Sorry For The Troubles With ID Comment

Untuk pengunjung blog sekalian, saya mohon maaf karena dalam dua hari ini sistem komentar di blog ini agak kacau. Saya sedang mencoba pengaya “intense debate comment” dari Automatic untuk blog ini, maksud saya karena berhubung jadwal saya yang semakin pada saya bisa melakukan moderasi dan pembalasan komentar blog via surel jika sembari menggunakan perangkat bergerak.

Namun tampaknya ID comment tidak memberikan solusi yang baik. Beberapa komentar menghilang, beberapa yang harusnya diblok justru lolos untuk moderasi, jumlah spam dan positif palsu menjadi di luar kontrol. Ah…, sepertinya satu-satu produk automatic yang bagus hanya mesin blog wordpress.

Kini saya sudah mengembalikan sistem kolom komentar sebagaimana aslinya. Ha ha…, padahal enak juga kalau bisa balas komentar via surel, jadinya tidak perlu masuk ke dahsboard wordpress atau pun halaman blog. Tapi saya tidak tahan dengan kekacauan dan beberapa bugs yang ada pada pengaya ini.

Automatic seharusnya lebih serius mengelola sistem komentar intense debate jika ingin bersaing, apalagi dengan rival beratnya Disqus yang kini sudah merambah hingga ke Apple Inc. Saya sudah memberikan masukkan saya dalam beberapa masalah yang saya temukan di plugin ini, tapi tampaknya tidak semua direspons dengan baik. Yah, itu sih terserah pihak sananya.

Sekarang sistem komentar saya kembalikan ke bentuk lama, semoga gangguan tidak terjadi lagi. Beberapa bagian komentar yang sedikit banyak rusak akibat pengaya intense debate ini saya akan biarkan begitu saja dulu, setidaknya bisa mengingatkan saya di masa depan jika ingin menggunakan pengaya ini kembali.

Since I got it back to normal, you may stop protesting me now

Iklan

11 pemikiran pada “Sorry For The Troubles With ID Comment

  1. dani

    Yang klasik masih usable kok. 😛 Tapi kalau tidak ada yang mencoba, ngga seru rasanya. Pihak pengembang juga punya alasan tersendiri. Belum pula menyasar unsur aksesibilitas. Baru sekadar usable. Hanya untuk kebanyakan pengguna normal. Sementara masih mengabaikan para difabel. 😦

    Suka

    1. Bli Dani,

      Untuk fungsi mendasar yang diperlukan semua komentar, saya rasa memang comment.php bawaan wordpress yang paling bagus 🙂

      He he, setidaknya ruang hosting sekarang jadi lebih lega lagi setelah beberapa bagian itu disingkirkan 😀

      Nanti kalau ada yang baru, coba lagi. Ya, kalau setidaknya bisa menemukan alasan mengapa harus dicoba dan mengapa tidak diteruskan 😉

      Suka

  2. - H -

    Nggak suka diprotes ya mas? 😀

    iya saya bingung neh kemarin, tapi sebenernya saya suka sih bentuk komentar seperti itu mas. Unik.

    Suka

    1. Pak Huang,

      Bukan ga suka diprotes, saya hanya tidak suka kalau orang lain kerepotan karena ulah saya 😀 – apalagi saya juga jadi ikut repot.

      Kalau suka coba saja digunakan Pak, tapi sayang wordpress.com belum bisa menggunakannya. Tapi dengan membeli domain dan melakukan hosting di wordpress.com fitur itu bisa digunakan dengan sekitar US$ 30 per tahunnya 😀 – atau pakai blog di blogger.com.

      Tapi yang sekarang juga sudah cukup keren kan 🙂

      Suka

    1. Wah, saya agak lupa, kalau Intense Debate sekarang menerapkan sistem baru, mungkin petunjuknya ada di situs resmi mereka. Sudah lama tidak menyentuh sistem komentar yang satu ini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.