Campaign of World Silent Day 2009

Aku rasa mungkin perlu kuberbagi dalam hal ini. Pertama melihat kembali apa-apa yang terjadi di planet yang kita huni ini, yang bernama bumi tentunya, kecuali engkau tinggal di dimensimu sendiri…, aku tak akan berpanjang-lebar menuturkan ini. Jika kita melihat dalam keseharian ke sekitar kita, lingkungan-lingkungan terdekat kita, jika engkau bersentuhan dengan sebuah teknologi hingga bisa membaca goresanku ini di ruang maya ini, tentunya kita sama-sama menyadari apa yang tengah terjadi di sekitar, bukan oleh segumpalan teori yang didengungkan, bukan pula oleh slogan-slogan yang selalu tak lelah mengingatkan kita.

Jauh di dalam diri kita, mungkin kita menyadari bahwa bumi kita saat ini menanggung beban jauh lebih berat dari apa yang kemampuan alaminya mampu sediakan bagi setiap kehidupan dan bentuk yang ada di atasnya sedemikian hingga selayaknya sebuah sistem ekologis dapat berputar secara harmonis sehingga menunjukkan warna dan kemilau yang begitu memukau bagi kita semua.

Apa yang kita warisi selama ini adalah kisah-kisah indah mengenai bumi yang luar biasa menawan, namun mungkin engkau dan aku tak jauh berbeda menjalani sebuah kehidupan di tengah hiruk-pikuknya sebuah tatanan masyarakat yang konon mendekati globalisasi. Terkadang aku rindu, walau hanya terduduk sesaat di tepian pantai yang bersih, menikmati udara yang mengalir berpadu dari puncak perbukitan yang menjulang dan sahabat-sahabat mereka yang mengalir ke tepian bersama ombak dari tengah lautan. Terkadang walau sesaat, ingin rasanya mendengarkan suara jernih air yang mengalir gemericik di tengah kebebasan alam yang masih merekahkan kealamiannya pada kemanusiaan dan setiap bentuk kehidupan.

Saat ini, ketika kita berada di tengah semua kesibukan kita, rutinitas kita, wahai kawanku…, semua kerinduan ini terkadang terasa begitu mahal, orang-orang di kota-kota besar akan melakukan kesibukan guna meninggalkan kotanya hanya untuk sehirup udara yang masih segar, yang belum kita cemari.

Ya…, mungkin jika mau jujur melongok ke dalam pojokan hati kita yang sekiranya telah mudah berdebu, mungkin kita bisa melihat bahwa pacuan aktivitas dan rutinitas kita yang memburu modernisasi telah membuat langka segala sesuatu yang alaminya disediakan bumi untuk kehidupan, dan aku tak akan heran jika sedang melangkah menuju punahnya semua itu, walau engkau dan aku mungkin tak akan mengharapkan hal-hal yang lebih buruk terjadi pada planet kecil kita ini. Kurasa engkau sahabat sama hal denganku, merasa perlu adanya perubahan yang cukup untuk mengembalikan apa yang kita rindukan, bukan karena orang lain mengingatkan, bukan karena aku mengingatkan, namun karena kita sama-sama merindukan, sebuah bumi yang tidak hanya ada bagi manusia, namun juga untuk semua kehidupan yang serasi di dalamnya.

Ada beberapa orang yang peduli pada betapa aktivitas kita telah memberikan tanggungan yang luar biasa berat baginya untuk tetap memberikan pernik-pernik kehidupan bagi setiap makhluk untuk dikenakan dengan indah. Mereka dengan baik mengingatkan kita melalui sebuah kampanye Hari Hening Sedunia, yang pada tahun 2009 ini jatuh pada tanggal 21 Maret. Pada hari tersebut mereka mengingatkan kita yang bersedia untuk ikut hening sejenak, untuk menghentikan sejenak semua aktivitas kita yang selama ini memberikan beban pada bumi, hanya terhitung empat jam, dari jam 10.00 hingga 14.00.

Penghentian aktivitas ditujukan secara nyata pada aktivitas yang menggunakan sumber energi alam dan menghasilkan polusi yang mencemari alam. Seperti halnya bepergian dengan kendaraan bermotor, mobil dan sebagainya yang gas buangannya mencemari bumi ini. Mematikan semua perangkat rumah atau pribadi sehari-hari yang menggunakan tenaga listrik, seperti lampu, televisi, radio, komputer, handphone, AC dan lain sebagainya oleh karena sumber energi listrik kita sebagian besar berasal/dibangkitkan dari pembakaran batu bara atau minyak bumi yang sangat tidak ramah lingkungan. Isilah waktu bersama keluarga, berbagi banyak hal mengenai bumi dan lingkungan tempat tinggal, sehingga kita bisa kembali menggali apa yang telah terkubur oleh rutinitas kita dan melihat kembali bumi sebagai sebuah rumah tempat di mana kita tinggal bersama. Jika memungkinkan kita bisa menambah pohon yang kita tanam di pekarangan kita.

Walau hanya empat jam, ada harapan yang tidak terlalu besar bahwa setidaknya kita telah memberikan bumi kesempatan untuk “bernapas” selama empat jam dalam istirahatnya, setelah kita selama setahun telah bernapas oleh karena kebaikannya.

Thou who care their living, their earth, shall we meet in silent in moment in time….

Iklan

One thought on “Campaign of World Silent Day 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s