Anemia

Anemia didefinisikan sebagai suatu kadar hemoglobin di bawah nilai referensi (nilai referensi ini dapat menggunakan nilai referensi global maupun lokal berdasarkan epidemiologi).

Anemia dapat disebabkan oleh:

  • Menurunnya produksi sel darah merah: defisiensi besi dan/atau asam folat dalam nutrisi, penekanan fungsi sumsum tulang, beberapa jenis infeksi (HIV, leishmaniasis viseralis, dll).
  • Kehilangan sel darah merah: perdarahan akut maupun kronis (ancylostomiasis, dll).
  • Meningkatnya penghancuran sel darah merah (peningkatan hemolisis): infeksi malaria, intoleransi terhadap beberapa jenis obat oleh pasien dengan defisiensi G6PD (primaquine, dapsone, cotrimoxazole, derivat nitrofuran, dll), beberapa jenis infeksi bakteri atau virus (HIV).

Pada daerah tropis sering kali penyebab anemia saling berhubungan, dua penyebab yang paling utama adalah defisiensi nutrisional dan malaria. Kelompok usia yang paling rentan adalah anak-anak dan wanita muda, umumnya selama kehamilan.

Anemia sendiri bukanlah indikasi untuk transfusi. Kebanyakan anemia bisa ditoleransi dan dikoreksi dengan tata laksana etiologi yang sederhana.

Tanda-tanda klinis anemia

  • Tanda-tanda umum anemia: konjungtiva, membran mukosa, telapak tangan dan kaki tampak pucat; kelelahan, pusing berputar, edema pada tungkai, dispnea, takikardia, dan mumur jantung.
  • Tanda-tanda bahwa anemia dapat mengancam jiwa dengan segara: berkeringat, haus, ekstremitas menjadi dingin, takikardia, distress respiratorius dan syok.
  • Perhatikan juga tanda khusus keadaan patologis tertentu yang berkaitan: cheilosis, glossitis defisiensi nutrisi, jaundice hemolotik, tanda malaria.

 

Laboratorium

  • Kadar hemoglobin (atau jika hemoglobin tidak tersedia, hematokrit).
  • Hapusan darah tipis dan tebal atau RPD malaria jika dicurigai.

Terapi

Anemia Defisiensi Besi:

Elemen Besi PO:

  • Anak-anak: 3 hingga 6 mg / kg / hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi untuk minimum 2 bulan.
  • Dewasa: 120 hingga 180 mg / kg/ hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi untuk minimun 2 bulan.
  • Atau jika lebih disukai, memberikan suatu kombinasi elemen besi (65 mg) + asam folat (0,40 mg) PO.
    • Dosis dikalkulasikan dalam elemen besi.
  • Kombinasi dengan suatu antihemintik:
    • Albendazole PO (kecuali selama trimester I kehamilan)
      • Anak-anak usia 1 – 2 tahun: 200 mg sebagai dosis tunggal
      • Anak-anak di atas 2 tahun dan dewasa: 400 mg sebagai dosis tunggal; atau
    • Mebendazole PO (kecuali selama trimester I kehamilan)
      • Anak-anak di atas 1 tahun dan dewasa: 500 mg dalam dosis tunggal.

Anemia defisiensi asam folat

  • Asam folat PO
    • Anak-anak di bawah 1 tahun: 0,5 mg/kg sekali sehari selama 4 bulan
    • Anak-anak di atas 1 tahun dan dewasa: 5 mg/kg sekali sehari selama 4 bulan

Anemia hemolitik

  • Malaria: besi menjadi tidak efektif kecuali berhubungan dengan defisiensi besi. Berikan asam folat PO sebagaimana keterangan di atas. Lakukan terapi malaria sesuai standar.
  • Defisiensi G6DP: tidak ada terapi spesifik; terapi awal infeksi; hentikan obat-obatan yang dicurigai menyebabkan reaksi.

Terapi segera anemia yang mengancam jiwa

  • Oksigen, utamanya untuk anak-anak
  • Transfusi segera setelah menentukan golongan darah, pemindaian HIV, hepatitis B dan C, sifilis, malaria di daerah yang endemik. Untuk menentukan volume darah yang diperlukan dan laju transfusi, lihat tabel di bawah.
  • Oleh karena kondisi/prevalensi HIV pada masa kini, maka adanya pindai HIV terhadap donor merupakan syarat yang vital. Jika tidak tersedia kemungkinan dilakukannya pindai, maka tergantung pada penilaian dokter untuk mempertimbangkan risiko transfusi atau risiko kematian karena tidak mentransfusikan darah ke pasien. Semua transfusi yang tidak diindikasikan secara tegas adalah/merupakan  kontra indikasi yang tegas.
  • Memantau tanda vital (pulsasi, tekanan darah, laju napas, suhu tubuh) dan amati jika ada tanda-tanda klinis reaksi transfusi.
  • Pada beberapa kasus, khususnya pada anak-anak dengan malaria yang parah, anemia dapat menyebabkan gagal jantung yang dapat didekompensasi melalui transfusi darah. Jika (setelahnya) ditemukan tanda-tanda hipervolaemia: furosemide perlahan, IV langsung: 1 mg/kg tidak melebihi 20 mg/kg.
  • Jika ditemukan, terapi infeksi paru atau parasit yang ada (malaria).
  • Kalkulasi keperluan transfusi

    Pada dewasa:

    Menentukan volume “whole blood” yang akan ditransfusikan:

    V= (hemoglobin yang diperlukan dikurangi hemoglobin pasien) dikalikan 6 dikalikan berat badan pasien.

    Contoh:
    Hemoglobin diperlukan = 7 g/dL
    Hemoglobin pasien = 4 g/dL
    Berat pasien = 60 kg

    Volume (ml) = (7 – 4) x 6 x 60
    = 1080 ml

    Menentukan laju transfusi:

    (1 ml “whole blood” = 15 tetes)

    Contoh:
    1080 ml akan diadministrasikan dalam 3 jam

    1080 ml / 180 menit
    =  6 ml/menit
    = setara dengan 90 tetes/menit

    Pada anak-anak

    Bayi baru lahir dan anak di bawah 1 tahun:
    15 ml/kg dalam 3 – 4 jam

    Anak di atas 1 tahun:
    20 ml/kg dalam 3 – 4 jam

    Anak-anak dengan malnutrisi:
    10 ml/kg dalam 3 jam

    Contoh:
    Seorang anak malnutrisi dengan berat badan 25 kg

    10 (ml/kg) x 25 (kg) = 250 ml dalam 3 jam

    250 ml / 180 menit = 1,4 ml/menit
    = 21 tetes/menit

    Pencegahan

    • Defisiensi besi atau asam folat:
    • Suplemen obat-obatan (wanita hamil, dan anak dengan malnutrisi); elemen besi (65 mg) + asam folat (0,40 mg) PO.
    • Anak-anak: 1 – 2 mg elemen besi / kg sekali sehari selama 1 – 2 minggu, terapi bisa diulangi beberapa kali dalam satu tahun
    • Wanita hamil: 60 – 120 mg elemen besi per hari dalam dosis terbagi 2 pada masa pertengahan kehamilan hingga persalinan
  • Suplemen nutrisi diberikan jika diet dasar tidak mencukupi
  • Untuk pasien dengan penyakit sel sabit, terapi jangka panjang dengan asam folat PO 5 mg/hari.
  • Terapi kausatif awal seperti terapi malaria, infeksi helmintik, dan lain-lain.
  • Alih bahasa dari:
    Clinical Guidelines – Diagnosis and Treatment Manual 7th Ed, 2006.

    Tag Technorati: {grup-tag}anemia,kausatif,tanda,gejala,tata laksana,terapi,transfusi,dosis obat

     

    Quote of the day:
    We don’t see things as they are, we see things as we are. – Anais Nin

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.