From Neurology To Ophthalmology

Beberapa lama bergulat di ilmu penyakit saraf, berbekal beberapa teksbook tua, mungkin aku bisa mengambil beberapa manfaat, karena sungguh empat Minggu bukanlah waktu yang cukup untuk memanggil kembali apa yang keseluruhannya dipelajari di bangku kuliah dan menerapkannya di area kerja yang sesungguhnya. Pertama dari semuanya, Neurologi sangat kompleks namun merupakan sebuah sistem yang berkesatuan, bagi mereka yang memiliki daya ingat kuat, dan daya hapal yang baik, tentunya memahami secara satu per satu bagian adalah cara yang ampuh untuk kemudian digabungkan. Namun bagiku yang belajar dari analogi deduksi dengan daya ingat yang terbatas, tentunya harus mencari solusi yang berbeda, karenanya aku menyiapkan dua buku yang berbeda untuk solusi ini, buku pertama adalah buku dasar tentang perjalanan penyakit, konsep-konsep praktis di bidang neurologi terapan, dan pilihanku adalah Lectures Note on Neurology yang sudah memasuki edisi ke delapan, tentunya ada banyak buku serupa yang ditulis oleh para pakar negeri ini sendiri, hanya saja aku mempertimbangkan kesederhanaan bahasa dan pembacaan, dan buku ini terdiri dari 21 bab, jika sehari dapat kuselesaikan satu bab dan pemahamannya, maka dalam tiga minggu aku sudah mendapatkan target belajarku, tentu saja aplikasinya juga. Buku kedua yang kusiapkan adalah ketika, aku menemukan bahwa praktis yang mendasar tidak cukup membantuku memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah proses klinis dari kondisi neurologis, maka kupilih Basic Clinical Neurology tulisan Young, yang berisi semua panduan Neurologi dasar dan korelasinya terhadap suatu kondisi klinis.

Perbedaan mendasar yang kudapatkan adalah, jika sebuah buku ajar Neurologi Klinis berkata, bahwa metastase tumor ke otak berasal paling banyak dari trungkus dan ekstremitas atas, maka buku neurologi dasar akan menjelaskan bahwa sistem vena di sepanjang medula spinalis tidak berkatup dan merupakan drainase dari vena-vena kepala, toraks dan ekstremitas atas sehingga memudahkan metastase dari area-area drainase tersebut menuju otak. Namun neurologi sebuah ilmu yang padat, memulai dari gangguan ingatan hingga penurunan kesadaran merupakan ranah luas yang tidak mudah terjangkau hanya dalam empat minggu. Namun setidaknya bekal yang ada cukup untuk mengembangkan ke batas-batas yang lebih luar yang masih dapat dijangkau.

Kini berpindah ke bagian ilmu penyakit mata, entah kebingungan apa yang akan menyapa, namun kukira beberapa hal bisa lebih disederhanakan. Mungkin dengan menambah jam belajarku, he he, padahal hari minggu pun tetap jaga dari pagi sampai menjelang sore, ah…, tapi rasanya lapar karena tidak sempat sarapan, dan lelah ini menyebalkan seolah membisikan untuk menunda jam belajarku. Padahal masih ada bab-bab yang belum terbaca. Aku tidak menyiapkan banyak buku untuk di bagian mata, karena anggaranku sedang tidak bagus. Buku Ilmu Kesehatan Mata yang diterbitkan oleh Bagian I.P. Mata FK UGM yang menjadi pegangganku, namun buku yang ber”frame” narasi ini mungkin akan sedikit menyulitkanku yang bertipe struktural dan keseluruhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.