My Five Rules on Facebook

Saya sebagaimana pengguna internet yang lain juga memiliki akun di jejaring sosial facebook yang sudah ternama itu – yang belakangan ini sering ditengarai sebagai salah satu aplikasi dunia maya yang banyak mendatangkan keburukan – walau juga banyak menguntungkannya.

Karena saya termasuk bukan pengguna facebook yang baik dan taat, maka selain mematuhi EUALA dan berbagai ketentuan yang dibuat pihak facebook, saya memiliki ketentuan bagi diri saya sendiri. Karena saya tidak mau direpotkan oleh jejaring sosial.

Prinsip saya tetap sama – Jejaring sosial adalah penghubung antara individu atau pun instansi di dunia maya secara luas, manfaatkan dengan baik dan wajar, namun jangan biarkan itu membunuhmu.

Saya memiliki beberapa aturan main di facebook…

Restricted Friend Policy

Saya mungkin memang pelupa, dan percayalah saya lebih pelupa dibandingkan siapa pun yang masih bisa Anda temui berjalan di muka bumi (masa percaya sih?). Saat pertama kali saya membuat akun facebook, kembali pada prinsip di atas – saya tidak menambah itikad guna memfungsikannya untuk menambah teman sebanyak-banyaknya. Saya bukan orang populer, dan tidak tertarik menjadi populer, saya merasa nyaman dengan orang-orang yang saya kenal baik.

Saya sering kali menerima permintaan pertemanan dari seseorang yang tidak saya kenal, atau mungkin pernah saya kenal, namun saya lupa, atau kami berada di dalam suatu ranah sejenis di dunia nyata (semisal anggota organisasi tertentu) namun saya belum berkesempatan mengenalnya. Tentu saja saat menerima invitasi itu kontan saya bertanya-tanya, siapakah gerangan?

Saya berharap, siapa pun itu, hendaknya mengirim undangan pertemanan dengan informasi yang cukup membuat saya tahu siapa Anda. Jangan asal gunakan username dan foto yang bahkan tidak pernah saya dengar dan lihat seumur hidup. Who are you?

Bahasa yang santun atau pun bersahabat adalah hal yang baik, jangan lupa menambahkan sesuatu yang membuat saya dapat mengingat Anda dengan baik, semisal di mana kita pernah berjumpa. Contoh lampiran informasi yang mungkin membantu saya sebagai berikut:

Hi Cahya,

Masih ingat, ini Bond…, James Bond. Kita dulu pernah bertemu ketika saya bertugas menyamar di Kerajaan Kladius – di Kepulauan di Selatan Atlantik. Dulu kamu pernah menumpang supersonic amphibious boat saya ketika berjualan tiram bakar yang sudah basi, dan kamu muntah-muntah saat baru memasuki March 2.

Yah…, saat-saat yang indah. Kapan-kapan boleh-lah kita berjumpa lagi.

Regards,

DOS (Double 0 Seven)

Contoh di atas sangat mudah dipahami dan mengerti, saya pun langsung bisa mengenal siapa Anda. Dan jika Anda mengirim seperti itu, cukup jelas bagi saya untuk menolaknya – bagaimana tidak, saya tidak pernah berjualan tiram.

The Sacred Forbidden Wall

Anda menemukan bahwa Anda tidak bisa menulis di dinding profil saya? Ya, karena memang disetel demikian. I do not hate graffiti, but this is my sacred wall.

Saya bukan orang yang aktif untuk memperbaharui lifestream di dinding facebook, jika fungsi menulis di dinding saya aktifkan. Maka semua yang ada di dinding adalah kiriman orang-orang, “Do you like chocholate”, “Play pocker with me”, “Mr. X has seen you Tazmanian” dan lain sebagainya, lalu saya sendiri ngapain? Karena beritanya sendiri tidak pernah muncul.

Dan parahnya lagi, kadang di antara banyak kiriman itu beberapa mungkin ada yang berharap untuk direspons kembali. Sedangkan saya nyaris tidak ada waktu untuk merespons semua kiriman itu, dan bagaimana saya bisa tahu kiriman mana saja yang pengirimnya ingin mendapatkan respons balik?

Saya tidak ingin terbebani baik secara sadar maupun tidak, tentang sesuatu yang tidak bisa saya wujudkan. Maka biarlah ini demikian, jika ada sahabat saya di facebook ingin menyampaikan sesuatu pada saya, silakan gunakan kolom mengirim pesan. Atau silakan mengirimkan email pada saya. Anda bisa melihat alamat surat elektronik saya di halaman kontak/informasi.

Because I Don’t Do Cause

Dulu sempat (entah saat ini masih atau tidak) sempat marak penggunaan “join cause”, yang mengajak pengguna facebook untuk bersama-sama mewujudkan sesuatu. Bisa jadi itu seperti mendukung korban bencana pada suatu area, dan lain sebagainya.

Entah mengapa saya rasa hal ini bukanlah hal efektif. Saya pernah melihat sebuah penggalian dana amal yang bisa menjaring anggota hingga ratusan ribu pengguna facebook, namun dana yang terkumpul atau disumbangkan tetap nol.

Ada berbagai cara kreatif lain yang bisa ditempuh, namun untuk yang satu ini saya selalu menolak undangannya. Karena terkadang saya tidak bisa menemukan hubungan antara ide dan aksinya, jadi bagaimana pewujudan dari suatu ide yang dibawa oleh “join cause” tidak saya pahami sepenuhnya.

Don’t ask me to vote for you if you wish not to try make me understand you.

Filter for Fun Application

Di facebook terdapat banyak sekali aplikasi, seperti aplikasi untuk mengingat hari ulang tahun, aplikasi permainan, aplikasi hubungan dan relasi, dan segudang lagi pengembangnya. Bahkan blog ini pun terhubung dengan facebook melalui aplikasi Blog Networks.

Namun tidak semua aplikasi tersebut aman, beberapa sebenarnya bisa jadi berbahaya (lihat tulisan sebelumnya “Facebook Masih Rawan Serangan Virus”). Karena saya pun tidak tertarik untuk menjadikan facebook sarana hiburan, jadi berbagai aplikasi yang bukan aplikasi utama saya tiadakan. Jika pun ada yang mengundang, akan saya abaikan.

Saya sudah cukup senang dengan mengisi halaman-halaman di blog ini dengan tulisan yang biasa-biasa saja.

The Guardian and Wingman

Jejaring sosial, sebagaimana dunia internet secara umum tidaklah selalu menjadi tempat yang nyaman dan aman. Ada banyak isu-isu yang mungkin tidak menyenangkan yang akan kita temukan, ada kemungkinan kejahatan dunia maya (cyber crime) yang bisa jadi mampir pada kita atau orang-orang di sekitar kita.

Hal-hal yang membuat kita tidak nyaman akan ada di mana-mana. Seperti ada yang merokok di area non-smoking, mungkin bagi yang tidak suka akan terasa tidak menyenangkan. Ingatkan teman-teman kita jika ia mulai memuat konten yang tidak senonoh atau tidak sopan, atau pun bersifat menyerang pengguna lain.

Facebook juga bukan tempat yang selalu aman, ingatkan kemungkinan pembajakan akun. Lindungi privasi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Semisal, saya tidak akan menyebutkan alamat rumah atau nomor ponsel teman saya secara mendetail di dinding yang mudah diakses siapa saja, padahal teman saya itu sendiri tidak memuat nomornya untuk dapat dilihat publik.

Jangan menerima ajakan pertemanan yang tidak jelas asal-usulnya, mungkin saja itu trik untuk mendekati teman anda yang menjadi target tindak kejahatan. Pelaku kriminal mungkin lebih mudah mendekati teman-teman anda jika ia menjadi bagian dari jaringan pertemanan anda. Teman anda mungkin akan berpikir, oh…, ini temannya si A ya, berarti tidak apa-apa saya tambahkan juga – lha padahal si A sebenarnya juga tidak begitu kenal dengan orang ini.

Bukan berarti kita pelit dalam berteman, saya tidak melarang orang untuk menghubungi saya via kontak atau surat elektronik. Pun Anda bisa menghubungi saya melalui jalur publik, email publik saya (haridiva@gmail.com) selalu tersedia bagi publik, sedangkan beberapa surel yang fungsinya privat maupun kerja tidak akan saya bagi untuk publik.

Anda bisa menjaga diri dengan baik di jejaring sosial juga berarti turut menjaga orang-orang yang berada di jaringan kita. Banyak hal yang tidak bisa Anda percaya begitu saja di internet, termasuk tulisan saya ini, sebaiknya Anda tidak percaya langsung begitu saja.

Apa perlu alasan untuk itu? He he, jika tidak keberatan silakan merujuk kembali pada syarat penggunaan facebook pada halaman term.php-nya. Terutama poin 2, 3, 4 dan 5. Semisal poin ke-2 menyebutkan:

  1. You will not send or otherwise post unauthorized commercial communications (such as spam) on Facebook.
  2. You will not collect users’ content or information, or otherwise access Facebook, using automated means (such as harvesting bots, robots, spiders, or scrapers) without our permission.
  3. You will not engage in unlawful multi-level marketing, such as a pyramid scheme, on Facebook.
  4. You will not upload viruses or other malicious code.
  5. You will not solicit login information or access an account belonging to someone else.
  6. You will not bully, intimidate, or harass any user.
  7. You will not post content that is hateful, threatening, pornographic, or that contains nudity or graphic or gratuitous violence.
  8. You will not develop or operate a third party application containing, or advertise or otherwise market alcohol-related or other mature content without appropriate age-based restrictions.
  9. You will not offer any contest, giveaway, or sweepstakes (“promotion”) on Facebook without our prior written consent. If we consent, you take full responsibility for the promotion, and will follow our Promotions Guidelines and all applicable laws.
    You will not use Facebook to do anything unlawful, misleading, malicious, or discriminatory.
  10. You will not do anything that could disable, overburden, or impair the proper working of Facebook, such as a denial of service attack.
  11. You will not facilitate or encourage any violations of this Statement.

Nah, jangan salah, pelanggaran terhadap syarat-syarat ini dan juga ketentuan lainnya bisa menyebabkan akun anda dihapus dari jejaring sosial facebook. Ada bagusnya dikala kita memahami sedikit banyak ketentuan pakai yang digunakan di jejaring sosial, bagaimana pengaturan privasinya, ketentuan pembayaran facebook yang baru-baru ini diterapkan (silakan baca halaman payment term) – sehingga kita bisa tahu benar atau tidak facebook berbayar, lalu yang dibayar itu sebenarnya apa. Dan masih banyak lagi.

Saya sekali lagi bukan pengguna facebook yang baik, dan tulisan ini bukan panduan bagaimana Anda mesti menjaga keamanan di jejaring sosial facebook.

Iklan

19 pemikiran pada “My Five Rules on Facebook

  1. TuSuda

    Benar juga, begitu banyak ada peraturan yang telah ditetapkan dalam situs jejaring sosial FB, namun masih banyak juga yang tega melanggarnya. Saya pribadi aktif punya akun FB hanya untuk cari teman lama, dan konfirmasi bila ada pesan masuk atau permintaan pertemanan. Untuk update status FB sangat jarang saya lakukan, karena tidak ada ide fresh langsung yang bisa disampaikan seperti teman2 yang lainnya.

    Suka

    1. TuSuda,

      Facebook kadang menjadi begitu kompleks dalam kesederhanaan yang ditawarkannya.

      Saya sendiri tidak terlalu memanfaatkannya Bli, kalau bisa masuk seminggu sekali saja sudah cukup, biasanya juga dua minggu sekali, kecuali ada undangan diskusi dari forum tertentu yang tidak bisa dibalas lewat surel.

      Kecuali ada yang memberi tanggapan tertentu, saya masih bisa membalas via surel, karena jika tidak, malas sekali rasanya membuka facebook yang berat. Tapi toh saya tetap memantau via TweetDeck (walau sambil cuek) 🙂

      Suka

    1. H,

      Kalau hanya update status atau sekadar menyampaikan unek-unek pendek, saya masih mengandalkan Plurk atau Twitter – masih masuk microblogging daripada facebook 🙂

      Suka

  2. Hary4n4

    Jejaring sosial yg belakangan sering bikin heboh, baik fb-nya maupun penggunanya. Banyak sekali pelanggaran atau penyalah-gunaan, entah itu karna belum memahami aturan2nya, atau memang sengaja utk melakukannya. Fb juga kadang sering bikin bingung dgn aturan perubahan2nya, apalagi utk pengguna hp kayak saya. Jadinya semakin kurang nyaman kalo mau fb-an. Terimakasih Mas Cahya utk infonya. Salam hangat dan damai selalu…

    Suka

    1. Hary4n4,

      Sama, saya juga sering bingung dengan tata cara penggunaan jejaring sosial, maklum walau tinggal di pinggiran kota – otak saya masih Ndeso 😀
      Kalau tidak tanya sana-sini, mungkin saya juga tidak akan pernah bisa menggunakan facebook, dan pada akhirnya tetap tidak menjadi pengguna yang baik 🙂

      Suka

    1. Aldy,

      Saya memang pernah berniat menghapus akun facebook karena tidak terlalu perlu. Namun takut ada yang mengambil alih atas nama akun kita dan menggunakannya untuk sesuatu yang tidak baik pada orang lain. Ya, dibuat saja, walau tidak digunakan asal tidak disalahgunakan oleh orang lain 🙂

      Suka

  3. H

    saya punya plurk dan twitter..
    kalo plurk itu terhubung ke facebook.. makanya saya jarang update di sana. saya lebih sering di twitter tapi gak ada orang yang add, soalnya saya jadikan sbg tempat nyampah kalau lagi kesal atau gmn perasaannya saya utarain di sana.

    Suka

    1. H,

      Iya Pak, dulu sempat saya hubungan plurk dengan facebook, tapi belakangan ini malah tidak, nantilah kapan-kapan saja kalau lagi mood.

      Kalau update status facebook saya menggunakan TweetDeck, jadi sekaligus dengan twitter. Memang twitter tempah baik untuk nyampah, kalau suasana hati lagi ga bagus, saya setuju nih 😀

      Suka

    1. Lea Ramdhani,

      Hmm…, bosan bukan berarti lepas tanggung jawab kan sebagai salah satu pemilik akun 🙂 – maksudnya bukan tanggung jawab update status atau balas pesan, tapi tanggung jawab mengamankan akun dari penyalahgunaan 😉

      Suka

  4. FB ituh… untuk (beneran) berteman baik yang kenal didunia yang nyata maupun masih sebatas dunia maya… dan just for FUN.
    Kalo sudah mulai melanggar batasan itu, ya tinggal di-Remove saja dari daftar Teman. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.