Di Mana Ada Kemungkinan Duka Maka Tiada Cinta Di Sana

Penanya ingin mengetahui bagaimana ia dapat bertindak dengan bebas dari penekanan diri ketika ia mengetahui tindakkannya pastilah menyakiti mereka yang ia cintai. Anda tahu, mencintai adalah menjadi bebas – kedua pihak bebas. Jika ada kemungkinan rasa sakit, ada kemungkinan penderitaan dalam cinta, itu bukanlah cinta, itu semata-mata hanyalah bentuh halus posesi (rasa kepemilikan), pencarian. Jika Anda mencintai, sunguh-sungguh mencintai seseorang, tiada kesempatan memberikannya rasa sakit ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda anggap benar. Hanya ketika Anda ingin orang tersebut melakukan apa yang Anda harapkan atau ia ingin anda melakukan apa yang ia inginkan, maka di sana ada duka. Itulah dia, Anda senang dimiliki; Anda merasa aman, nyaman; meski Anda memahami kenyamanan itu hanyalah sementara, Anda berlindung dalam kenyamanan itu. Jadi setiap pergulatan demi kenyamanan, demi keyakinan, sungguh-sungguh namun memungkiri kurangnya kekayanan batiniah; dan oleh karenanya ada tindakan yang terpisah, tidak bersama dengan orang lain dengan alaminya menciptakan gangguan, duka dan penderitaan; dan orang harus menekan apa yang ia sungguh-sungguh rasakan guna menyesuaikan dirinya dengan yang lain. Dengan kata lain, penekanan yang konstan ini, diciptakan oleh apa yang disebut cinta, menghancurkan ke dua pihak. Dalam cinta itu tiada kebebasan; ia semata-mata sebuah keterikatan yang tak kasat mata.

Buku Kehidupan VII.21

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.