Mengapa Engkau Tersenyum?

Hari itu Sang Guru tak sengaja berpapasan dengan salah seorang muridnya.
Murid itu tersenyum padanya dan kemudian melenggang pergi dengan santai
begitu berpapasan. Sang Guru hanya terdiam sejenak, setidaknya ini
selalu berlangsung sejak si murid memasuki "padepokannya". Guru yang
penasaran itu pun memanggil si murid.
"Do…, kemarilah sebentar" Kata Sang Guru dengan lantang.
Si murid lekas berlari mendekat, "Ya Guru, ada apa memanggilku?"
"Coba kamu lafalkan salah satu sajak pada gulungan bulan purnama yang
kuminta kamu menghapalkannya sejak seminggu yang lalu."
Si murid terdiam sejenak, lalu berkata, "Maaf Guru, kalau yang itu saya
tidak bisa menghapalkannya." Jawabnya dengan tersenyum ringan.
Sang Guru menjadi agak emosi pada muridnya yang paling bodoh ini,
"Kusuruh kamu belajar karena penilaianku padamu paling rendah di antara
murid yang lain, aku tak akan bisa melepasmu ke tengah masyarakat untuk
menunaikan tugasmu yang menanti, bagaimana bisa aku meluluskanmu?"
Si murid pun hanya tersenyum ringan…, dan Sang Guru menjadi tidak
paham, "Mengapa kamu hanya tersenyum seperti itu, tidakkah engkau merasa
khawatir?"
"Maaf Guru, mengapa guru tidak meluluskan saya?"
"Katakan bagaimana bisa meluluskanmu jika engkau tidak memenuhi syaratku
akan hal itu? Itulah keadaannya."
"Jika demikian saya hanyalah tersenyum, karena bagaimana bisa saya tidak
tersenyum jika tiada kekhawatiran bagi saya untuk ada. Itulah keadaannya."
Senyum si murid membuat Sang Guru memahami, "Baiklah…, kapan saja kamu
dapat meninggalkan tempat ini, tugas belajarmu telah usai, kini saatnya
dunia luas memberikanmu lebih banyak dari apa yang dapat kuberikan."
"Guru…, apa yang dapat diberikan pada saya dan apa yang dapat saya
terima? Saya hanyalah sebuah senyum ini yang Anda lihat setiap saat."
"Ah…" Sang Guru menghela napas, "Kalau begitu mulai besok atau
sekarang juga, kamu boleh menggantikanku sebagai kepala pengurus tempat
ini."

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.