Batin diciptakan melalui ingatan, pengalaman dan tradisi. Dapatkah sang batin menjadi terbebas dari menyimpan, meski pun itu mengalami? Apa yang diperlukan bukanlah pengembangan ingatan, namun kebebasan dari proses akumulatif (pengumpulan) oleh sang batin.

Engkau menyakitiku, yang adalah sebuah pengalaman; dan Aku menyimpan rasa sakit itu; dan itu menjadi tradisi saya; dan melalui tradisi tersebut, aku melihatmu, aku beraksi melalui tradisi tersebut. itulah proses harian batinku dan batinmu. Kini, apakah mungkin jika, meski engkau menyakitiku, proses akumulasi tidak terbentuk (terjadi). Kedua proses yang sepenuhnya berbeda.

Jika engkau berkata-kata kasar padaku, itu menyakitiku; namun jika rasa sakit itu tidak memberikan kepentingan, ia tidak menjadi latar belakang dari mana di situ saya bertindak; jadi apakah mungkin di mana saya dapat bertemu denganmu dengan sebuah kesegaran. Itulah pendidikan yang sejati, dalam arti mendalam akan kata itu sendiri. Karena, kemudian, melalui bagaimana saya melihat efek-efek keterkondisian melalui pengalaman, sang batin tidaklah terkondisikan.

Buku Kehidupan ~ 7.18