Menonton Film Sherlock Holmes

Siapa yang tidak kenal Sherlock Holmes, tokoh detektif rekaan dari akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang paling terkenal di dunia. Aku pun menyukai membaca  novel-novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle – si pencipta tokoh Sherlock Holmes ini. Hari itu saya berkesempatan menonton film terbarunya, rasanya kangen juga setelah terakhir menonton “Young Sherlock Holmes” bertahun-tahun yang lalu.

Dengan teknologi pembuatan film masa kini, mungkin akan ada banyak kejutan dalam film tersebut. Saya pun menjadi begitu bergairah menontonnya.

Begitu pertama kali layar terbuka, suara musik dan latar jalan-jalan kota Inggris awal abad ke-19 begitu kental. Mereka tampaknya tidak berusaha membuat gambarnya menjadi cerah, namun justru mempertahankan kecemerlangan yang rendah yang membuat suasananya semakin kental. Sekejap membuat saya lupa bagaimana gambaran tokoh-tokoh Holmes, Watson atau pun Lestreide, di novelnya. Di awali dengan sentuhan deduksi khas Holmes, kemudian memasuki kehidupannya secara singkat benar-benar memperkuat karakter Holmes dalam film ini.

Ada beberapa bagian yang saya agak kesulitan mengikutinya, mungkin karena penggunaan latar yang gelap apa lagi dengan cerita yang berbumbu misteri. Anda akan merasakan hal yang sama ketika membaca seri Hound of the Beskervilles atau pun The Adventure of The Sussex Vampire. Namun mungkin inilah yang selalu ada dalam kisah Holmes, misteri yang memberikan kejutan, kemampuan deduksi yang tidak biasa, dan memang kebiasaan si tokoh yang tidak biasa.

Ada banyak tokoh detektif rekaan yang terkenal, namun tidak ada yang seterkenal Sherlock Holmes, bahkan ilmunya yang dulu hanya ada di novel, kini banyak yang menjadi panduan resmi di dunia forensik. Sherlock Holmes telah menularkan betapa pentingnya suatu kejelian dalam mengamati masalah hingga ke hal-hal kecil yang acap kali terlewatkan oleh kebanyakan orang.

Walau sebenarnya ingin melihat Holmes yang pandai bermain anggar, namun dari caranya bertinju dan memainkan tongkatnya di film ini sudah cukup memperlihatkan kemampuan yang seharusnya dimiliki seorang Holmes. Walau sebenarnya ingin melihat Holmes menggesekkan biolanya, namun pizzicato yang ia mainkan sudah cukup memperlihatkan watak seorang Holmes.

Terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangannya. Sherlock Holmes adalah satu film awal tahun 2010 yang saya sukai. Silakan nikmati jalan ceritanya yang seru, karena saya tak akan menceritakannya 🙂

[poster dicuplik dari: di sana sini senang]

Iklan

2 pemikiran pada “Menonton Film Sherlock Holmes

    1. Berarti kebalik ya Bli, saya suka Sherlock Holmes maka saya suka komik Detektif Conan, tapi masalahnya ada yang lebih suka kalau komik detektif, yaitu komik QED (Quod Erat Demonstrandum) 🙂 – cerita lebih natural dan lebih berlogika dibandingkan Conan menurut saya 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.