UP

Up

Pixar dan Walt Disney bergabung tentu saja akan memberikan sebuah sensasi. Ya, keyakinan seperti itu mungkin sudah dikenal oleh para pencinta film animasi.

Walt Disney tidak diragukan lagi, sebuah kekuatan luar biasa dalam pemberdayaan film animasi bagi lingkungan keluarga. Lihat saja sejarah yang dibuatnya, bahkan sejak kita masih kanak-kanak, mereka mengatakan bahwa Disney adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Sedangkan studio Pixar, hmm…, walau tidak seperti Walt Disney yang hampir setiap orang tahu siapa pendirinya (tentu saja nama itu akan mengingatkan mereka kembali), namun apakah kamu tahu jika pendiri Pixar adalah Steve Job si pencipta raksasa Apple Inc., (dulunya Apple Computer)? Orang yang kini menjadi ujung dari rentetan beredarnya MacBook, iPod, iPhone dan berbagai gadget yang memukau itu. Dan tahukah kamu bahwa ia mendirikan Studio Pixar saat ia sendiri dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri (merujuk pada Apple Computer).

Ya, Pixar konon hanya membuat satu film panjang dalam setahun, hal ini untuk menjaga kualitas film yang dibuat menjadi sebaik mungkin. Walau kamu mungkin menemukan mereka membuat banyak film animasi pendek yang tidak kalah bagusnya. Tak pernah tergesa-gesa walau tetap bersaing ketat dengan studio sebesar DreamWorks si penghasil Shreks, KungFu Panda, dan lain-nya.

Lihat saja tahun lalu. Pixar meluncurkan Wall-E, sebuah film bertema futuristik yang luar biasa, walau kemudian kalah saing dari segi pendapatan dengan Kungfu Panda keluaran Dreamworks, namun memenangkan lebih banyak penghargaan.

Kali ini Pixar bersama Walt Disney meluncurkan sebuah film animasi berkelas lainnya: “Up”. Aku baru saja menontonnya, dan ini sungguh luar biasa. Bertema tentang seorang kakek (baca: laki-laki), yang berusaha memenuhi janji pada sahabat masa kecilnya (yang juga almarhum istrinya), untuk melakukan petualangan yang diimpikan sahabatnya itu, yang mereka tak pernah sempat lakukan bersama. Kocak, tak kalah menarik dengan Ice Age 3, romantis, dan yang paling menarik adalah Pixar tak pernah kehilangan kemampuan untuk menyapukan di atas rol-rol film mereka, kekuatan untuk mengungkapkan sisi kemanusiaan yang lembut, rapuh namun juga kokoh.

Hal lain yang menarik dari film ini adalah penggunaan musik latar yang luar biasa apik, biasanya aku melewatkan begitu saja musik latar karena jalan cerita. Namun kali ini sebuah musik klasik (ayo tebak judulnya apa?) yang membarengi kisah ini benar-benar mengalami aransemen yang luar biasa. Awalnya aku tidak sadar bahwa itu musik yang sama, namun berubah-ubah temponya sesuai dengan alur film dan suasana yang ditampilkan, ini seakan-akan membungkus film itu dalam lorong musikal yang utuh dari awal hingga akhir.

Dan tentu saja, jalan cerita yang sudah perlu diragukan lagi. Anda cukup beruntung jika bisa duduk menikmati film yang satu ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.