Mengapa Olah Raga Membuat Anda Tetap Muda?

Orang-orang yang teratur berolah raga umumnya bertahan tetap muda walau usia mereka menua, dan kini ada penelitian baru pada tingkat seluler yang bisa jadi mampu menjelaskan hal ini.

Dibandingkan dengan mereka yang tidak berolah raga, para pelari elit memiliki sel-sel tubuh yang tampak jauh lebih muda jika dilihat di bawah mikroskop.

Secara lebih spesifik, para penyelidik mengukur panjang telomer –struktur DNA pada ujung-ujung kromosom yang menyerupai untaian benang. Seperti halnya penahan plastik yang berada di ujung-ujung tali sepatu yang mencegahnya dari berjumbai, demikianlah telomer melindungi melindungi kromosom yang membawa gen selama pembelahan sel.

Setiap kali sebuah sel membelah, telomer-telomer dalam kromosomnya memendek. Ketika telomer menjadi terlalu pendek, sel tidak dapat lagi membelah dan kemudian mati. Peneliti kini percaya bahwa pemendekan telomer merupakan hal kritis dalam proses penuaan, membuat orang-orang lebih rentan terhadap penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Menurut peneliti, telomer bisa dianggap sebagai jam biologis. Jika mereka memendek melebihi dari panjang kritis, maka proses kematian sel terprogram pun dimulai.

Olah Raga dan Telomer

Penelitian yang baru dengan studi pada hewan dan manusia dirancang guna menyelidiki dan menentukan bagaimana dampak olah raga pada panjang telomer.

Pada penelitian hewan, tikus yang berlari di roda berputar untuk setidaknya dalam kurun waktu tiga minggu menunjukkan bukti terjadinya peningkatan produksi protein-protein penstabil telomer (telomere-stabilizing proteins) yang melindungi sel dari kematian. Dalam penelitian pada manusia digunakan dua kelompok secara garis besar yang terdiri dari orang-orang usia baya. Kelompok pertama adalah atlet-atlet profesional yang setidaknya lari sejauh 50 mil setiap minggunya secara teratur selama bertahun-tahun, sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok yang sehat secara fisik namun bukan atlet dan tidak berolah raga secara rutin. Kelompok pertama ternyata memiliki telomer yang lebih panjang.

Tidak mengherankan jika para atlet memiliki detak jantung yang lebih lambat ketika berisitirahat, tekanan darah yang lebih rendah, dan juga lemak tubuh yang lebih rendah. Beberapa diantaranya bahkan memiliki telomer seperti pada orang-orang yang 10 tahun lebih muda.

Dikutip dari: Molecular Proof: Exercise keeps you young.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.