Happy New Year 2009

Apa yang kau lakukan untuk melewati malam tahun baru? Ah…, tentunya aku tidak bertanya kepada mereka yang sudah berjalan di alam “mimpi” ketika tepat pukul 00.00 waktu setempat di awal tahun tepat terlewati. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk melewati tahun baru, mungkin ada beberapa yang dalam rutinitas, dan beberapa dengan acara yang selalu baru di setiap tahunnya. Entahlah…, apapun itu, setahuku banyak orang menikmati dan bergembira saat melewati tahun baru, walau mereka yang memiliki segudang masalah pun acap kali tampak menyunggingkan senyum indah di pergantian tahun.

Tahun ini aku berada di rumahku di Gianyar, Bali. Ah.. ya ya.., tentu itu sudah ada pada topik sebelumnya. Hmm…, terus terang aku tidak mempersiapkan banyak untuk tahun ini. Kali ini, kuserahkan sepenuhnya koordinasi acara perayaan tahun baru pada adikku (ha ha.., sekali-kali inpower syndrome ga masalah), biar dia rembuk sama tetangga di sekitar rumah. Lumayan, sebagai penghuni rumah tertua di balik Kretakirttya Mandala, aku punyak banyak tetangga baru di tengah persawahan, mereka yang di era pra perguruan tinggi dahulu, selalu bersama-sama, mulai dari main bola sampai mengejar layang-layang putus.

Pagi harinya, aku menemani ibu hingga siang pada acara keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, perayaan tahun baru bersama serta pelepasan pegawai yang sudah memasuki usia paripurna dalam karya terhadap negara. Lumayan asyik juga, sudah lama tidak melihat acara dengan berbagai permainan yang unik dan lucu, baik untuk anak-anak maupun yang sudah beruban, ga kalah pingin memeriahkan acara ini….

 

Akhirnya hari beranjak sore, aku masih asyik memainkan Pro Evolution Soccer 2009 untuk Become Legend, he he (ini hobi yang buruk, jangan ditiru, aku pun sudah menguranginya), tampaknya koordinator acara belum memanggil kami untuk membantu kegiatan. Tahun ini rumah Mr. B – bukan inisial sebenarnya – menjadi mabes guna tempat perayaan kecil kami, sekaligus syukuran atas penerimaan di tempat kerja yang baru. Mendung menebal mempercepat kesan hari menjadi gelap, dan gerimis pun mulai turun. Barulah sekitar sejam setelah matahari terbenam (menurut waktu yang diperlihatkan di televisi lokal), akhirnya pesan kami terima, dan berkumpul-lah kami di lokasi X (tanpa ditandai).

Tentu saja selalu ada acara pokok setiap tahunnya, pertama harus ada “api”, karena tanpa itu acara memanggang tidak bisa dilakukan, seperti biasa, yang paling mudah dipanggang adalah sate lilit, baru kemudian dari kelompok aves…, yah…, setidaknya acara bukan yang paling penting, lucu saja rasanya sudah lama tidak bertemu kemudian menghabiskan waktu dengan teman-teman sepermainan. Yup…, namunlah itulah sebuah momen dari sekian banyak momen yang sudah terlewati, dan sekian banyak yang akan datang.

Untuk maju di tahun 2009, ada sebuah rentetan kutipan yang unik yang kutemukan di buku lama, namun sedikit kurang pas untukku, namun mungkin bagus untuk yang lebih mengenalinya, “Jika engkau dapat memaafkan dan melepaskan dirimu yang lalu, menerima dirimu yang saat ini, dan percaya pada dirimu yang akan jadi di masa mendatang…, sungguhpun engkau telah merayakan kehidupan ini, maka melangkah dan berbahagialah!

 

Selamat Tahun Baru 2009, semoga setiap langkah selalu menjadi hal yang lebih menarik…, baik untuk mereka yang telah melewati perayaan tahun baru dengan penuh suka cita, walau dengan suka cita buatan, hi hi, maaf tak maksud menyinggung seorang sahabat.

Semoga kebaikan datang dari semua sisi ^_^

Iklan

One thought on “Happy New Year 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s