktorial yang saling tereintegrasi. Bisa jadi sang anak memiliki suatu kondisi klinis atau patologis yang mendasari, bisa jadi suatu bentuk tuberkulosis, atau bahkan diabetes militus tipe I, atau sebentuk malnutrisi yang kronis. Selalu lakukan pengelolaan pada si penyebab dan bukan berkutat pada si hasil, itulah yang selalu diingatkan para guru besar kedokteran dalam disiplin ilmu manapun. Sehingga menemukan si penyebab atau faktor kausatif adalah pilihan yang tak bisa ditolak oleh para praktisi klinis. Remember, its always turn selfish if we suggest some cases like this would be a self-limited condition.

Anda mungkin akan dipersenjatai oleh ilmu kedokteran yang super lengkap, mulai dari berbagai kondisi patologis hingga manajemen terpadunya. Anda dapat menjelaskan ABC mengenai suatu kondisi atau penyakit yang diderita si anak dan bagaimana menanganinya dengan melibatkan edukasi pada para orang tua. Anda dapat sampaikan peningkatan gizi sebagai suatu opsi manajemen pada klien dengan malnutrisi, namun akan sangat konyol ketika Anda tidak bisa menjawab bagaimana membuat seporsi bubur tempe yang memenuhi standar gizi yang Anda maksudkan bagi si anak. Aku sendiri harus mengakui, kemampuan seperti belum kumiliki hingga saat ini, namun di sinilah kesempatan belajar selalu ada. Karena selalu ada banyak hal-hal yang menarik yang dapat kita temui di dunia pediatri sosial khususnya dan kedokteran umumnya, yang akan membuat kita melihat betapa konyolnya diri kita tidak mengetahui banyak sekali hal-hal yang sederhana dan pragmatis dalam kondisi yang diperlukan di kehidupan sehari-hari. Aku suka sekali bahwa kedokteran bukan hanya masalah ilmu pengetahuan, namun juga masalah seni akan kehidupan yang kompleks namun juga sederhana ini.

Oh ya, jika ada yang kesulitan “menikmati” pediatri sosial, maka kusarankan untuk memulai dari sebuah lembar sederhana yang sejak dahulu dikenal sebagai Kartu Menuju Sehat atau KMS.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.