Mengingat Kembali Makna ASI/Laktasi

Dalam bimbingan dengan Prof. A. Samik Wahab di bagian pediatri beberapa saat yang lalu, kami diingatkan kembali betapa pentingnya ASI bagi bayi dan balita.

Aku teringat kembali saat beberapa lama berada dalam rotasi klinis menjumpai ibu dan anak dengan berbagai kondisi dan situasi, sedemikian hingga ibu tidak bisa menyesui anak, atau pun anak tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya.

Terkadang menilik dan mengingat kembali hal-hal ini sungguh membuat kita melongok, mengapa hal yang sederhana dan penting kadang terlupakan.

Nutrisi pada bayi sebagian besar (hampir seluruhnya) berasal dari susu (dalam hal ini ASI bisa dikatakan satu-satu bentuk susu yang diperlukan). Susu merupakan sumber yang kaya energi, protein dan mineral.

Dalam sebuah buku yang ditulis di Inggris ~ dan mungkin berlaku juga di seluruh dunia secara umum dan negara maju secara khusus ~, bahwa aktivitas pemberian ASI pada bayi terkait dengan gaya hidup si ibu. Para ibu bisa jadi merasa bawah pemberian ASI (laktasi/menyusui) akan membatasi aktivitas sosial mereka, membuat pakaian tidak rapi, bahkan praktiknya mungkin sangat merepotkan. Ah…, namun menurutkan bukankah itu tugas seorang ibu yang tidak dapat tergantikan.

Pada ASI juga terdapat apa yang disebut Kolostrum (Colostrum in English). Kolostrum memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan protein sedemikian hingga bersama dengan air susu itu sendiri menjamin keterbutuhan nutrisi pada bayi, bahkan jika hanya diberikan ASI saja (dikenal sebagai ASI eksklusif). Kolostrum juga mengandung berbagai antibodi yang bermanfaat bagi si kecil, terutama dalam bentuk imunoglobulin A dan M (IgA dan IgM), di mana Ig A akan diserap melalui epitelium intestinal (permukaan usus halus), dibawa melalui aliran darah dan disekresikan ke permukaan mukosa lainnya (tipe 1). Kandungan lemak yang rendah membuat kolostrum “ramah” bagi neonatus (bayi baru lahir) oleh karena neonatus mungkin menemukan kesulitan dalam mencerna lemak. Efek laksatif ringannya juga membantu memicu apa yang disebut mekonium (tinja pertama yang dikeluarkan bayi semenjak ia lahir), ini membantu membersihkan kelebihan bilirubin ~ suatu produk buangan dari hasil kematian sel darah merah yang banyak diproduksi saat kelahiran oleh karena pengurangan volume darah.

ASI memiliki sifat antiinfeksi, oleh karena ia merupakan makanan yang steril, mengandung antibodi maternal (ibu) berupa IgA, serta terkandung laktoferin, lisozim, interferon, dan mendukung kolonisasi bakteri “baik” seperti lactobacilli dan bifidobacter.

Pemberian ASI eklusif juga ~ sebagaimana ditambahkan dalam bimbingan kami ~ melindungi bayi dari masuknya antigen asing yang berasal dari makanan lain, sehingga mencegah timbulnya reaksi alergi di awal kehidupan. Anda mungkin menemukan serangan asma pada anak umur tiga bulan, mungkin cobalah bertanya riwayat ASI pada si kecil, apakah ASI eksklusif?

Dan tentunya dari sekian banyak manfaat tersebut, semuanya tersedia secara natural (alami) dan tidak perlu membeli. Sehingga sering disebutkan nutrisi terbaik pada bayi yang murah meriah.

Jangan sampai kita menemukan bahwa ada ibu yang menolak memberi ASI kepada anaknya karena masalah gaya hidup, atau ada ibu yang merasa terpaksa memberikan ASI pada anaknya. Jika Anda seorang ibu, atau menemukan seorang ibu yang kesulitan dalam praktek laktasi atau menyusi ini, bantulah diri Anda atau ibu tersebut untuk menemui tenaga kesehatan yang dapat memberikannya saran atau bantuan profesional dan kemanusiaan, sehingga kesulitan ini menemukan solusinya.

Lebih banyak tentang ASI dan laktasi, Anda dapat mengunjungi Blog ASI, Sentra Laktasi,  atau Wikipedia di internet. Atau kunjungi tenaga kesehatan terdekat dan pusat kesehatan masyarakat di sekitar tempat tinggal anda untuk lebih banyak informasi.

{Beberapa bagian dari tulisan ini mengambil informasi dari Lecture Notes Pediatrika oleh Roy Meadow}

Tag Technorati: {grup-tag}ASI,laktasi,air susu ibu,manfaat,kandungan,kolostrum
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.