Vegetarian dan Kesehatan

Wikipedia mengatakan bahwa:

Vegetarianism is the practice of following a diet based on plant-based foods including fruits, vegetables, cereal grains, nuts, and seeds, with or without dairy products and eggs.[1] Vegetarians do not eat meat, game, poultry, fish, crustacea, shellfish, or products of animal slaughter such as animal-derived gelatin and rennet.[1][2][3] A vegan diet is a form of vegetarian diet which excludes all animal products, including dairy products, eggs, and honey. A lacto-vegetarian diet includes dairy products but excludes eggs, an ovo-vegetarian diet includes eggs but not dairy, and a lacto-ovo vegetarian diet includes both eggs and dairy products.

Jadi dapat disampaikan secara sederhana, bahwa vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi sumber nutrisi hewani. Namun seperti apa dan bagaimana diet vegetarian ini serta apa saja keuntungannya, mari kita ulas sedikit demi sedikit. Ah…, jangan sampai lupa, saya bukanlah ahli nutrisi, jika ada kekeliruan pada tulisan ini, jangan segan untuk memberitahukannya pada saya.

Pengenalan Pada Diet Vegetarian

Apakah akan mengonsumsi daging ataukah tidak mengonsumsi daging… Mungkin ini apa yang ada di benak banyak orang. Dampak negatif konsumsi makanan hewani/daging pada kesehatan, kerusakan lingkungan yang berhubungan dengan penyediaan daging untuk dikonsumsi, kepercayaan agama, dan keinginan untuk menjaga dan menghargai hewan-hewan merupakan beberapa contoh alasan mengapa diet vegetarian semakin meningkat belakangan ini. Dan lebih banyak lagi orang-orang yang mengekspresikan ketertarikan mereka pada diet vegetarian  namun tidak melakukannya karena mereka tidak yakin bagaimana cara menerapkannya atau mereka belum siap melepaskan pola konsumsi daging. Kabar baiknya adalah ada banyak pilihan dan ada banyak bahan-bahan yang bisa menolong kita. Kunci agar diet ini dapat bermanfaat bagimu adalah dengan memahami nutrisi-nutrisi apa saja yang belum ada dalam hidanganmu, sehingga Anda tidak mengonsumsinya, dan bagaimana menyeimbangkan menu makanan anda tanpa unsur-unsur tersebut.

Ada Berapa Tipe Vegetarian itu?

Tipe Diet Vegetarian Makanan yang Anda Konsumsi Makanan yang TIDAK Anda Konsumsi
Vegan Hanya makanan dengan sumber nabati Semua sumber makanan hewani termasuk daging, unggas, tepung, ikan, susu, telur, keju, madu.

Juga menghindari: kulit, wol, sutra, berbagai sabun dan kosmetik yang berasal dari pengolahan hewan atau produk hewani.

Lakto-vegetarian Makanan dengan sumber dasar bahan nabati

Susu dan produknya seperti keju dan yoghurt.

Daging, unggas, ikan, telur.
Lakto-ovo begetarian Makanan dengan sumber nabati, susu serta produknya, telur. Daging, unggas, ikan
Fleksitarian (semi vegetarian) Makanan dengan sumber nabati, dengan sedikit porsi hewani. Makanan hewani dikurangi porsinya atau frekuensi konsumsinya.

 

Adakah Permasalahan Kesehatan yang Potensial dengan Pola Diet Vegetarian?

Banyak orang percaya bahwa tidaklah mungkin mengonsumsi seluruh nutrisi yang kita perlukan tanpa adanya daging dalam menu/makanan kita. Diet vegetarian dapat menjadi seimbang dalam pemenuhan nutrisi, namun memerlukan beberapa perencanaan untuk melakukan hal ini. Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa penyiapan sajian yang buruk adalah penyebab defisiensi nutrisional pada diet vegetarian, dan bukannya karena tidak terdapat sumber hewani di dalamnya. Diet vegetarian yang baik dan seimbang telah disetujui untuk berbagai tahapan kehidupan manusia, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, serta untuk atlet-atlet yang kompetitif.

Ada nutrisi-nutrisi yang berisiko tidak terpenuhi secara cukup, namun semua itu tergantung dari jenis makanan yang kita konsumsi. Berikut adalah nutrisi-nutrisi yang umum kurang terdapat pada diet vegetarian.

Asam Lemak Omega-3

American Heart Association (AHA) merekomendasikan “mengonsumsi ikan (secara khusus ikan yang berlemak) setidaknya dua kali dalam seminggu.” Lemak di dalam ikan menyediakan asam lemak omega-3, asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) yang esensial. Suplemen-suplemen Omega-3 dan makanan-makanan yang diperkaya dengannya mengandung sejumlah EPA dan/atau DHA yang beragam. Asam-asam lemak omega-3 telah ditunjukkan mampu memperlambat laju/progres atherosclerosis, menurunkan kadar trigliserida, bertindak sebagai agen antiinflamasi (anti peradangan), dapat membantu pada penderita depresi dan gangguan kepribadian lainnya, dan dapat mengentalkan darah. Dan masih dilakukan penelitian-penelitian guna mencari tahu apakah ada manfaat lain bagi kesehatan.

Untuk jumlah yang terbatas, tubuh Anda dapat menghasilkan EPA dari asam linoleat alfa (ALA), yaitu asam lemak esensial yang lainnya. Menurut berbagai penelitian, ALA tidak menghasilkan DHA, jadi ia tidak menghasilkan keuntungan yang dapat dibandingkan dengan asam lemak omega-3. ALA dapat ditemukan di sumber makanan non-hewani seperti pada minyak biji rami, biji rami, minyak canola, walnut, dan tahu. Penelitian menunjukkan bahwa minyak mikroalgae dapat menyediakan sumber asam lemak omega-3 bagi vegan dan vegetarian. Minyak mikroalgae kaya akan DHA seperti pada lemak ikan dan menyediakan jumlah EPA yang berkecukupan.

Satu hal lagi yang harus Anda pertimbangan ketika mencoba untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari mengonsumsi asam lemak omega-3 adalah jumlah asam lemak omega-6 yang Anda konsumsi. Asam lemak omega-6 adalah lemak esensial lainnya dalam diet kita. Asam lemak ini bisa ditemukan melimpah dalam diet harian kita. Sedemikian banyaknya sehingga kita perlu sedikit memangkas jumlahnya. Asam lemak omega-6 ditemukan pada sebagian besar minyak sayur, minyak kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari, dan minyak kacang tanah. Beberapa ahli menyatakan bahwa kita saat ini mengonsumsi asam lemak omega-6 sekitar 14 kali lebih banyak dibandingkan asam lemak omega-3. Tujuan kita adalah membuat pola konsumsi ini mendekati asupan yang seimbang, paling banyak, hanya 3 gram asam lemak omega-6 untuk setiap 1 gram asam lemak omega-3. Minyak biji rami, dan biji rami adalah satu-satunya sumber ALA yang diketahui tidak menyediakan asam lemak omega-6.

Oleh karena tidak ada panduan resmi mengenai bagaimana memperoleh jumlah asam lemak omega-3 yang berkecukupan dalam suatu diet vegetarian, ada beberapa rekomendasi yang dapat Anda ikuti:

  • Gunakan minyak ganggang mikro (microalgae oil) sebagai pengganti konsumsi lemak ikan.
  • Gunakan minyak biji rami atau biji rami (utuh atau dihancurkan/didedakan) sebagai sumber ALA. Jangan panaskan minyak ketika Anda menggunakannya.
  • Kurangi asupan asam lemak omega-6 anda dengan mengganti sebagian besar minyak sayuran/nabati dengan minyak tertentu seperti minyak zaitun (olive oil) dan minyak lobak (rapeseed oil).

Vitamin B12

Vitamin B12 melekat pada protein hewani. Telah ada penelitian dengan berbagai pertimbangan untuk menentukan apakah juga bisa diperoleh dari sejumlah tanaman. Sayangnya, vitamin B12 yang ditemukan pada tanaman tidak bisa digunakan oleh manusia. Suplemen yang diproduksi dengan sumber nabati telah mengandung analog vitamin B12, senyawa dan strukturnya menyerupai B12 namun tidak memberikan fungsi yang sama. Penelitian telah membuktikan bahwa menggunakan suplemen sejenis ini dapat secara nyata bersaing dengan vitamin B12, menghambat metabolismenya, dan meningkatkan risiko defisiensi vitamin B12, suatu kondisi serius yang dapat mengarah pada anemia dan kerusakan saraf yang tidak bisa dipulihkan kembali.

Vitamin B12 didapati pada makanan laut, susu, telur dan daging. Diet vegan memiliki risiko defisiensi tertinggi. Ada banyak makanan yang diperkaya dengan vitamin B12, jadi bagi seorang vegan mungkin mendapatkan jumlah nutrisi ini dengan mencukupi baik dengan ataupun tanpa suplemen. Rekomendasi bagi Anda untuk mencapai kecukupan vitamin B12 adalah:

  1. Mengonsumsi makanan yang diperkaya vitamin B12 dua atau tiga kali sehari.
  2. Gunakan suplemen B12 jika Anda tidak mampu mengonsumsi jumlah yang berkecukupan pada diet anda atau Anda sedang perlu menambah konsumsi vitamin B12 (lansia, wanita hamil dan menyusui).
  3. Jangan mengonsumsi suplemen folat berlebihan, karena dapat mengaburkan defisiensi vitamin B12.
  4. Rutin mengukur kadar vitamin B12 dengan bantuan/nasihat dokter anda.

Kalsium

Sumber kalsium paling dikenal adalah susu dan olahannya, yang sering dihilangkan atau sangat dibatasi dalam diet vegetarian, dan sepenuhnya dihilangkan dari diet vegan. Produk olehan susu menyediakan 70% dari kalsium susu dari populasi di Amerika Serikat. Sumber makanan non-susu yang menyediakan kalsium adalah tahu yang diperkaya kalsium, beberapa jenis temu/akar/umbi atau kacang-kacangan, dan susu kedelai yang diperkaya kalsium.

Faktor-faktor tertentu mempengaruhi berapa banyak sesungguhnya kalsium yang kita serap dari makanan, sebagaimana halnya jumlah kalsium dan vitamin D. Adanya vitamin D akan meningkatkan penyerapan, sementara adanya asam oksalat (oxalic acid) dan asam fitat (phytic acid) akan mengganggu penyerapan. Makanan yang kaya akan asam oksalat adalah bayam, rhubarb, ubi jalar, dan kacang-kacangan/buncis. Makanan yang kaya akan asam fitat adalah roti tanpa ragi, kacang-kacangan, biji-bijian, buncis mentah. Anda akan menyerap sejumlah kalsium pada makanan yang Anda konsumsi ketika terdapat asam oksalat dan asam fitat ketika mereka ada, namun tidak sebanyak ketika mereka tidak ada. Sebagai contoh, kalsium yang diserap dari buncis kering sekitar setengah dari kalsium yang diserap dari susu, dan kalsium yang diserap dari bayam sekitar sepersepuluh yang dari susu.

Berikut adalah rekomendasi sehingga dapat mengonsumsi kalsium secara berkecukupan:

  1. Mengonsumsi dua porsi produk susu per hari, dengan 200 mg didapatkan dari sumber makanan yang lainnya.
  2. Vegan harus mengonsumsi jus atau susu kedelai yang diperkaya kalsium setiap hari, makanan yang kaya kalsium sepanjang hari, dan pertimbangkan suplemen kalsium jika dirasa perlu.
  3. Asupan kalsium perlu dibagi-bagi dalam satu hari sehingga penyerapannya optimal. Kita tidak menyerap 500 mg kalsium secara efisien sekaligus, jadi tidak perlu mencoba mengonsumsi kalsium dalam jumlah banyak sekaligus.

Besi

Besi esensial bagi kesehatan dan transpor oksigen. Defisiensi besi menyebabkan kelelahan (mudah lelah) dan penurunan fungsi pertahanan tubuh (imunitas). Ada dua bentuk besi dalam diet: heme dan non-heme. Besi heme ditemukan dalam produk hewani, sedangkan besi non-heme ditemukan dalam produk nabati.

Jumlah besi yang diperoleh dan digunakan oleh tubuh dari makanan disebut sebagai penyerapan besi. Penyerapan besi dari besi heme berkisar antara 15% – 35% sedangkan penyerapan dari besi non-heme berkisar hanya 2% – 20%. Ada cara-cara untuk meningkatkan penyerapan besi non-heme dan memenuhi rekomendasi jumlah besi yang diperlukan:

  • Konsumsi vitamin C (buah jeruk, jus buah, cabai merah) pada saat yang sama saat kamu mengonsumsi makanan dengan besi non-heme akan meningkatkan penyerapan besi.
  • Jika Anda semi-vegetarian, mengonsumsi protein daging bersamaan dengan mengonsumsi makanan dengan besi non-heme akan meningkatkan penyerapan besi.
  • Kalsium, tanin (tannin), dan fitat mengganggu penyerapan besi. Tanin didapatkan pada teh dan kopi. Fitat telah disebutkan di atas. Konsumsilah makanan atau suplemen yang mengandung kalsium, fitat dan tanin secara terpisah dari waktu Anda mengonsumsi makanan/suplemen yang mengandung besi.
  • Saat Anda perlu suplemen, Anda perlu yang berupa garam besi sulfat ( ferrous fumarate, ferrous sulfate, dan ferrous gluconate). Jumlah besi yang dapat Anda serap menurun seiring dengan peningkatan dosis, jadi sebaiknya bagi suplemen Anda beberapa kali dalam satu hari. Besi dapat bersifat racun dalam dosis tinggi, jadi jangan mengonsumsi suplemen jika Anda tidak perlu dan berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum memulai menggunakan suatu suplemen.
  • Periksa kadar besi darah Anda secara teratur dan konsultasikan dengan dokter anda.

Berikut adalah tabel ringkasannya:

Nutrisi Fungsi Sumber non-vegan Sumber vegan
Vitamin B12 Menghasilkan dan menjaga sel-sel baru, membantu membuat DNA, membantu menjaga sistem saraf.
  • Hewan bercangkang (moluska), kerang
  • Hati banteng
  • Ikan salmon
  • Ikan trout
  • Sapi
  • Yoghurt
  • Tuna
  • Susu
  • Telur

Makanan yang diperkaya:

  • Sarapan sereal
  • Sayuran
  • Margarin sayuran dan bunga matahari
  • Burger vegetarian
  • Protein nabati yang dibentuk
  • Ekstrak ragi
  • Susu kedelai
Kalsium Kekuatan tulang, kontraksi dan pelebaran pembuluh darah serta otot, pengiriman pesan pada sistem saraf, pelepasan/sekresi hormon dan enzim
  • Susu
  • Keju
  • Keju kotakan
  • Salmon dengan tulangnya
  • Sarden dengan tulangnya
  • Yoghurt
  • Susu kedelai yang diperkaya kalsium
  • Jus diperkaya kalsium
  • Tahu diperkaya kalsium sulfat
  • Kedelai
  • Kacang kedelai
  • Sawi
  • Bok Choy
Besi Transpor oksigen, pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi sel, bagian integral dari berbagai protein dan enzim

Besi Heme:

  • Hati ayam
  • Tiram
  • Sapi
  • Kerang
  • Ayam
  • Tuna
  • Kalkun

Besi non-heme:

  • Miju
  • Kacang
  • Sereal dengan besi
  • Tahu
  • Gandum
Asam Lemak Omega-3 Melindungi dari atherisclerosis, menurunkan kadar trigliserida, bertindak sebagai antiiflamasi, membantu penderita dengan depresi dan gangguan kepribadian, mampu memekatkan darah

Lemak Ikan

  • Anchovy
  • Lele
  • Bluefish
  • Herring
  • Trout
  • Salmon
  • Tuna Putih (Albacore)
  • dsb

Sumber EPA dan DHA: minyak ganggang mikro (microalgae oil)

Sumber EPA:

  • Minyak biji Rami
  • Biji Rami
  • Minyak Lobak

 

Apa Keuntungan Diet Vegan dan Vegetarian?

Keuntungan-keuntungan di bidang kesehatan adalah alasan nomor satu mengapa orang memilih pola makan ini. Dietary Guidelines for Americans (Panduan Diet bagi Warga Amerika) mendukung keuntungan dari diet vegetarian: “Kebanyakan warga Amerika dari semua usia makan lebih sedikit jumlah produk biji-bijian, sayuran dan buah-buahan yang direkomendasikan, meskipun mengonsumsi makanan-makanan ini berhubungan secara mendasar guna menurunkan berbagai risiko penyakit kronis, termasuk berbagai tipe kanker.” Penelitian telah membuktikan bahwa mereka yang mengikuti pola vegetarian memiliki risiko kegemukan yang lebih rendah, demikian juga risiko rendah untuk penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, diabetes tipe 2, divertikulosis, penyakit ginjal, beberapa jenis kanker (termasuk paru dan payudara), serta batu empedu. Diet vegetarian juga menampakkan keuntungan bagi orang-orang yang tengah menderita diabetes tipe 2. Pada salah satu penelitian, 43% dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi diet vegan rendah lemak mengalami pengurangan dalam jumlah obat yang mereka perlukan.

Alasan keuntungan-keuntungan kesehatan ini dikarenakan karena rendahnya asupan lemak jenuh dan kolesterol, serta peningkatan asupan karbohidrat kompleks, makanan kaya serat, mineral tertentu dan zat fitokimia. Kolesterol hanya ditemukan pada makanan hewani, jadi diet vegan sepenuhnya bebas kolesterol.

Bagaimana Saya Dapat Mengembangkan Rencana Diet Vegan atau Vegetarian secara Mandiri?

Hal pertama yang harus ditentukan adalah apakah Anda masih akan mengonsumsi sumber makanan hewani atau tidak. Dalam hal ini tidak ada satu cara yang mutlak benar. Anda dapat mengonsumsi keju namun tidak mengonsumsi susu; atau Anda dapat memilih unggas namun tidak sapi. Anda bisa membuat rencana diet yang sesuai dengan gaya hidup Anda dan masukkan makanan yang Anda nikmati untuk dikonsumsi. Anda akan dapat  menikmati beberapa keuntungan kesehatan dari menu vegetarian walau pun Anda menerapkan pola diet vegetarian satu atau dua kali seminggu. Nyatanya, menambahkan menu vegetarian sedikit demi sedikit ke dalam diet Anda akan lebih memudahkan untuk berpindah ke pola hidup vegetarian jika Anda tidak terbiasa dengan pola makan ini.

Berikut beberapa kunci dalam menyeimbangkan asupan Anda.

Protein.

Protein adalah nutrisi esensial yang diperlukan dalam pertumbuhan, fungsi kekebalan tubuh, dan massa otot. Protein tersusun dari asam-asam amino. Ada asam amino yang mampu diproduksi oleh tubuh dan lainnya harus disediakan melalui diet. Protein adalah satu-satunya nutrisi yang meningkatkan rasa kenyang anda; artinya Anda tetap merasa penuh/kenyang di sela-sela waktu makan. Ini membuat protein menjadi bagian tak terpisahkan dalam perencanaan penurunan berat badan (baca kembali: Berat Badan Ideal).

Institusi kesehatan menyarankan bahwa orang dewasa sedikitnya mendapat 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Untuk mendapatkan berapa nilai yang Anda perlukan, lakukan perhitungan berikut:

Berat Badan Anda (kg) x 0,8 = ___ gram protein yang Anda perlukan per harinya.

Makanan hewani masih menjadi sumber protein yang paling tinggi dalam diet kita dan dapat menyediakan semua asam amino yang kita perlukan, menjadikan suatu protein yang lengkap. Setiap ons makanan hewani menyediakan 7 gram protein dan sejumlah lemak. Makanan laut dan unggas mengandung lebih sedikit lemak per penyajian dan menjadikannya memiliki nilai kalori yang lebih rendah. Jika Anda mengonsumsi daging, unggas atau makanan laut, Anda dapat menggunakan dek kartu sebagai bantuan mengira-ngira jumlah yang Anda konsumsi. Sepotong daging yang berukuran sebesar dek kartu kira-kira seberat 3 oz dengan 21 gram protein. Jumlah yang Anda makan bergantung pada jumlah kalori yang ingin Anda dapatkan dan sumber-sumber kalori lain yang juga Anda konsumsi. Anda dapat menggunakan berbagai macam takaran lain untuk mengira-ngira sesuai ketersediaan dan kreativitas anda.

Makanan nabati juga menyediakan protein, bersama dengan serat, beberapa vitamin dan mineral yang tidak akan Anda temukan pada sumber hewani. Satu-satunya keterbatasan protein ini adalah mereka tidak dipertimbangkan sebagai protein lengkap karena tidak mengandung semua jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh. Tentunya juga dengan satu-satunya pengecualian yaitu kacang kedelai dan quinoa (Chenopodium quinoa), yang dipertimbangkan sebagai protein lengkap. Kacang-kacangan, umbi-umbian, adalah sumber protein yang baik. Cara membuat mereka menjadi protein lengkap adalah dengan mengombinasikannya. Hidangan yang sangat populer yang menyediakan dua sumber protein tidak komplit dan menjadikannya protein lengkap adalah nasi dan buncis (nasi dari beras yang diperoleh dari gabah yang ditumbuh lebih baik daripada gabah yang digiling).

Berikut beberapa contoh protein nabati olahan yang populer.

Tahu, mengandung 9-11 gram protein per ons-nya. Tahu banyak ada di pasaran tradisional di seluruh negeri. Lebih banyak tentang tahu, klik di sini.

Tempe, sama seperti tahu berbahan dasar kacang kedelai, hanya saja tempe melalui proses fermentasi dengan sejenis rhizopus. Masyarakat Indonesia telah mengenal baik tempe. 1 Potong besar (1 cangkir) setara dengan 40 gram protein. Lebih banyak tentang tempe, klik di sini.

Keseimbangan

Tujuan dari semua jenis diet adalah mengonsumsi makanan seimbang yang menyediakan semua nutrisi yang diperlukan oleh tubuh anda untuk berfungsi secara baik. Piramida panduan makanan dikembangkan untuk menunjukkan pada masyarakat berapa banyak jumlah masing-masing jenis makanan yang diperlukan. Suatu takaran saji adalah ukuran standar, bukan jumlah yang sesungguhnya Anda konsumsi, yang disebut porsi. Sebagai contoh, sajian untuk seseorang adalah satu potong roti, dan porsi anda adalah dua potong, itu berarti Anda memiliki dua sajian. Jika Anda menginginkan efek kesehatan dari diet vegetarian, Anda perlu mengonsumsi makanan yang memberikan keuntungan ini. Hal ini berarti banyak sekali sayuran, buah-buahan, biji-bijian, berbagai sumber protein nabati, dan lemak yang sehat. Anda dapat memanfaatkan Piramida Makanan sebagai panduan.

Di mana saja sumber resep vegetarian dan vegan?

Vegan:

  1. http://www.veganrecipes.com/
  2. http://www.veganchef.com/
  3. http://www.veganmeat.com/recipie.html
  4. http://www.vegfamily.com/vegan-recipes/

Vegetarian:

  1. http://vegweb.com/
  2. http://www.vegcooking.com/
  3. http://www.vegetariansrecipes.org/
  4. http://www.vrg.org/recipes/
  5. http://vegkitchen.com/
  6. http://www.vegetariantimes.com/recipes/
  7. http://www.recipezaar.com/recipes/vegetarian

Di Indonesia bisa diperoleh melalui pranala berikut:

  1. http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2423.0
  2. http://sumansutra.wordpress.com/resep-vegetarian/
  3. http://www.vegetarian-guide.com/tag/resep-vegetarian
  4. http://infopemanasanglobal.wordpress.com/resepvegetarian/

Jika Anda memiliki pranala menuju halaman yang memuat menu masakan vegetarian lain, silakan hubungi saya. Akan saya tambahkan pada halaman ini.

Apa Saja Yang Ada Di Piramida Makanan Vegetarian?

Apa Saja Yang Ada Di Piramida Makanan Vegan?

Penting untuk diingat bahwa Anda dapat mengonsumsi kalori secara berlebihan jika mengikuti pola diet vegetarian atau vegan. Terlalu banyak makanan dapat mengarah pada penambahan berat badan dan permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan penambahan berat badan. Bagian dari mengonsumsi diet seimbang berarti menjadi tidak berlebihan. Anda juga bisa memasukkan banyak minum air putih dan berolah raga rutin dalam rencana anda. Ini mengenai menciptakan perubahan ke pola hidup yang sehat dan membuat pilihan yang “menghidupkan” tubuh dan jiwa anda secara tepat.

Beberapa sumber lain yang membahas vegetarian lebih jauh dan bisa membantu Anda

Nah, apakah Anda seorang yang tertarik dengan kehidupan vegetarian?

Saduran dari artikel asli oleh  Betty Kovacs di

Iklan

2 Comments

  1. langsung komen, sekedar sharing, saya pernah diet dengan vegetarian, hasilnya turun 7 kg dalam sebulan..
    .-= wira´s last blog ..Nenek Minah Mencuri 3 Kakao Diganjar Penjara =-.

    Suka

    Balas

    1. Wah…, banyak sekali turunnya Bli? Seperti iklan-iklan diet yang baca di selebaran saja. Walau tahu diet vegetarian bisa menurunkan berat badan, tapi saya tidak tahu bisa sebanyak itu dalam sebulan.

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.