An Interview Above My Paint of Letters

Akhirnya…, setelah dua hari menunggu, embargo “internet” yang kuhadapi dicabut juga tanpa banyak upaya diplomasi yang bermakna. Jadi hibernasi blog ini dapat dicabut juga. Nah, kugunakan kesempatan ini untuk menulis kembali sebuah perbincangan dengan orang yang telah menulis banyak di blog ini (ah…, kurasa agak aneh juga menulis ini, tapi tak apalah) sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang Mas Dani di tulisanku yang sebelumnya tentang tulisan & perasaan.
Sore ini suasana di sepanjang lingkungan “GAMA” masih diliputi mendung yang agak tebal, baru saja usai hujan yang lumayan deras walau tak lebih dari sejam rintiknya membasahi bumi, sementara aku masih asyik dengan manisnya permen gula dan segelas air putih yang segar. Hingga beberapa pertanyaan mendatangi saya dengan sopan dan mengememukakan bahwa beberapa dari mereka hendak mendapatkan sesuatu yang bisa melegakan, rasanya mereka akan menolak jikalau kutawarkan segelas air putih di atas mejaku. Jadi kumulailah perbincangan dengan beberapa di antara mereka, dan inilah percakapan antara aku (A) dan mereka (M)….M: Kami ingin tahu, seberapa lama kamu sudah menulis?
A: Menulis…? Maksudnya…? Mohon lebih spesifik.
M: Ya, menulis, seperti menulis catatan jaringan ini (translate to weblog/blog ~ed.) yang sudah penuh dengan berbagai tulisan…
A: Ee…, sebenarnya aku tidak ingat pasti, mungkin sekitar tiga tahun yang lalu (aku menunjuk sambil meminta mereka melihat tanggal publikasi awal di blog pertamaku di http://haridiva.blogspot.com)
M: Apakah sebelum kamu sudah biasa menulis…, di media lain mungkin?
A: Media lain…? Maksudnya seperti buku atau note?
M: Bisa… dikatakan demikian (mereka mengangguk sambil tersenyum lebar)
A: Aku biasa menulis sejak kelas lima sekolah dasar, aku masih ingat punya diary-ku sendiri yang tak pernah berisi catatan harian…, hmm… mungkin sekarang sudah tidak ada lagi, rasanya sudah dimusnahkan ke dalam sumur tua di rumahku.
M: Hi… (mereka tampak merinding)…, lalu yang barusan, apa maksudnya tidak berisi catatan harian…, well… bukankah itu sebuah buku harian (diary ~ed.)?
A: Aku orang yang paling “buruk” kemampuannya dalam hal mendokumentasikan sesuatu, termasuk kegiatan harianku, jadi mungkin isinya ~ jika dapat kulihat kembali, hanyalah catatan tentang pemikiran seorang anak kecil, beberapa terkadang terkesan konyol jika kubaca kembali saat aku bertambah usia… He he…
M: Bisakah diberikan contoh-contohnya…?
A: Ah…, sayangnya aku tidak bisa ingat pasti…, sebenarnya sih sudah lupa, mungkin beberapa dalam bentuk esai pendek, puisi atau prosa…
M: Itu terdengar berat untuk anak sekolah dasar…, tidakkah demikian?
A: Ya.. ya…, mungkin begitu, tapi aku ingat waktu kelas empat sekolah dasar, saat aku masih tinggal di kampung halamanku, di sana banyak catatan keluargaku dari berbagai pihak dalam berbagai buku yang berisi coretan dan goresan dalam bentuk-bentuk serupa, mungkin secara tidak langsung aku menirunya ketika aku pindah ke kotaku hingga sebelum perkuliahan….
M: Lalu itu berarti kamu dan keluargamu menyukai hal-hal semacam itu…? Sepertinya terkasan ada kaitannya…?
A: Tidak juga, atau mungkinkah…? Aku tinggal di keluarga ibuku…, yang sebagian besar memang menyukai seni, mulai dari melukis, menyanyi, musik, menulis walau mungkin tidak menari…, sedangkan aku tidak memiliki satu pun dari semua itu saat ini….
M: Baiklah…, kembali ke yang sebelumnya, apa Anda menulis sepanjang waktu…?
A: Tidak sepanjang waktu…, mungkin untuk menghabiskan waktu tepatnya…
M: Menghabiskan waktu…? Tidakkah ada kegiatan lain…, bukankah banyak kegiatan outdoor yang menarik?
A: Ha ha…, tentu saja banyak kegiatan seperti itu yang menarik. Namun sejak kelas dua sekolah menengah pertama, karena alasan kesehatan, aku tidak bisa beraktivitas di luar sebagaimana anak dan remaja lainnya ~ kata dokterku aku bisa saja kehilangan kedua kakiku ~ huih…, itu sangat menyeramkan saat itu, lagi pula rasa sakitnya memang mematikan semua keinginanku untuk berkegiatan di luar, namun terkadang aku bandel dan melarikan sepedaku walau hanya di sekitar pematang persawahan…, ah… ya aku ingat sekarang, bersepeda mungkin memang salah satu kegiatan yang paling kusukai, selain berenang yang merupakan satu-satunya aktivitas yang diizinkan oleh dokterku saat itu. Yah…, karena itulah sebagian besar waktuku di rumah, selain dengan hewan peliharaanku aku akan menghabiskan waktuku dengan menulis dan beberapa waktu kemudian dengan ketikan-ketikanku setelah sebuah mesin tik sederhana dibelikan untukku oleh keberhasilan rengekanku waktu kecil dulu.
M: Wow…, tidak tahu apa yang harus kami ungkapan…
A: Tidak perlu … 😀
M: Apa kamu selalu menulis di rumah…?
A: Tidak juga…, aku rutin menulis di bagian “sastra” untuk majalah dinding ketika SMA dulu, itu karena aku salah pilih, ternyata ekstrakulikuler sastra, bahasa dan jurnalistik digabung menjadi satu…, tapi sebagian besar karena mereka memerlukan orang yang bisa mengetik dengan cepat untuk mengejar deadline atau mengikuti lomba mading antar SMA.
M: Jadi kamu biasa mengetik…?
A: Ya…, itulah yang kusampaikan…, karena terbiasa….
M: Catatan jaringanmu sekarang berisi tulisan-tulisan yang lumayan panjang, bagaimana bisa begitu, setahu kami kebanyakan catatan jaringan hanya memuat tulisan pendek dan padat…?
A: Hmm…, benarkan demikian…? Aku punya catatan yang pendek di A Journey yang diperbaharui sebulan sekali, atau tulisan semi panjang di The Voices…, mungkin yang kalian maksud yang di blog catatan ini ya…? Soalnya aku masih memiliki mikroblog di Diary tentunya…
M: Ha ha…, ternyata banyak sekali tempat nongkrong-nya…
A: Ha ha…, begitulah…
M: Jadi…
A: Ya…?
M: Ah…, maaf, maksud kami, sedemikian banyaknya tulisan yang sudah dibuat, adakah hal khusus yang “membuat”-mu menulis …?
A: Hal khusus yang “membuat”…? Apa itu seperti inspirasi…?
M: Tentu saja, ya “inspirasi” adalah kata yang tepat…
A: I would like to say if this inspiration thing is so simple and yet not so easy to provoke one to act
M: Maksudnya…?
A: Inspirasi bagiku beragam, bukan satu hal, namun sesuatu yang bisa menghubungkan sesuatu di dalam sini dan di luar sana menjadi satu sehingga tiada lagi luar dan dalam itu. Namun menemukan itu pun belum tentu membuatku menulis…; contohnya, aku melihat seekor kupu-kupu yang dengan elok terbang rendah mengitari pancuran sebuah kolam tua, mungkin seketika aku akan “jatuh cinta”, namun ketika semuanya hanya menjadi itu, adakah aku akan menulisnya? He he bisa jadi kemudian aku menulis apa yang tersisa, atau membiarkannya hilang begitu saja. Objek inspirasi bisa jadi beragam bagiku, namun hakekat inspirasi itu tak akan berbeda sama sekali.
M: Thats sound deep
A: Nope…, kurasa biasa saja…, dan kuharap bukan karena aku telah terbiasa, karena inspirasi selalulah kesegaran yang terbatas, bukan sesuatu yang lama yang kita telah menjadi terbiasa akannya. Mungkin aku harus berterima kasih pada Jiddu Krishnamurti, karena tulisan beliau membuatku belajar untuk memahami sebuah inspirasi, sebagaimana mungkin juga membuat seorang Eckhart Tolle menulis “The Power of Now“.
M: Jadi tidak ada yang khusus…
A: Tidak ada…
M: Ataukah mungkin topik yang paling disukai…?
A: Ha ha…, setiap orang memiliki kecenderungan sebagaimana ia telah tumbuh, aku memiliki beberapa hal yang menarik untuk dibaca, aku suka membaca ensiklopedia, komik anima, karya sastra klasik dan mungkin novel misteri, namun aku tidak begitu menyukai topik politik, ekonomi dan sosial…, mungkin aku tidak akan menulis topik yang tidak kusuka, karena aku jarang menyentuhnya…, bagaimana bisa kuungkapkan, walau tidak berarti aku tidak menulisnya…, sedangkan yang kusuka pun jarang kutulis…, jadi adakah itu menjadi khusus atau paling disuka… & berpengaruh?
M: Sulit dikatakan demikian…
A: Ya…, aku pun tak ingin terlalu memikirkannya…, karena dalam tulisan, aku adalah sang amatir…
M: Amatir…?
A: Dari bahasa kuno “amote” atau “amore” yang secara kasar berarti “cinta” atau “amat menyukai”, aku menulis karena rasa suka cita…, karena gemar…, karena kurang kerjaan…, ha ha…, katakanlah apapun itu….
M: Di mana kamu paling sering menulis…?
A: Belakangan ini…, ya di blog sih…, ini yang paling sering menjadi bahan coretanku… sebuah dunia maya…
M: Langsung begitu saja…?
A: Dulunya iya, aku suka langsung menulis…, namun karena selama kegiatan kepaniteraan aku menjadi sering berpindah-pindah, sehingga biasanya kutulis secara daring (offline ~ed.) baru kemudian kukirim secara luring (online ~ed.)….
M: Oh ya…, bagaimana …?
A: Lewat email tentunya…, menggunakan fasilitas yang mendukung, sekarang kugunakan Mozila Thunderbird, beberapa kali dulu menggunakan Windows Mail atau Microsoft Outlook, namun karena propriarty jadi tidak kupakai lagi…, pernah waktu yang lalu mencoba Windows Live Mail dan Windows Live Writter, namun resource yang dihabiskan luar biasa boros, jadi tidak kugunakan lagi…, eh… koq jadi ngomongin ini sih…?
M: Ha ha…, ketahuan suka ceplas-ceplos…
A: Dasar…, kalian ini…
M: Apakah tulisan ini biasanya langsung ditulis setelah inspirasi tiba…?
A: Mungkin ya…, mungkin tidak…, ada yang langsung tertuang…, ada yang menunggu kesempatan…., ada yang beruang-ulang diedit hingga terasa pas…, ada yang begitu saja jadi…, aku tidak memiliki pola tetap, karena aku tidak memiliki tujuan dalam menulis…, tidak spesifik tentunya…, bagaimana pun sekali lagi aku adalah sang amatir.
M: Apakah ada yang dipublikasikan di ruang publik…?
A: Blog adalah ruang publik…
M: Maksud kami, mungkin media cetak atau elektronik dari sebuah lembaga…?
A: Entahlah…, tulisanku dari dulu hanya dipublikasikan di mading SMA, dan itu sudah mungkin usang sekali…, pernah ada tawaran dari para sastrawan di majalah sastra Horizon melaui sebuah acara sastra di sekolahku, mungkin itu setelah aku ikut dengan beberapa sastrawan lokal dan nasional saat diadakan bengkel sastra 2002 di Bali yang kuikuti…, aku kenal beberapa di antaranya…, aku sempat berpikir untuk mencoba menulis dan siapa tahu dimuat di majalah berskala nasional itu…, ha ha…, namun dasarnya aku memang malas…, aku hanya suka menulis tidak tertarik dengan hal-hal yang lain.
M: Itu kesempatan yang baik…
A: Sastra memiliki kekuatan yang luar biasa, aku hanya merasa tidak cukup memiliki hasrat untuk melimpahkan minatku guna menulis sebuah sastra yang layak dibaca oleh orang-orang….
M: Berarti tanpa publikasi…
A: Ha ha…, aku tidak tahu jika ada yang mempublikasikannya tanpa sepengetahuanku…, karena kadang blog saja ada yang copy-paste begitu saja, aku bisa secara mudah menemukannya dengan menggunakan Copyscape di internet. He he…, inilah yang juga tampaknya membuat banyak penulis blog jengkel, karena tulisan mereka dijiplak begitu saja, apalagi beberapa untuk kepentingan komersial oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab…, ah…, namun aku sendiri enggan terlalu mencampuri urusan seperti itu. Jadi kalau aku sendiri, seingatku tidak memiliki riwayat mempublikasikan tulisan tertentu…
M: Atau ada rencana untuk publikasi sesuatu…?
A: Ya.., mungkin…, tujuh tahun yang lalu aku menyelesaikan rancang biru sebuah “novel” yang kubuat sejak sepuluh atau sebelas tahun yang lalu…, kini aku hanya asyik menambah beberapa polesan yang di antaranya…, mungkin inilah manuskrip yang kuceritakan dulu…, apakah akan dipublikasikan…? Aku tak tahu…, mungkin iya, mungkin akan menjadi kenangang yang tertumpuk debu di masa tuaku nanti…
M: Ha ha…, ternyata begitu…, ya sepertinya lebih baik membiarkan waktu yang menjawab…
A: Ya…, biarkan waktu yang menyampaikan jawaban atas semua yang masih menjadi misteri…

Artikel oleh Cahya
Iklan

5 Comments

  1. He he…, kalau Bli Dani yang jadi editor bisa-bisa ga terbit-terbit 😥 sama aja dong … Ya…, menulis untuk menulis… =-X

    Suka

    Balas

  2. He he…, ini dah Bli…, kutambahkan yang lebih berat …, padahal pinginnya nyoba haloscan koq ga bisa ya…, kalau ada protes nanti kutambahkan lagi yang lebih berat 🙂  Yang ini bisa login dengan anonim koq 😀

    Suka

    Balas

  3. yg copy-paste, ngga sampe berdebat sih..cuman kadang saya ajakin diskusi ttg topik itu sbg anonim tp merujuk ke tulisan aslinya :)kl openID sudah terintegrasi semua scr default, mungkin gak masalah, tp script openID sendiri kl dipasang di blog wordpress, IMO berat oi ukuran script-nya..kl hrs login ke openID/Blogger buat komen, males jg.. :)kl make Blogger, toh akun itu dah ngga aktif, kasian pengunjung yg kesasar kesana (ngga usable)..dan saya selalu bersihin cache tiap sekian hari..ntah lah, saya suka takjub kalo liat-2 tulisan model Cahya, cakmoki86.wordpress.com, direktif.web.id, tikabanget.com, gunawanrudy.com, funkshit.ariprasetyo.com dll (semuanya punya karakter masing-2) 🙂

    Suka

    Balas

  4. Kecemplung press masih bisa diterima, tapi kalau sampai belepotan wah… itu kebangetan namanya …Ho ho…, kebalik ya…, udah lama ga pakai Outlook begini dah jadinya (huh…, siapa sih yang menemukan istilah susah begitu 😕 )Hmm…, kriminalitas bijaksana untuk kita hadapi bersama, namun kalau itu dipandangan “kenakalan” orang yang belum sepenuhnya dewasa, entah mengapa saya terkadang merasa enggan “berdebat” dengan kekanak-kanakan itu (he he…, nanti kelihatan ga dewasa juga)Hmm…, anonim…, pertama kali memang anonim…, tapi jadinya isinya anonim beneran semua, mungkin karena banyak yang masih menggunakan komputer publik (kan ga semua orang secanggih Bli Dani), oke nanti kutambahkan deh melalui setelannya, ah… kupikir adanya openID sudah cukup…, ternyata banyak yang punya “halaman” pribadi :)Mengetik cepat? He…, itu karena saya paling tidak bisa menyingkat kata, jadi harus mengimbanginya dengan kecepatan mengetik dalam kata-kata yang penuh (SMS pun ga bisa disingkat semua…, tangannya kena sindrom autocorrect walau masih banyak yang salah eja).Thanks…, but I am yet not an effective writter as good as you Bli Dani 🙂

    Suka

    Balas

  5. Ya, hiatus tersingkat..mungkin..tgl publikasi pertama bisa diatur sekenanya,tgl mulai join (di profil) mungkin bs dipake patokan.. :)minimal darah seni itu sudah ada..tuh kan..bener tuduhan saya, pasti pernah kecemplung di media persd*mn, di sini dah banyak..ternyata masi ada cecerannya di tempat lain..daring-luring-nya kebalik kan………..sptnya saya bercita-cita sbg editor :)………ada, tujuan menulis itu ada, yaitu menuliskannya [titik]tp membiarkan tulisan di-copy-paste berarti membiarkan peluang kriminal itu melakukannya lg pd org lain.. :)jadi, ada faktor:1) lingkungan2) banyak baca3) nothing to lose4) sebentar, kenapa ngga diijinin aja anonim, biar gampang ngisi name ama url-nya.. :)4) fasih mengetik cepatyou’re a good writerur writing is an art

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.