Perlukah Anti Malware & Spyware?

Kini sangat banyak bermunculan perangkat anti peranti lunak jahat (malware) atau peranti lunak mata-mata (spyware). Karena semakin beragamnya peranti lunak yang mampu mengacaukan sebuah sistem operasi. Kita bisa kalang kabut kalau semua hal ini membuat komputer kita tiba-tiba begitu “tak bisa diandalkan” (namun harus dijadikan catatan, karena tidak setiap penurunan performa sebuah komputer disebabkan atau terkait dengan perangkat lunak jahat). Namun apakah sistem operasi kita memerlukan semua perangkat ini? Yah…, tentu saja tidak akan bisa dinyatakan kita memerlukan semua itu, justru terkadang perlindungan berlebih (over proteksi) membuat performa komputer kita menurun, karena menghabiskan sumber daya yang lebih besar.

Sistem operasi saat ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan perlindungan sejenis ini, jika kita melakukan upgrade & update pada sistem operasi secara rutin. Semisalnya pada sistem operasi Windows 5.1 (XP) dan Windows 6.0 (Vista) bisa dilengkapi dengan Pertahanan Windows (Windows Defender) untuk melawan spyware, dan Window Malicious Software Removal Tool untuk melawan Malware. Pengecekan dengan menggunakan PSI Secunia, bersama dengan kelengkapan Antivirus dan Windows Firewall, menunjukkan celah keamanan yang nyaris tidak ada pada sistem operasi. Selayaknya untuk perlindungan sederhana hal ini sudah mencukupi pada sistem operasi, namun harus dijadikan catatan, bahwa sistem operasi ini mestilah legal, karena penambahan tambalan keamanan sistem operasi juga bergantung dari kelegalan sistem operasi saat melakukan update atau upgrade secara daring (Online). Sistem operasi lain seperti Linux, Mac Os, FreeBSD dan lain sebagainya kurang lebih memiliki sistem keamanan yang serupa.

Nah…, pertanyaannya, perlukah kita menambah perangkat lunak tambahan untuk hal-hal seperti ini, terutama bagi pengguna Windows di mana konon memiliki banyak potensi serangan dan celah keamanan. Hal yang perlu menjadi pertimbangan kita adalah bahwa pada kenyataannya, tidak ada perlindungan apa pun yang benar-benar aman untuk mencegah susupan peranti berbahaya ke dalam sistem operasi kita, hal ini disebabkan oleh selalu munculnya peranti jahat yang baru sebelum formula anti yang tepat dibuat, dan tingkat mobilitas yang tinggi pada dunia maya (cyber Networks). Jika memang seorang berencana jahat pada kita melalui teknologi ini, akan sulit memang menangkal dampaknya, kecuali kita memiliki sistem keamanan setara korporat (Corporate Networks Security Systems), itu pun tak menjamin 100% kita aman. Namun bagi mereka yang tidak memiliki mobilitas tinggi, hanya perlu bekerja dengan keperluan setingkat Home atau Office saja alias baca, tulis dan cetak untuk pekerjaan pelajar atau karyawan kantoran, maka sebuah personal computer cukup memiliki sistem perlindungan standar saja, karena kebanyakan infeksi peranti jahat yang terjadi pada komputer kita adalah sebuah ketidaksengajaan…, ya…, mungkin dapat dikatakan demikian. Infeksi mungkin tidak merugikan bagi kita (tidak terlalu tentunya), tidak seberat infeksi virus komputer, namun tetap saja itu sebuah fakta permasalahan yang ada. Berikut beberapa solusi untuk permasalahan ini jika Anda ingin mencoba sesuatu yang “lebih” terhadap sistem proteksi standar yang ada.

Pada sistem operasi Windows 6.0 atau Windows Vista (SP1), telah dilengkapi sistem keamanan standar berupa Antimalware dan AntiSpyware berupa Windows Defender. Untuk keperluan perkantoran dan pelajar, sebenarnya menurut saya, sistem ini sudah cukup, namun jika Anda tidak cukup puas silakan menambah sistem keamanan Anda, terutama bagi mereka yang sering memanfaatkan jaringan internet, baik dengan menggunakan PC maupun notebook. Oleh karena infeksi dari dua jenis peranti ini lebih sering datang dari internet, maka pilihan menggunakan sebuah sistem keamanan terpadu saat ber-internet layak diperhitungkan hampir semua produsen perangkat lunak di bidang keamanan memiliki set perangkat lunak yang Anda perlukan. Beberapa program yang memiliki sistem ini (berupa AntiVirus, AntiMalware, AntiSpyware dalam satu paket bahkan terkadang dilengkapi dengan Firewall, Safety Browsing dan lain sebagainya) antara lain Norton Internet Security, BitDefender Total Security, Kaspersky Internet Security, McAfee Internet Security, Trend Micro Internet Security, AVG AVSuite Internet Security, F-Secure Internet Security, Avast! Antivirus Professional, COMODO Internet Security, Lavasoft Ad-aware Pro, Rising Antivirus, Avira AV Suite dan lain sebagainya. Semuanya memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri, Anda pun harus mempertimbangkan masing-masing harga jual produk, karena penawarannya cukup bervariasi dapat mencapai nilai setengah juta rupiah untuk saat ini, namun saya rasa itu harga yang layak untuk perlindungan selama satu tahun dari hal-hal yang cukup mengganggu jika Anda bukanlah pakar untuk memecahkan permasalahan tanpa bantuan produk-produk keamanan.

Apa yang terjadi jika Anda bingung menentukan produk mana yang dipilih? Yup, itu adalah permasalahan yang sedikitnya susah, banyaknya susah, dan lebih banyak lagi malas untuk dipelajari. Terkadang kita enggan untuk melakukan penelusuran yang mana yang baik (mungkin karena semua sama baiknya). Sebenarnya jika Anda mencari di internet, akan ada banyak situs yang memberikan keterangan mengenai perbandingan antara satu produk dengan yang lainnya, Anda dapat menilai produk mana yang benar-benar Anda perlukan. Tempat yang mudah mencari review singkat mengenai produk-produk ini adalah tempat pengunduhan publik seperti di www.download.com atau www.softpedia.com. Di sana terdapat review dari produsen, editor pemilik situs dan tanggapan dari mereka yang telah menggunakan produk tersebut, terkadang jika saya pribadi lebih memberi perhatian pada tanggapan oleh para pengguna, karena umumnya merekalah yang lebih merasakan kinerja dari produk-produk tersebut, mereka bisa mengungkapkan rasa salut atau kekecewaan yang dapat kita nilai dan dijadikan acuan. Anda pun bisa menambahkan tanggapan Anda di sana setelah mencoba produk tersebut, karena walaupun produk tersebut dijual namun biasanya masing-masing produk memiliki waktu penawaran bagi konsumen untuk mencoba produk mereka secara cuma-cuma, biasanya antara sebulan atau dua bulan, jika konsumen meresa puas mereka dapat membelinya. Jadi jangan setelah Anda membaca demikian banyak review, termasuk mungkin dari yang Anda dengar dari rekan kerja atau teman pelajar anda, putuskan untuk mencoba salah satu, tidak perlu keburu membeli, cobalah setidaknya selama sebulan dengan aktivitas yang normal, jika Anda merasa puas, barulah bisa memutuskan untuk membeli. Boleh membeli di toko-toko lokal terdekat atau melalui perwakilan resmi dari produsen yang ada di Indonesia (atau di mana pun Anda berada), berapa iklan penawaran akan banyak Anda jumpai pada majalah-majalah komputer dalam negeri, belilah satu atau pinjamlah dari teman anda.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Saya memiliki konfigurasi keamanan tersendiri yang saya sukai sejak dahulu, dan tentu semua itu free of charge alias produk yang ditawarkan secara gratis untuk bidang non-komersil (Anda harus benar-benar mematuhi perjanjian pengguna akhir [EULA] jika menggunakan produk seperti ini), dan sangat puas terhadap perlindungan yang diberikan selaman ini. Pertama saya menggunakan Windows Vista SP1 sebagai sistem operasi (mungkin juga baik menggunakan Linux).

1.   Sistem keamanan bawaan yang terpasang adalah: Pertahanan Windows (Windows Defender) dan UAC.

2.   Sistem antivirus: Avast! Antivirus Home Edition, memiliki kemampuan sebagai antivirus dan antispyware, walau demikian saya memfungsikannya sebagai antivirus secara utamanya. Kenapa saya memilih Avast! Hmm…, ada banyak alasan, namun banyak alasan itu yang membuat saya suka. Sebagai sebuah versi antivirus yang digunakan lebih dari 70 juta pengguna di seluruh dunia, Avast memberikan perlindungan yang “aman” dan “nyaman”, sistem notifikasi yang sederhana dan proteksi yang menyeluruh serta tidak setengah-setengah membuat Avast disukai banyak orang, dan direkomendasikan oleh banyak pihak. Proses registrasinya yang menggunakan email juga cepat dan sederhana serta tidak berbelit, nomor seri gratis yang berlaku untuk setahun dan bisa diperbaharui terus sangat menarik memudahkan dan membantu. Saya tidak mengatakan bahwa perangkat lunak antivirus lainnya lebih jelek, namun inilah pilahan saya, versi ini bisa didapatkan di situsnya di www.avast.com dan dapat diunduh di www.download.com.

3.   Sistem firewall: menggunakan Windows firewall, namun saya juga tambahkan COMODO personal firewall yang saat ini berganti menjadi COMODO Internet Security. Alasannya sederhana, pertama produk ini mudah digunakan, dengan antarmuka yang mudah dipahami bahkan bagi pemula sekali pun (namun ini mungkin akan tergantung pada tiap-tiap individu), kedua hampir tidak memiliki konflik dengan windows firewall dan sama sekali tanpa konflik dengan Avast (dulu saya pernah mencoba Zone Alarm namun berkonflik dengan Avast), ketiga tentu saja karena gratis lagi, ha.. ha.., saya rasa hal-hal dalam konfigurasi ini menyenangkan. Namun saat ini saya sedang menguji coba sistem barunya, karena versi terbaru termasuk paket COMODO antivirus di dalamnya, sebenarnya (secara teori menurut selebaran) antivirus bisa tidak dipasang (hanya memasang firewall dan paket defense plus-nya saja), namun saya berpikir sayang saja tidak dipasang (walau sebenarnya ini termasuk pemborosan resource). Beberapa isu sudah muncul jika dua antivirus ini bekerja bersama, pertama jika COMODO menemukan virus dan kemudian Anda mengarantinanya, Avast akan mendeteksi virus dalam karantina ini, namun tidak bisa dihapus setelah dikarantina, begitulah salah satu isu yang ada. Namun selama ini saya menghapus setiap virus yang ditemukan oleh kedua antivirus ini, sehingga sampai saat ini belum ada konflik yang saya temukan. Produk ini bisa diunduh dari personalfirewall.comodo.com atau www.filehippo.com

4.   Sistem anti peranti jahat dan mata-mata saya menggunakan Spybot Search & Destroy, alasannya karena produk ini tidak memberikan “ampun” bagi malware atau pun spyware. Penggunaannya juga cukup sederhana, hanya saja kecepatan scanning awalnya lumayan lama, karena memiliki database yang besar. Dilengkapi juga dengan antarmuka bahasa Indonesia juga membantu bagi yang pertama kali menggunakannya. Hanya berhati-hatilah karena produk ini sangat sensitif dan melenyapkan semua yang berbahaya, jadi mungkin bagi Anda yang suka ber-surfing ke tempat-tempat berbahaya, mungkin akan sedikit terganggu. Pemasangan awalnya akan memerlukan izin administrator penuh, karena jika Anda menggunakan Windows Vista saya sarankan saat memasang (install) klik kanan lalu pilih jalankan sebagai administrator (run as administrator), produk ini bisa diunduh di www.filehippo.com atau di situs resminya http://www.spybot.info/. Saat ini saya juga sedang mencoba sebuah produk yang sedang naik daun, yaitu Malwarebytes’ Anti-Malware, salah satu keunggulan memiliki smart-scan yang berkecepatan tinggi dibandingkan produk serupa lainnya, walau dikatakan memiliki sensitivitas yang tinggi, karena saya baru saja mencobanya jadi belum bisa memberikan banyak komentar, hanya saja pada versi Home (yang gratis) tidak memiliki Protection modul, yang serupa dengan malicious behavioral detection, seperti tea timer pada Spybot atau Residencial Shield pada Avast (atau setidaknya begitulah kalau dipaksa untuk disamakan). Sistem scaning dan update yang masih manual merupakan nilai kurang versi gratis dari produk ini. Produk yang banyak mulai banyak digunakan ini bisa diunduh di www.download.com atau di www.malwarebytes.org.

Namun konfigurasi yang saya gunakan ini memakan lumayan resource, namun memberikan perlindungan lebih dari cukup. Namun alangkah lebih baiknya jika menggunakan penjelajah jaringan yang mumpuni ketika kita memasuki internet, saya menggunakan Mozilla Firefox 3 dan didampingi oleh Google Chrome untuk menambah pengamanan selama berseluncur di dunia maya. Hmm…, mungkin sebuah fakta dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu, saya hanya menggunakan satu perlindungan yaitu Avast! Antivirus, dan itu pun sangat memuaskan, karena saya tidak mendapat gangguan apa pun dari adanya piranti jahat atau mata-mata. Maka simpulan saya, sebuah perlindungan yang menyeluruh akan sangat baik, namun beberapa perlindungan yang saling melapisi tidaklah juga buruk, dan di beberapa sisi mungkin dapat membantu kita. Jika Anda memiliki saran untuk perlindungan dari ancaman spyware dan malware silakan tuliskan komentar Anda di halaman ini. Terima kasih.

Iklan

2 pemikiran pada “Perlukah Anti Malware & Spyware?

  1. Haridivanandha

    He he Niar Kun, bukannya Linux juga membawa sistem pertahanan sendiri, aku masih inget deh, bahkan OpenSuSe-pun membawa sebuah antivirus handal, tapi menjadi satu dalam program “shield”-nya. Yup, memang benar, untuk Home User, pengguna Linux sama sekali tidak memerlukan perangkat pelindung tambahan, kecuali jika server atau corporat yang jadi banyak inceran tangan-tangan jahil…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.