Buku Gurita Cikeas: Antara Asli dan Palsu

Belakangan ini marak rumor mengenai buku yang lumayan “menggegerkan”, buku tersebut berjudul “Gurita Cikeas” karya George Junus Aditjendro. Saya sendiri belum sempat membaca bukunya, karena sejak pertama kali terlempar di pasaran – buku tersebut segera menyusut dan malah kemudian muncul buku-buku dengan judul dan sampul serupa namun dengan isi yang berbeda (aspal) atau pun buku versi bajakan lain yang tidak jelas asal-usulnya. Sementara banyak protes yang muncul atas buku ini, mesti mereka yang protes sama juga belum membaca bukunya apalagi menelitinya, dan tidak sedikit juga yang mendukung buku ini mesti sama saja kebanyakan belum pernah melihat langsung atau membaca buku aslinya.

Saya sungguh kaget, sebenarnya sih tidak juga karena mungkin sudah lumrah, banyak sekali softcopy buku ini beredar di internet. Entah asli entah tidak, banyak yang menyediakan pranala unduhnya di situs masing-masing, baik dalam format PDF maupun format lainnya. Dan kebanyakan ini download link ini disediakan oleh narablog (blogger) kita sendiri di Indonesia.

Namun di sini saya tidak sedang membahas tentang isi buku itu, saya hendak mengajak para narablog sekalian untuk merenung kembali akan beberapa hal yang berarti ketika kita mencipta suatu karya.

Saya mengerti kadang kita antusias akan hal-hal menarik yang mengungkap kebenaran yang oleh banyak orang ditunggu. Sehingga kita segera menyebarluaskan hal-hal ini pada orang-orang yang kita kenal, sehingga mereka juga mengetahuinya.

Namun kita kadang lupa akan satu hal yang bernama “Hak Kekayaan Intelektual” dan “Hak Cipta” terhadap suatu karya. Buku – apa pun itu judulnya – ketika ia telah terbit telah mengandung hal cipta di dalamnya.

Sungguh disayangkan sebenarnya, jika narablog yang selama ini menggembar-gemborkan bahwa “blog adalah suatu karya cipta”, “jangan asal copy-paste” dan lain sebagainya yang menandakan karya mereka tidak ingin diganggu gugat – namun kini justru narablog sendirilah yang menyediakan softcopy sebuah buku tanpa seizin penulis dan penerbitnya, dan para narablog serta pengguna internet lainnya juga berebut untuk mendapatkan softcopy (yang ilegal) ini.

Apalagi jika diperparah ini hanya untuk menaikkan traffic suatu situs, ini justru akan menjadi hal yang amat memalukan bagi seorang narablog.

Jika Anda memang tertarik untuk mendapatkan bukunya, beli-lah satu yang orisinil – toh ini bukan untuk kepentingan dunia akedemik. Jika Anda berminat agar orang lain atau sahabat Anda tahu, belilah dan hadiahkan atau pinjamkan pada mereka. Di Indonesia setahu saya, belum ada penjualan untuk buku dalam bentuk digital. Atau jika tidak, mungkin Anda cukup beruntung jika menemukannya di perpustakaan.

Jadi, apakah kita (Anda dan saya tentunya) adalah mereka yang membantu menghentikan pembajakan? Ataukah sebaliknya – mungkin kita perlu sering kali saling mengingatkan. Karena kita secara tak sengaja sering kali melakukan kesalahan yang sama.

Iklan

13 pemikiran pada “Buku Gurita Cikeas: Antara Asli dan Palsu

  1. Buku yang disebar via milis itu ya ? sudah tak donlot, dan diprint out… tapi blom sempat baca, keduluan bapak… 🙂
    Padahal tadi sempat mampir di Corsica jalan Sumatra, buku itu masih ada stoknya kok…
    .-= PanDe Baik´s last blog ..Mari Berbenah Diri =-.

    Suka

    1. He he, setelah diklarifikasi oleh penulis, kini penjualannya sudah mulai merebak lagi.

      Sebenarnya sih ada cara yang lebih sopan, semisal kalau penyedia software biasanya bilang, silakan dicoba dulu, jika tertarik Anda boleh membeli. Kalau di luar negeri biasanya untuk buku elektronik, silakan dibaca dulu, jika bagus Anda bisa membeli untuk membantu penulis menerbit buku yang lebih baik lagi di massa depan. Jadi penyebar kopi seperti itu sah saja, hanya saja di Indonesia setahu saya tidak ada ketentuan seperti itu.

      Suka

    1. Wow, fotokopi saja sampai semahal itu, apalagi aslinya – atau mungkin lebih murah ya?

      Memang sulit sih mencari buku aslinya, saya dengar toko buku besar seperti gramedia masih enggan memasarkannya.

      Suka

  2. Desain Lansekap

    Kita tunggu saja kabar selanjutnya mengenai kasus ini… saya sih rada nggak percaya :D… Kunjungan perdana…Salam kenal ya…
    .-= Desain Lansekap´s last blog ..Tips Memilih Lokasi Taman Air Yang Ideal =-.

    Suka

    1. Desain Lansekap,

      Jika kasusnya tidak ada di ranah abu-abu, mungkin tidak akan menarik ditayangkan atau didepatkan dalam acara khusus di televisi 🙂

      Salam kenal juga 🙂

      Suka

  3. dani

    Yang pasti, stasiun tv berita bakal punya bahan yang hot. dibanding inpotenmen. 🙂

    Semangat berbagi kadang melupakan hal-hal prinsip. Benar tidaknya, asli tidaknya, sedikit banyak bisa menyesatkan informasi.

    Pokoknya ini bakal jadi kasus yang menarik di pergantian tahun. Aya aya wae. 😀
    .-= dani´s last blog ..Rolling Release Distro Linux =-.

    Suka

      1. dani

        kalo ngga ada apa-apa, harusnya ngga perlu kebakaran jenggot.

        just contact me.. 🙂
        .-= dani´s last blog ..Rolling Release Distro Linux =-.

        Suka

  4. suzan

    jujur jadi penasaran pengen baca buku ini, entah karena terprovokasi sama aksi marketingnya yang heboh… karena ada cekal-cekalan… tapi yang pasti udah pesan dari teman, karena di Palembang,buku ini tidak beredar

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.