8 Mitos Seputar Arthritis Rhuematoid

Rheumatoid Arthritis (RA) setidaknya diderita oleh 1% populasi dunia, namun kesimpangsiuran dan kesalahpahaman masih ada di seputar kondisi persendian yang parah dan umum ini. Ada banyak pemahaman yang berbeda-beda tentang rheumatoid arthritis (:eng).

Arthritis termasuk keadaan yang umum, namun sering kali rheumamatoid arthritis dikira sama dengan arthritis jenis lainnya. Walau kita masih bisa mengatakan bahwa kondisi masih termasuk kondisi yang agak misterius, penelitian dan pola terapi yang baru secara terus menerus mengubah pemahaman akan RA ini sendiri. Bahkan para ahli pun masih perlu banyak belajar tentang rheumatoid arthritis. Nah, kini kita akan membahas beberapa mitos yang beredar seputar kondisi ini.

Mitos no. 1: Arthritis Rheumatoid sama seperti Arhritis pada umumnya.

Fakta: Arthritis rheumatoid bukanlah arthritis pada umumnya. Apa yang dipertimbangkan sebagai arthritis pada umumnya adalah osteoarthritis, yang disebabkan oleh perlukaan atau proses penuaan. Osteoarthritis adalah penyakit persendian yang umum pada orang setengah baya dan manula.

Kebalikannya, arthritis reumathoid merupakan penyakit autoimun yang progresif dan kronis. Sebagai respons terhadap pencetus yang belum diketahui, tubuh membuat antibodi yang menyerang jaringannya sendiri. Serangan balik semacam ini kebanyakan mengenai persendian, meski mereka bisa mengenai bagian tubuh yang lainnya. Serangan penyakit, dikenal dengan sebutan flare-up, terjadi secara berkala, atau bisa terjadi terus-menerus pada beberapa orang. Orang-orang umumnya paling sering dibingungkan oleh kondisi ini – antara arthritis rheumatoid dengan osteoarthritis, kadang bisa jadi lebih membingungkan ketika orang-orang dengan RA juga menderita osteoarthritis.

Mitos no. 2: Hanya orang tua yang terserang arthritis rheumatoid.

Fakta: Pada kebanyakan orang yang menderita arthritis rheumatoid, penyakit bermula pada usia antara 30 tahun hingga 55 tahun. Ini hanya puncak rentang umur, bahkan remaja-pun bisa terserang, sedangkan orang tua mungkin menderita arthritis rheumatoid yang lebih parah – mengingat penyakit ini bersifat progresif dan mereka sudah cukup lama memilikinya.

Mitos no. 3: Arthritis rheumatoid bukanlah kondisi yang serius.

Fakta: Arthritis rheumatoid dapat mengancam kesehatan dan kemandirian anda, khususnya jika kondisi ini tidak dirawat dengan tepat. Orang-orang sering menunda pemeriksaan rutin bahkan bisa hingga berbulan-bulan, dan dalam waktu yang lama itu bisa terjadi banyak kerusakan pada persendian. Arthritis rheumatoid memerlukan diagnosis yang tepat dan terapi teratur guna melindungi persendian dari kerusakan lebih banyak. Baiknya, ini bisa melindungi fungsi kemandirian anda dalam jangka panjang.

Memiliki arthritis rheumatoid juga meningkatkan risiko kondisi-kondisi tertentu lainnya. Penyakit kardiovaskular, infeksi, dan penyakit paru lebih umum dijumpai pada orang-orang dengan arthritis rheumatoid.

Mitos no. 4: Kebanyakan orang dengan arthritis rheumatoid berakhir di kursi roda.

Fakta: Perjalanan penyakit ini pada masing-masing orang mungkin menuju arah yang berbeda-beda, namun kebanyakan orang tetap dapat hidup secara independen.

Karena sifat alaminya yang progresif, arthritis rheumatoid dapat menyebabkan disabilitas pada banyak orang. Mungkin dulu hal ini lebih banyak terjadi dibandingkan hari ini, karena sekarang terapi yang tersedia sudah jauh memberikan solusi yang lebih baik.

Mitos no. 5: Kebanyakan orang dengan arthritis rheumatoid tidak sanggup bekerja.

Fakta: Tugas-tugas dan kebiasaan kerja mungkin perlu diubah dengan adanya arthritis rheumatoid. Namun terdiagnosis arthritis rheumatoid tidak berarti seseorang akan mengalami disablitas seumur hidupnya.

Sekali lagi, mungkin mitos ini benar di waktu yang lampau. Namun kini kembali terapi bisa membantu orang bekerja dengan baik, meski jika terjadi serangan yang berat, seseorang perlu beristirahat dari kerjanya.

Mitos no. 6: Karena terapi arthritis rheumatoid bisa menjadi racun yang berbahaya, maka sebaiknya ditunggu dulu setelah penyakit menjadi lebih parah barulah memulai terapi.

Mungkin inilah mitos yang paling berbahaya. Kini ada banyak bukti bahwa terapi arthritis rheumatoid sedari awal dapat mencegah kerusakan sendi dan disabilitas. Idealnya terapi lebih baik dimulai sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Menunda terapi dapat memberikan konsekuensi yang lebih buruk di hari kemudian. Beberapa penelitian menduga bahwa terapi sedari awal dapat menunda berkembangnya arthritis rheumatoid secara besar-besaran pada beberapa orang.

Memang benar, obat-obatan yang digunakan untuk arthritis rheumatoid memiliki efek samping. Meski demikian, amat sangat jarang efek samping menjadi lebih buruk dibandingkan penyakit yang tidak terobati. Tes darah sederhana dan kunjungan ke dokter dapat membantu mendeteksi banyak efek samping yang serius dari pengobatan arthritis rheumatoid.

Mitos no. 7: Kebanyakan orang dengan arthritis rheumatoid juga menderita kanker.

Fakta: Orang-orang dengan arthritis rheumatoid memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk terkena limfoma/lymphoma (kanker darah), namun risiko keseluruhannya relatif kecil. Maksudnya, walau dengan risiko yang bertambah, namun hanya sebagian kecil orang dengan arthritis rheumatoid kemudian menderita limfoma. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian, setelah mengikuti lebih dari dua ribu orang dengan arthritis rheumatoid selama sekitar delapan tahun, 11 dari mereka menderita limfoma kemudian. Menurut perkiraan dalam suatu populasi, antara tiga dan delapan orang tanpa arthritis rheumatoid juga bisa menderita limfoma dalam kurun waktu yang sama.

Beberapa peningkatan kejadian bisa jadi karena meningkatnya peradangan pada arthritis rheumatoid, dan beberapa mungkin saja memang benar oleh karena pengobatan. Namun bagaimana pun juga, kebanyakan orang dengan arthritis rheumatoid tidak mendapatkan kanker.

Methotrexate, bisa menjadi sebagian yang memberikan masukan bagi peningkatan risiko. Namun para ahli reumatologi berpendapat, bahwa kita harus menimbang antara risiko dan keuntungan. Arthritis rheumatoid yang tidak dirawat sering kali menyengsarakan penderitanya, sementara limfoma adalah kondisi yang jarang, sering kali lambat berkembang, dan dapat dirawat.

Pada sisi lainnnya, risiko kanker kolorektal bisa diturunkan hingga 40% pada orang-orang dengan arthritis rheumatoid. Salah satu teori mengatakan bahwa seringnya penggunaan obat antiinflamasi yang disebut NSAIDs/OAINS (termasuk aspirin dan ibuprofen) pada pasien-pasien dengan arthritis rheumatoid membantu mencegah kanker kolon.

Mitos no. 8: Persendian yang nyeri dan kaku oleh karena arthritis rheumatoid harus diistirahatkan sepanjang hari.

Fakta: Sebaliknya sendi yang terkena arthritis rheumatoid perlu mendapatkan peregangan dan oleh raga.

Imobilitas pada orang dengan arthritis rheumatoid bisa menjadikannya tidak produktif. Ketika persendian kaku dan nyeri, memang wajar orang biasanya berusaha menghindari pergerakan. Namun, dengan tidak bergerak orang menciptakan lingkaran yang merugikan. Otot-otot di sekitar sendi memberikan kontribusi besar pada kekuatan dan kestabilan sendi. Semua otot perlu aktivitas rutin agar tetap sehat – maka gunakanlah atau Anda akan kehilangannya.

Setiap orang dengan arthritis rheumatoid dapat melalukan beberapa jenis olah raga ringan:

  • Gerak peregangan, hanya perlu upaya sedikit namun dapat membantu sendi tetap fleksibel.
  • Senam aerobik dengan tekanan minimum pada sendi, membantu meningkatkan kesehatan sendi, sebagaimana juga kesehatan jiwa dan raga secara menyeluruh.
  • Hindari kegiatan/senam/olahraga yang memberikan beban berlebihan pada sendi.

Adaptasi dari: Rheumatiod Arthritis: 8 Top Myths

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.