A Day In Forensics

Jika ada bertanya-tanya apa sih itu forensik? Mungkin bayangannya sudah mengarah ke berbagai tindak kriminal dan kejahatan, yang melibatkan korban-korban bersimbahan darah. Hmm…, benarkah demikian? Kurasa kurang lebihnya bisa juga sih, namun tidak harus digambarkan semengerikan itu. Kalau ditilik, bukankah ilmu forensik itu luas sekali, karena itu mencakup semua ilmu pengetahuan yang mendukung sistem hukum legal. Nah kedokteran sendiri memiliki bagiannya, yaitu kedokteran forensik atau kedokteran kehakiman.

Apa yang dipelajari seorang calon dokter di bagian kedokteran kehakiman/forensik ini? Hemm…, tentunya banyak hal, namun secara garis besar bisa dikelompokkan ke dalam empat bagian. Pertama adalah aspek medikolegal, di sini dituntut kemampuan untuk melakukan komunikasi medikolegal kepada pihak-pihak yang terkait, seperti pihak keluarga, pasien/klien, dan pihak ketiga (misal penegak hukum atau pihak asuransi). Kemudian juga dituntut kemampuan penguasaan dokumen forensik (seperti informed consent dan rekam medis), membuat laporan medis (seperti SKM dan V et R klinis dan kasus mati), nah yang tidak kalah penting adalah kemampuan menjadi saksi ahli, karena inilah yang biasanya melibatkan kita secara langsung dengan persidangan.

Kemudian bagian patologi forensik yang berisikan sejumlah cara dan teknik pemeriksaan baik pada korban kasus meninggal maupun V et R pada kasus hidup, keahlian memeriksa di TKP (tempat kejadian perkara juga dituntut untuk dikenali). Ketiga, bagian identifikasi forensik, di sini dilibatkan kemampuan identifikasi kasus forensik yang meliputi anamnesis data antemortem, pemeriksaan fisik, pemeriksaan odontologi, pemeriksaan DNA dan serologi, serta pemeriksaan antropologi. Terakhir bagian toksikologi forensik, di sini melibatkan pemilihan sampel untuk pemeriksaan patologi anatomi atau toksikologi, pengenalan terhadap pemeriksaan laboratorium penunjang, serta kemampuan menginterpretasikan hasil pemeriksaan penunjang.

Sekali lagi, seperti stase radiologi yang sudah (belum seluruhnya) berlalu, forensik kedokteran hanya tersedia waktu belajar dua minggu, singkat memang, sehingga hari pertama sendiri penuh dengan penjadwalan yang diatur sedemikian ketat. Kami jadi sibuk dengan semua yang harus dikejar, sementara forensik tampaknya belum melepas semua teknik pengajaran jangka panjangnya, kami harus menyesuaikan dengan yang jangka pendek. Dan forensik adalah satu-satunya stase yang siap untuk panggilan kasus 24 jam non-stop, wah…, ini seperti tugas siaga satu alias red allert. Belum lagi ditambah dengan suasana pemilu yang akan datang, pertimbangan kami menjadi semakin rumit saja. Yap, the firts day in forensik, what a surprise.

Picture captured from Wikipedia.

Iklan

One thought on “A Day In Forensics

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s