Sapu Bersih Langit dari Malaria

Pada konfrensi TED (Technology, Entertainment, Design) yang diadakan pada Februari lalu di California, Bill Gates berbicara mengenai permasalahan malaria pada hadirin dari kalangan echelon atas dari bidang teknologi, eksekutif bisnis, perancang, entertainer dan ilmuwan. Menurut pusat kontrol dan pencegahan penyakit (CDC), hingga 350 juta orang “menandatangani kontrak” (baca: terjangkiti) malaria setiap tahun, dan lebih dari satu juta dari mereka meninggal akibat penyakit ini, kebanyakan adalah anak-anak di daerah sub-sahara, Afrika.

Guna menggarisbawahi perlunya memikirkan penyakit ini sebagai suatu perhatian segera – bukan semata-mata permasalahan orang-orang di Afrika, di mana malaria paling banyak (prevalensinya) – Gates membuka sebuah guci berisi sejumlah besar nyamuk, membuat mereka terlepas ke auditorium.

Tidak ada selebriti yang “tersakiti” – mereka adalah serangga yang bebas malaria.

Meskipun intinya adalah agar membuat orang-orang berpikir mengenai malaria dan nyamuk-nyamuk yang membawanya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar sebuah masalah kaum miskin, ia bahkan mungkin akan memperoleh lebih banyak perhatian jika ia menggunakan peralatan baru di bawah bidangnya dan meledakkan para hama di udara dengan suatu laser.

Pada LLC Gabungan Intelektual (Intellectual Ventures) di Bellevue, Wash., peneliti menyelesaikan pengembangan “senjata pemusnah nyamuk” berbasis laser, sebagaimana itulah nama tak resmi yang mereka berikan. Disokong oleh donor-donor seperti Gates, perusahaan secara aktif bekerja sebagai penyaring teknologi. Ko-kreator “Intellectual Ventures”, Nathan Myhrvold, diminta oleh Gates, mantan bosnya, untuk menggunakan sumber daya firma guna mencari cara-cara baru guna memerangi penyebaran malaria. Segera setelahnya, firma menyewa seorang astrofisika, Jordin Kare, sebelumnya di Lawrence Livermore National Laboratory, dan Lowell Wood, yang sekali kesempatan bekerja di Strategic Defense Initiative, atau program “Star Wars”.

Dipimpin oleh Kare dan Wood, para ilmuwan menggunakan ide kunci Star Wars – melumpuhkan misil dengan menembakkan sinar berenergi tinggi – pada skala yang jauh lebih kecil. Sebuah permasalahan kunci, bagaimana pun juga, adalah ukuran si nyamuk, yang membuat menjadikannya target sulit. Mereka mengatasi masalah ini tidak dengan mengintai si serangga – dengan kamera-kamera beresolusi tinggi, sebagai contohnya – namun dengan mendengarkannya. Sebuah sensor mendengarkan dengungan kepakan sayap nyamuk, melacak keberadaan mahluk itu, lalu meledakkannya dengan tembakan sinar laser. Sistem ini cukup sensitif sedemikian hingga hanya melacak nyamuk, bukan yang lain, atau serangga-serangga yang bermanfaat. Ia bahkan bisa membedakan antara nyamuk-nyamuk jantan dan betina, yang bisa sangat menolong karena hanya betina yang menghisap (konsumsi) darah, yang karenanya, menyebarkan penyakit.

“Intellectual Ventures” meramalkan kemungkinan menggunakan sistemnya guna menerapkan pelindung bebas nyamuk di sekitaran sebuah desa atau mengintegrasikannya dengan sebuah pesawat “lebah” tanpa pilot untuk berpatroli di udara guna mencari target-target nyamuk baru.

100_4043

Artikel asli “Sweeping The Skies Clear of Malaria” oleh, Lynn Savage; dimuat di PostScripts Biophotonics Edisi April 2009.

Komentar Cahya,

Hmm…, apa ini berarti era obat nyamuk sudah akan berakhir ya? Jadi ingin melihat bagaimana implementasinya di tahun-tahun mendatang.

Tag Technorati: {grup-tag}Nyamuk,Malaria,Teknologi,Laser,Bill Gates
Iklan

Satu pemikiran pada “Sapu Bersih Langit dari Malaria

  1. Sebenarnya yang terpenting bagaimana bisa meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi genangan air, agar tidak menjadi sarang perindukan nyamuk.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.