Orang Selayaknya Percaya Pada Diri Sendiri

Dikatakan tidak ada seorang pun yang tidak mencintai dirinya sendiri, tidak mempercayai dirinya sendiri dan tidak memiliki ambisi untuk meningkat lebih tinggi. Bahkan orang yang tidak mempercayai Tuhan pun, percaya pada diri sendiri, dan ingin memiliki kekuatan untuk memupuk kepercayaan pada diri sendiri.

Suatu ketika ada seorang guru yang mengajarkan kebijaksanaan pada orang-orang yang datang untuk darsan-nya dengan membawa bunga dan buah-buahan. Suatu hari, karena persembahannya banyak, ia memanggil seorang muridnya agar memotong buah-buahan tersebut dan mengaturnya sedemikian rupa agar dibagikan sebagai prasad. Setelah semuanya siap, murid tersebut datang kepada gurunya dan menyampaikan bahwa semuanya sudah siap serta bertanya pada sang guru, siapakah yang akan diberi kesempatan untuk mengambil pertama kali?

Gurunya memintanya agar kepada orang yang paling dipercayainya. Semua orang yang berkumpul di sana saat itu mengira bahwa si murid akan pertama kali memberikan prasad pada sang guru baru kemudian membagi-bagikannya pada yang lain. Namun sang murid ternyata tidak melakukan demikian. Buah pertama diambilnya untuk diri sendiri.

Ketika yang hadir terheran dan memintanya menjelaskan mengapa demikian, ia menjelaskan bahwa itu karena ia paling percaya dan mencintainya dirinya sendiri, maka ia mengambil buah yang pertama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.