Lenyapkan Plagiator Blog Ala Houdini

Pertama sekali, ini hanyalah tulisan iseng. Anda disarankan dengan sangat amat untuk tidak mengikuti apa pun yang dijelaskan. Karena jika Anda memaksa, risiko ditanggung sendiri. Ah…, terkadang saya terdengar agak kejam juga.

Ada beberapa metode mencegah plagiat blog sebagaimana saya ulas dulu dalam “Panduang Memerangi Plagiat Blog” tentu saja dengan cara-cara yang masih manusiawi, he he…, setidaknya masih dalam sudut pandang orang sekejam saya. Namun jika ada beberapa di antara Anda pernah dibuat kesal, karena ulah plagiator yang sama tidak hanya datang sekali ke blog Anda, namun berkali-kali menyalin tempel tulisan Anda – mungkin Anda perlu konsultasi ala Houdini.

Harry Houdini adalah pesulap besar di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak orang di masa itu (dan bahkan mungkin sekarang), percaya bahwa ada sesuatu yang benar-benar magis di dalam keahlian seni sulapnya. Lalu apa hubungannya Harry Houdini dengan plagiator blog? Ah…, tentu saja tidak ada. Namun Anda bisa mengerjakan sesuatu seperti magis pada blog anda sehingga seperti Houdini, they are untouchable.

Ada sebuah pengaya wordpress yang khusus mencegah efek salin tempel pada sebuah blog. Jadi ketika plagiator awam berkunjung ke blog anda dan mencoba menyalin tempel (copas) tulisan di dalamnya, mungkin dia harus mencoba hingga berputus asa dahulu.

Jadi jika Anda tertarik, terapkanlah pengaya Houdini di blog anda.

Namun saya tidak memilih untuk menggunakannya. Tidak ada alasan khusus, saya hanya tidak menggunakannya.

Iklan

24 Comments

  1. saya masih make wp.com dan kayaknya gak bisa make ini plugin 😀
    .-= H´s last blog ..Sukses (Kirim Surat Lamaran, Psikotest, dan Wawancara) dalam Kerja =-.

    Suka

    Balas

  2. haha kayanya memang harus dikomenteri dengan
    “wah…, ternyata tulisannya nampang di sini juga ya” kalau menemukan copas. Tapi masalahnya biasanya mereka tau kita penulis asli dan dengan mudah mereka buang URL web kita, jadi cuma muncul nama kita aja, ini yg lebih ga fair menurut saya, sudah ambil punya orang masa cuma komentar sedikit url langsung dihapus, padahal si biasanya saya cuma komen “Saya juga pakai dsb” intinya ga menunjukan saya yang nulis.
    .-= Iseng Ngeblog´s last blog ..Kaspersky Blokir Google AdSense =-.

    Suka

    Balas

    1. Iseng Ngeblog,

      Ga masalah koq, Google punya algoritma sendiri untuk menemukan duplicate content, coba cari dengan Google judul blog-mu yang dicopas, biasanya artikel asli berada lebih awal daripada tulisan duplikatnya.

      Tapi kalau memang mau menuntut ada tata caranya sendiri. Semisal kalau blog-nya di wordpress.com, kan bisa report this blog as spam, misalnya. Terus jelaskan mengapa itu spam, semisal dia mengambil duplikasi konten dengan menyertakan URL asli, dan URL lokasi konten duplikasi di blog yang dilaporkan.

      Suka

      Balas

  3. Bisa juga

    kalau mau ambil isi copy paste
    harus menuliskan link darimana

    biar tambah ngetop

    oh ya

    di blog anda dapat diambil
    dengan edit lalu select all

    Suka

    Balas

    1. Tugiyo,

      Secara etis memang mengutip sesuatu selayaknya disertakan sumbernya. Sehingga kutipan bisa dipercaya.

      Blog saya tidak menerapkan perlindungan apapun pada kontennya dari penyalinan, jadi tentu saja masih bisa copy-paste dari blog ini 🙂

      Suka

      Balas

    1. Kalau saya paling hanya pernah dicopas di blog saja, paling saya numpang mejeng di sana dan bilang…

      wah…, ternyata tulisannya nampang di sini juga ya

      Tapi kalau nanti muncul di buku, saya juga belum tahu mau ngapain, atau mau bantu pernerbitnya promosoin lewat tinjaun pustaka di blog saya aja ya…

      Tapi syukur, itu artinya tulisan dokter Andaka sudah berkelas untuk diterbitkan 😉

      Suka

      Balas

  4. Agar tidak diambil feed-nya, stop aja via htaccess, robots.txt, atau blok crawler Google sekalian. 😀

    Daripada harus ngeklik halaman plugin itu, enaknya sih diulas dikit fungsi plugin itu di sini. Lebih usable [blm baca halaman plugin itu..maklum koneksi..].

    Walau dengan plugin itu, source code atau plain x/html masih bisa disalin tempel ya? Atau via tembolok/cache mesin telusur Internet.

    Btw, Cahya sekarang sudah berubah..“…saya rubah…” ya.. 😛

    Suka

    Balas

    1. Ha ha…, kalau itu ala militer namanya Bli, bukan ala Houdini 😀

      Masalahnya plugin itu tidak direkomendasikan, lucu ga sih kalau tidak direkomendasikan tapi diulas?

      Tembolok biasanya bisa membuka halaman yang bahkan sudah tidak ada kan, asal pernah direkam sama mesin telusur? Saya belum lihat halaman yang menggunakan plugin ini. Jadi belum sadar aja tentang hal itu.

      rubah itu kebiasaan, mau gimana lagi untung bukan :monkey: :rotfl:

      Suka

      Balas

  5. Meski tidak bisa di copas dari blognya, kebanyakan orang ngambil dari RSS feednya.

    Pluginitu bisa ‘melindungi’ sampe ke feed nggak?

    Suka

    Balas

    1. Rasanya kalau saya baca sistem kerjanya “plugin” ini tidak sampai melindungi feed, saya tidak tahu kalau pakai feed default, tapi jika dengan feedburner atau feedcat pastinya tidak bisa.

      Biasanya cara pamungkas untuk melindungi feed ya dengan hanya melepas kutipan artikel saja, bukan satu artikel penuh. Tapi kembali lagi, bagaimana yang diterapkan ?:-)

      Suka

      Balas

  6. Walaupun udah pake plugin, sebenarnya masih tetap aja bisa di copy…
    .-= san´s last blog ..Trio Libels, kembali meramaikan Music Indonesia. =-.

    Suka

    Balas

    1. Yah, tentu saja masih bisa disalin, ada banyak cara. Tapi setidaknya untuk plagiator amatir yang membandel, cukuplah.

      [Kalau sampai dikopi juga, saya bertanya-tanya, koq niat banget sih jadi plagiator :rotfl: ]

      Suka

      Balas

    1. Alfian,

      Bisa, malah plugin ini menurut penciptanya harus diterapkan per judul artikel yang ingin dilindungi. Jadi tidak untuk semua artikel sekaligus.

      Tapi ini untuk mesin blog wordpress di domain pribadi lho 🙂

      Suka

      Balas

    1. Makasih sudah diingatkan Pak Aldy, sepertinya yang bermasalah pada theme yang saya gunakan. Saya mengubah beberapa sidebar widget jadi malah berpengaruh ke footer, padahal kodenya sama. (Rencananya mau ubah counter ke yang tipe invisible, toh pembaca tidak perlu melihat jumlah kunjungan).

      Sayangnya footer.php tidak bisa saya rubah karena dienkripsi. Jadinya tiap kali bermain dengan sidebar lokasi widget yang di footer juga ikut terkena dampaknya. 😥

      Suka

      Balas

  7. Mas Cahya,
    Kalau saya juga memilih untuk tidak menggunakannya, terserah saja jika ada yang mau melakukan salin tempel. Toh blog saya belum sampai pada tahap dimonetasi.
    Anggap saja amal kebaikan. :reallypissed:

    Suka

    Balas

    1. Saya juga tidak menggunakannya Pak Aldy, makanya saya juga menuliskan “tidak menyarankan”.

      Ini mungkin senjata pamungkas yang tidak pernah diharapkan untuk digunakan :zombiekiller:

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.