Bergabungnya Raksasa Google dan Avast Antivirus

Akhirnya langkah kerja sama antara perusahaan Google dan Alwil Software (pemilik Avast Antivirus) semakin bisa dipastikan. Semakin dekatnya jadwal peluncuran versi terbaru Avast Antivirus 5 setelah berbagai uji coba versi betanya dilakukan lebih di setengah juta komputer di seluruh dunia, dan para penguji yang sebagian besar pengguna avast menyatakan kepuasannya terhadap produk beta. Versi terbaru akan diluncurkan sekitar akhir Januari 2010 – setelah tertunda berkali-kali, sejak November 2010. Para staf Avast melalui forumnya menyampaikan bahwa mereka sedang tidak dalam tekanan dan tidak terburu-buru melepas versi 5 ke pasaran, mereka memilih menyempurnakannya sehingga benar-benar siap digunakan.

Terlepas dari Pro dan Kontra di forum saat proses instalasi avast antivirus terbaru menyertakan opsi “apakah Anda juga ingin menginstal peramban Google Chrome?” Lebih banyak pengguna avast walau kontra, namun tidak berkeberatan tentang poin ini.

Kini Google memilih avast untuk disertakan dalam Google Pack. Bisa dikatakan bahwa Google Pack adalah sebuah paket yang berisi kumpulan peranti lunak (software) gratis bagi penggunanya yang didistribusikan ke seluruh dunia. Namun sayang paket yang tersedia untuk bahasa Indonesia belum ada, silakan merujuk kembali di sini.

Avast Free Antivirus (dulunya dikenal sebagai Avast Home Edition) yang disertakan pada google pack adalah paket biasa dari Avast Free Antivirus itu sendiri, dalam artian produk itu tidak mengalami penciutan. Kerja sama ini terjadi lebih dikarenakan ketertarikan kedua perusahaan pada filosofi mereka yang mirip, bahwa produk yang baik dengan fitur yang lengkap tidak mesti selalu harus dipaksakan dijual pada pengguna sebagai produk premium. Avast dan Google mungkin sama-sama percaya, bahwa mereka tidak akan mati karena membagikan produk kualitas terbaik mereka ke seluruh dunia dengan gratis – sementara pihak avast sering menyampaikan, bahwa mereka memiliki cara lain untuk mendatangkan uang dan itu tidak menjadikan alasan untuk tidak memberikan antivirus dengan perlindungan penuh secara cuma-cuma pada para penggunanya. Hal ini membuat avast disukai dan didukung oleh banyak orang di seluruh di dunia, bahkan saat akhir Desember yang lalu, pengguna terdaftar avast telah mencapai 100.000.000 di seluruh dunia.

Produk versi 5 free akan memiliki fitur berikut:

  • Antivirus
  • Antispyware (anti peranti lunak mata-mata)
  • Blocking of malicious website (memblokir situs jahat yang mungkin menyebarkan virus ke komputer pengunjungnya)
  • Blocking of hijacked or infected website (memblokir situs yang terinfeksi atau tersusupi oleh program jahat)
  • Behaviour blocking (menahan perilaku yang mencurigakan dari sistem/program tertentu)
  • Heuaristic and Signatures Detection (deteksi berdasarkan virus signature dan pola kerja yang membahayakan dari kecurigaan adanya virus)
  • Scheduled, on-demand, and real time scanning (pemindaian otomatis, terjadwal, dan sesuai permintaan)
  • Gaming and Full Screen mode (mode game dan layar penuh).

Hmm…, namun sepertinya harus menunggu rilis Avast Antivirus 5 dulu, dan membuat Google kawasan Asia Pasifik atau Asia Tenggara untuk menendang Spyware Doctor dari paketnya, he he, no offense. 😀

Sedangkan pengguna Linux dan Mac OS harus menunggu lebih lama lagi, karena avast 5 untuk versi itu belum akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Iklan

16 Comments

  1. Lha, sejak kapan nih jadi duta, mungkin besok kita bisa tanya kalau ada pemilihan Miss. Avast untuk lokal Indonesia :)Pemasukan avast dari dulu sama seperti Linux, melindungi korporat besar dan server saya rasa. Ga mungkin ga menagih ke rakyat kecil seperti kita 😀

    Suka

    Balas

  2. Sepertinya Avast makin 'membumi' dengan merangkul Google. Apa strategi Avast selanjutnya? Darimana saja peluang pemasukan Avast nantinya? Memang serasa bertanya ke duta Avast. 😀

    Suka

    Balas

  3. Sepertinya Avast makin 'membumi' dengan merangkul Google. Apa strategi Avast selanjutnya? Darimana saja peluang pemasukan Avast nantinya? Memang serasa bertanya ke duta Avast. 😀

    Suka

    Balas

    1. Lha, sejak kapan nih jadi duta, mungkin besok kita bisa tanya kalau ada pemilihan Miss. Avast untuk lokal Indonesia :)Pemasukan avast dari dulu sama seperti Linux, melindungi korporat besar dan server saya rasa. Ga mungkin ga menagih ke rakyat kecil seperti kita 😀

      Suka

      Balas

    1. Mas Iskandaria,Home Edition dan Pro Edition tidak berbeda dari kualitas kemampuan menangani virus, bedanya di Pro Edition ada push update dan script blocker. Push update sendiri tidak terlalu perlu bagi kita, karena kita jauh dari server mereka, dan rilis update hanya dua kali sehari (normalnya) – jadi dengan sistem biasanya pun masih bisa dengan baik. Sedangkan script blocker sekarang sudah bisa disubstitusi dengan kemampuan peramban yang ada kini. Firefox dan Opera sudah memiliki kemampuan ini, apa lagi kita menambah pengaturan keamanan. Firefox bahkan bisa ditambah dengan plugin NoScript :)Saya memakai versi avast profesional sebagai tanda terima kasih saja koq, sudah bertahun-tahun mendapatkan versi home secara gratis :DYah, semoga rilisnya tidak ditunda lagi. Habisnya mereka terlalu perfectionis, kalau belum stabil benar, tidak akan dirilis.

      Suka

      Balas

  4. Wow! Sepertinya bakal ganti antivirus nih. Selama ini pake NOD. Cukup tangguh juga sih. Klo browser uda pake Google Chrome. Hmm… kayaknya lebih klop dikombinasi dengan Avast ya…

    Suka

    Balas

    1. Mas Deddy,Ternyata banyak juga yang memakai Google Chrome, beberapa waktu lalu Chrome menyalip Safari ke peringkat ke-3 peramban yang paling banyak digunakan. Tapi memang belum ada yang bisa menggeser Firefox :)Monggo Mas, yang mana saja sepertinya bagus. Tergantung pemakaian dan pengaturan sebenarnya menurut hemat saya.

      Suka

      Balas

  5. Wah, aku selama ini pakai AVG, tetapi aku penggemar berat Google.Apakah Avast lebih baik dari AVG? Kalau iya, aku pindah nih… demi Google lol. Segitunya.

    Suka

    Balas

    1. Bantal,Saya rasa tidak ada satu produk yang absolut lebih baik dibandingkan produk lain.Kalau tidak salah tahun 2004-2005 produk terbaik dipegang Kaspersky, tahun 2006-2007 oleh ESET NOD32, tahun 2008 oleh AVIRA, tahun 2009 kemarin oleh Symantec/NORTON, semuanya berubah seiring waktu. Kalau lengkapnya dan update terbaru bisa ditengok di: http://av-comparatives.org/Saya rasa Google tidak memilih avast karena avast paling baik, demikian juga sebaliknya. Namun karena kesamaan filosofi, bahwa produk terbaik bisa diberikan tanpa biaya bagi penggunannya. AVG misalnya memberikan antivirus, tapi jika perlu antispyware harus membeli – setahu saya begitu – CMIIW, tapi avast melepas produk penuhnya secara gratis.Jadi tidak masalah apakah pengguna avast mau memakai google atau yahoo atau bing, demikian juga pengguna google apakah akan menggunakan avast, AVG, AVIRA, atau produk antivirus lainnya. Kerja sama ini hanya menandakan bahwa mereka memiliki visi yang serupa.

      Suka

      Balas

      1. Justru itu, aku menggunakan google karena cocok dengannya. Google merangkul avast karena cocok dengan nya. Berati aku juga cocok dengan avast (harusnya). Hehe, aku baru tau kalau avast itu sepenuhnya gratis. Dulu pernah pakai kaspersky tetapi karena model licensing, sempat void gara gara terlalu sering re-format dan males procedure register key nya sana sini. Jadinya pakai gratisan saja.Cobain avast ah.

        Suka

        Balas

        1. Bantal,He he, kalau AV gratis sepertinya banyak deh, produk luar selain avast, AVG dan AVIRA, masih ada Cloud AV (punyanya Panda Antivirus), MSE (Microsoft Security Essential), CIS (Comodo Internet Security), etc. Kalau di dalam negeri sendiri ada PCMAV dan SmadAV :)Avast Home edition 4.8 bisa diunduh di: http://www.avast.com/eng/download-avast-home.htmlAvast Free AV 5 beta + AIS (avast Internet Security) beta: http://forum.avast.com/index.php?topic=53407.0;… (rasanya ini versi beta terakhir yang ada, atau menunggu rilis resmi di akhir Januari nanti).Avast yang /free/ juga pakai register lho, hanya saja registernya gratis berlaku 1 tahun, jika habis/kadaluarsa tinggal minta lagi dan tetap gratis seterusnya (ini untuk kepentingan statistik penggunanya).

          Suka

  6. entah mengapa saat ini google terasa sedang banyak mengembangkan proyek-proyek software. dalam hal ini mungkin google ingin menjadi yang no. 1 dalam banyak bidang dunia komputer.

    Suka

    Balas

    1. Liudin,Semua mesin pencari pasti ingin menjadi yang no. 1, karena dari sanalah mereka memperoleh penghasilan. Seperti usaha raksasa Mircosoft yang mengget Yahoo Inc. semuanya pasti punya trik tersendiri.Makasih sudah mapir 🙂

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.