Film Avatar – Just A Movie

Beberapa waktu yang lalu saya ditraktir nonton film Avatar oleh seorang senior yang baik. Katanya sih ini termasuk film terbaik di akhir tahun 2009 yang akan diputar di sepanjang bioskop di Indonesia – mungkin mengalahkan film lokal Sang Pemimpi yang sedang diunggulkan. Film Avatar adalah film semi animasi, sebagaimana film Transformer 2 yang sempat memadatkan bioskop beberapa bulan yang lalu. Ya, karena dapat nonton gratis – apa boleh buat, ini tidak boleh disia-siakan.

Beberapa orang tentu sudah secara umum mengenal kata “Avatar” sejak munculnya ikon “avatar” yang pertama kali secara luas dikenalkan oleh Yahoo melalui Yahoo! Messenger-nya yang terkenal itu, bahkan mungkin belakangan ini bertambah lagi sejak ditayangkannya berulang kali film berseri “Avatar: Legend of Aang – The Last Air Bender” di salah satu stasiun televisi swasta. Namun jauh dari itu kata “Avatar” sudah dikenal di muka bumi sejak ribuan atau puluhan ribu tahun yang lalu, berasal dari kata “Avat?ra” yang dalam bahasa Sanskerta berarti personifikasi Tuhan ke dalam wujud makhluk hidup. Beberapa tokoh dalam dari kata asli Avatar sendiri sudah tidak asing dijumpai di nusantara, seperti Sri Rama dalam kisah pewayangan Ramayana, Sri Krishna dalam kisah Bharatayuda dan Sidharta Gautama – Sang Budha.

Tentu Film Avatar karya James Cameron ini tidak berkisah sebagaimana kisah Avatar klasik tersebut. Ini mengisahkan sebuah imperialisme manusia di satelit sebuah planet (kamu bisa menebak itu planet apa?), mencari mineral yang bisa dijual dengan harga mahal – mungkin karena di bumi sudah mengalami krisis energi dan berbagai macam masalah lainnya.

Dikisahkan dalam satelit tersebut (maaf – ini satelit alami, seperti bulan pada bumi), sudah dihuni terlebih dahulu oleh native (penduduk asli) yang disebut bangsa Na’vi. Sebuah bangsa yang primitif dalam bidang penguasaan teknologi, namun jauh lebih advance dalam hidup harmonis bersama alam dan lingkungannya. Persilihan timbul akibat manusia yang hendak mendapatkan mineral di tempat tinggal bangsa Na’vi ini, sehingga manusia menggunakan peralatan perang canggihnya untuk memulai mengusir dan membantai bangsa Na’vi. Tentu saja ada intrik lain yang terlibat, yang lebih asyik jika kita saksikan sendiri.

Sebenarnya saya ingin memberikan review tentang film ini, namun saya urungkan, he he, biasanya review yang saya buat agak kejam seperti ketika membuat review tentang Film 2012. Ya, silakan saksikan dan nikmati saja filmnya. Jika saya sendiri menganggap film ini biasa saja, jika memang ada film yang saya ajukan untuk film terbaik tahun ini, pilihan itu tetap ada pada Film UP oleh Studio Pixar.

Iklan

16 pemikiran pada “Film Avatar – Just A Movie

  1. hielmy

    mungkin kurang “mendalami” ceritanya *halah* 😀
    saya sendiri nonton film itu bukan serasa nonton film, tapi dokumentasi atau visualisasi dari kisah nyata yang diceritakan kembali begitu nyata.
    saya sudah main 2 game (Delta Force dan Army Ranger) yang berlatar belakang kejadian itu, membaca beberapa artikel di majalah tentang kisah itu, dari sisi Navy seal dan satuan SOAR. banyak detail diceritakan, jadi pas nonton itu sambil membayangkan apa yang diceritakan di artikel2 tadi, hehe…
    yang belum saya baca justru bukunya itu sendiri yang diadaptasi jadi film.

    Suka

  2. hielmy

    komedi juga saya suka, cuma kalau komedi ngga long lasting, murni hiburan kalau itu 🙂
    Public enemy belum nonton, tear of the sun bagus sih, cuma tetep bagusan BHD 😀

    Suka

  3. hielmy

    yup, kalo menurut saya film ini hanya memanjakan mata saja. visual effectnya luar biasa. tp yang belum terkalahkan dari film ini adalah budget yang paling tinggi, dan pendapatan yang tinggi juga 😀

    film bagus sepanjang masa menurut saya: black hawk down, armageddon, Forrest gump, the excorcist dan trilogy God Father 🙂 mending nonton itu aja…

    Suka

  4. hielmy

    hmm… kebetulan saya sendiri sudah menyaksikan langsung film Avatar walaupun bukan versi 3D (versi biasa). menurut saya film ini bagus, apalagi dari segi visualnya yang bener2 hebat. apalagi setelah menyaksikan bagaimana visual efek dalam film ini dibuat. bener2 luar biasa. tapi dari cerita, memang bagus tapi tidak istimewa seperti yang banyak dibicarakan orang. tidak terlalu “berat” dan gampang ditebak, malah tidak begitu original (mirip cerita pocahontas). tapi kalau dibilang biasa sih ngga biasa juga, memang luar biasa 😀

    Suka

    1. Mas Hielmy,

      Kalau disejajarkan dengan film-film biasa, ya tentunya karya James Cameron ini luar biasa dong 😀 – tapi kalau disejajarkan dengan film-film besar (maksudnya ber-budget besar, kru besar, sutradara besar, studio besar) entah kenapa film ini malah jadi biasa saja 🙂

      Saya juga nonton yang non-3D kok.

      Suka

  5. vivie

    nyambung dikit kenape????
    bicara avatar atau atau nich????!!!!

    film nya keren abisssssssssssssssssssss

    s nya aja double sampe kuadrat 20………ha.ha.ha

    Suka

    1. Vivie,

      Kan tidak semua isi tulisan mesti nyambung 🙂

      Memang menurut banyak orang film ini bagus, saya sepakat kalau film ini memang bagus.

      Yang saya sayangkan adalah film ini berpotensi lebih bagus lagi, namun terlalu banyak hal yang konyol dalam cerita itu.

      Kalau hanya mengamati jalan cerita dan special effect yang dramatis, mungkin yang konyol-konyol ini tidak akan tampak. Karena penonton begitu dimanjakan. Kadang saya melihat ada hal-hal yang terlalu dipaksakan dalam film ini.

      Jadi begitu kita duduk di bioskop sambil nonton film-nya, jangan hanya bilang “WOW” – walau boleh sih 😀 – namun apa ya seperti itu, mengapa tidak seperti ini? Atau mengapa tidak demikian?

      Kalau orang kehilangan kekritisannya, mungkin tidak akan ada yang ditemukan apa pun yang kurang – pokoknya film ini sempurna – yah…, itu sih oke juga 😉

      Dan bukan saya saja yang berpendapat demikian, banyak yang lain – dan saya lihat rating film ini semakin melorot karena banyak kritikan. Sebagai contoh ada di sini.

      Karena saya menemukan banyak yang nyleneh di film inilah saya batal melanjutkan menulis review-nya, kasihan juga – toh film ini masih bagus jadi hiburan 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.