Menjajal Theme Fusion: Mengapa Tema Blog itu Penting?

Apa yang menjadikan banyak orang tertarik menggunakan WordPress? Salah satunya mungkin karena berjuta tema (theme) yang tersedia untuk digunakan. Ada banyak penjelasan seperti yang saya utarakan pada “Mengapa Pindah Blog?

Tema menjadi bagian penting bagi si pemilik blog atau situs catatan pribadi seseorang di Internet. Terkadang memilih tema adalah hal yang tidak mudah bagi seorang pemilik blog, karena tidak semua pemilik blog memiliki kemampuan desain grafis atau pembahasan komputer yang diperlukan dalam menciptakan sebuah tema. Sehingga orang-orang seperti saya cenderung memilih tema yang sesuai dengan selera saya.

Memang tidak menyenangkan memang mengganti-ganti tema di blog kita, karena mengganti tema tidak hanya sekadar bongkar pasang pigura, namun juga memerlukan beberapa penyesuaian di sana sini. Pertama perlu mencari jenis-jenis tema yang sesuai, baik melalui mesin pencari Google atau Yahoo, maupun dari rekomendasi teman-teman kita. Cobalah tengok Yunaelis dalam tulisannya “Free WordPress Themes” yang telah menerapkan tema Notepad Chaos yang unik dan menarik itu ke dalam blognya. Atau mendesain web sederhana dengan satu kolom seperti oleh yang ditulis Dani Iswara dalam “Redesain Weblog Satu Kolom” mungkin akan membantu kita yang ingin tampil sederhana.

Lalu apa yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih tema blog? Pertama tentunya sesuatu yang saya suka – nah, bagaimana tidak, masakah saya harus memaksa memasang sesuatu yang tidak saya suka untuk blog pribadi saya – sehingga saya tidak merasa terlalu memaksa dalam mengelola blog.

Kedua, desain tema itu sebaiknya tidak terlalu banyak bercorak. Karena saya berpengalaman dengan desain yang bercorak terlalu banyak, tampaknya itu terlalu mengganggu pada masalah navigasi weblog yang kita kelola. Kebanyakan orang tertarik dengan hal yang sederhana dan ringan. Desain yang sederhana lebih memberikan poin ini dibandingkan dengan desain yang banyak corak. Desain yang sederhana juga memudahkan difabel untuk mengaksesnya. Untuk masalah ini, silakah baca lebih banyak di “Cara Difabel Mengakses Web” oleh Dani Iswara.

Ketiga, desain memberikan kenyamanan pada mereka yang mengaksesnya. Semisal huruf yang yang tidak terlalu kecil, latar yang membuat nyaman. Walau masih banyak pro dan kontra antara penggunaan latar gelap dan terang. Saya sediri tidak begitu mempermasalahkan latar gelap, sebagai tema Agregado yang yang sebelumnya ada di blog ini dengan latar kecokelatan. Walau memang harus diakui, latar gelap tidak selalu nyaman, lebih banyak orang memilih latar terang, dan latar gelap saya temukan umum digunakan pada blog-blog yang memiliki unsur multimedia lebih banyak, seperti blog dengan foto album (tentunya bukan tipe Foto Hitam Putih atau Sephia). Mungkin berkaitan dengan kontras dan kenyamanan selama membaca, topik mengenai latar belakang gelap pada sebuah halaman web bisa dibaca di “Web Readability on Dark Background” oleh Dani Iswara.

Sebelumnya saya menggunakan tema pada blog ini. Itu sebuah tema yang unik menurut saya, dengan latar cokelat dan tulisan putih serta header berwarna merah muda yang terang. Ringan dan cepat dibuka bahkan pada akses internet yang kalah lari dengan siput. Memiliki halaman beranda yang berbeda dengan halaman artikel, demikian pula dengan halaman arsip yang dibawanya. Jadi sementara saya simpan dulu tema yang unik itu.

Kemudian saya beralih ke tema Fusion yang sekarang saya gunakan. Selain memenuhi unsur yang saya sampaikan di atas, ada beberapa hal yang terdapat di Fusion namun tidak dimiliki Agregado, semisal sistem JQuery (sejenis Javascript), dan threaded comment (yang walaupun sudah umum, namun Agregado adalah tema klasik yang belum memiliki sistem ini) pada kolom komentar. Juga memiliki suatu sistem SEO yang berdiri sendiri dibagian theme function, jadi tidak perlu menambahkan plugin untuk meningkatkan SEO, walau pada blog ini saya tidak mengaktifkan bagian itu. Kostumisasi header dan warna tema juga hal yang umum yang tidak ada pada Agregado, namun saya rasa Agregado tidak memerlukan hal itu, karena warnanya sudah menarik.

Jika Agregado memiliki keunikan bisa mengganti bilah samping (sidebar) secara teratur sesuai dengan halaman yang kita tuju (beranda, arsip, artikel tunggal), maka Fusion memberikan alternatif untuk menggunakan sistem 2 kolom atau 3 kolom, secara asli tema ini akan menerapkan sistem 2 kolom. Namun ia juga memiliki bilah sisi di bagian footer, yang pada Agregado bilah sisih pada footer hanya tampil pada halaman beranda.

Sebenarnya sih jika bisa, saya ingin menggunakan CSS Fusion namun dengan latar belakang warna indah Agregado. Ha ha, but I am a frothbungling – like a friend said – what can I do? At least this theme would be nice for everyone.

Iklan

6 pemikiran pada “Menjajal Theme Fusion: Mengapa Tema Blog itu Penting?

    1. Wah…, saya kadang berpikir keras lho Bli. Apa anggota BBC semuanya orang berada ya, lha setiap buat theme baru, alamat baru, dll yang baru, pasti pada ngejot 😀

      Mungkin nanti kita makan bareng sekalian merayakan imadewira.com 🙂 (Btw, kayanya Putri juga hutang traktiran, hi hi)

      Suka

  1. yunaelis

    wow., saia disebut2..
    😀 GR!!

    umm., kalo saia sih, selalu pilih yang bikin cinta pada pandangan pertama.. nda ngerti soal SEO sih, jadi ya menulis di blog hanya untuk menuangkan isi hati, trus komen nyampah di mana2.,
    klo ada yg berkunjung balik ya sukur, nda jg nda apa2.. lebih bersyukur lagi kalo ada yg demen baca isi blog saia trus rajin2 dia mampir.,
    akh.. nikmatnya [*maaf, saia lg minum es kelapa muda.. :D]
    .-= yunaelis´s last blog ..Kata Motivasi #1 =-.

    Suka

    1. Santai, saya juga mirip koq, harus lihat dulu, kalau belum jatuh hati, rasanya ga tega meminang.

      Kalau masalah SEO saya juga sama-sama ga ngerti, makanya di blog ini saya tidak pakai apapun sebagai “booster” SEO.

      Saya sering diingatkan dulu mengapa saya menulis blog, yup…, mungkin sama seperti Yunaelis, menuangkan isi hati atau karena saya memang sekadar suka menulis.

      Hmm…, bagi dunk es kelapa mudanya 😀

      Suka

  2. dani

    Ini saya datang dari Google. Kembali ke selera. Sampai akhirnya nanti merasa jenuh gonta-ganti. Malah bikin sendiri. Atau nantinya menemukan yang benar-benar pas sesuai pertimbangan sana-sini. Mungkin memang butuh jam terbang juga. Seperti pilih-pilih Linux, berketetapan pada satu agama, jodoh, dan sejenisnya. 😀
    .-= dani´s last blog ..Hendaya Kognitif Mengakses Web =-.

    Suka

    1. Terkadang jika saya kembalikan, tidak ada yang sempurna seutuhnya di dunia ini. Namun dengan tetap mengambil kekurangan yang ada, kita bisa belajar menjadikannya lebih baik 🙂

      Kalau ketemu yang pas, ya digunakan, siapa tahu nanti seterusnya demikian.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.