Mencoba Songbird

Memang sudah banyak diketahui jika pengguna Windows akan lebih familier dengan Winamp sebagai pemutar musik walau sudah memiliki Windows Media Player secara default, sedangkan pengguna OS Mac akan senang menggunakan iTunes yang ternama itu, jika pengguna Linux pasti lebih familier dengan Banshee ataupun Amarok.

Songbird

Namun pernahkah Anda melihat logo burung hitam kecil yang mengenakan headset seperti di samping? Ya itu adalah logo sebuah pemutar media yang bernama Songbird. Mungkin belum begitu terkenal di Indonesia, tapi lumayan banyak penggunanya, karena merupakan salah pemutar media yang dibangun dalam ranah open source (peranti lunak terbuka), serta mendukung banyak platform seperti Windows, OS Mac dan Linux, serta mendukung sinkronisasi antara berbagai perangkat genggam seperti Nokia N900 atau pun Motorola Droid yang cantik itu, atau hanya sekadar menyinkronisasi dengan MP3 player biasa.

Dalam tulisan singkat, penjelasan Songbird dijelaskan sebagai berikut:

We founded Songbird in 2006 with the vision of delivering a free and open media player that works with all modern web services, and across the newest generation of media players and smart phones. We wanted to provide an immersive music experience, so we made sure users could browse the web to find new music, listen to old favorites and experience a deeper connection to the music they loved. Because we believe in a music experience controlled by the user, we made it easy for users to customize Songbird, select just the features they wanted, and change the interface to suit their mood. We know technology changes fast and no one wants to be locked into one device or platform for their music choices, so we continue to work to ensure Songbird works with a variety of portable media players and smart phones. Which means you can get your music wherever you want it, they way you want it.
Since 2006 thousands of open source developers have contributed, by writing code, adding new features, and continuing to make Songbird better. And hundreds of thousands of listeners have responded, by downloading Songbird and creating a robust, vibrant Songbird community.
Songbird is built by a group of designers and developers that have previously worked on Winamp, Netscape Navigator, and Mozilla Firefox.  We are committed to providing extraordinary experiences for users, around all forms of media, with the freedom and access that brings the coolest stuff on the web to you.

At Songbird, we’re ready for the future of music.

Lalu bagaimana pendapat saya tentang produk yang satu ini?

Antarmuka grafisnya cukup cantik dalam balutan warna hitam yang memesona, saya juga lebih bisa dengan mudah menggunakannya dengan karena fitur-fiturnya yang ditempatkan secara sistematis dan sederhana. Artinya saya bisa dengan cepat belajar menggunakannya jika dibandingkan dengan produk pemutar media lainnya yang pernah saya coba.

Pilihan bahasa yang ada juga menyediakan bahasa Indonesia, sehingga saya yang memang melakukan setelan lokal “Indonesia” di Windows dan Linux akan lebih familier dengan setiap fungsi yang dimiliki oleh program ini. Saya jarang sekali memutar lagu, namun jika ingin mungkin hanya beberapa lagu saja – itu pun karena saya tidak sanggup mengoleksi banyak CD Audio karena harganya yang lumayan mahal. Saya mengonversi beberapa CD Audio ke komputer dengan format tertentu yang masih mempertahankan hak cipta di dalamnya, Songbird bisa mengenali album-album yang saya ambil dari CD Audio tersebut – dan bahkan ketika terhubung ke internet program ini bisa langsung mengunduhkan lirik lagu tersebut (walau tentu Songbird bukan satu-satunya pemutar media yang memiliki fitur ini).

Songbird juga memiliki fitur sinkronisasi dengan akun last.fm di internet. Jadi kadang walau tidak terlalu perlu, saya bisa mengecek di internet dari lagu-lagu yang saya dengarkan di komputer adakah kira-kira lagu atau musik lain yang sesuai dengan selera saya. Kadang lumayan untuk mengisi waktu luang dan menambah wawasan tentang musik. Fungsi ini bisa dinikmati dengan menambahkan pengaya (plugin) yang sesuai, ada banyak pengaya yang bisa digunakan seperti pada . Ini tentu menambah nilai kustomisasi pada pemutar musik yang satu ini.

Adakah kelemahannya? Ya, kadang saat tersambung ke internet saya menemukan Songbird memerlukan sumber daya komputer yang lebih besar (konsumsi CPU dan RAM), namun tentunya tidak berbeda jauh dengan pemutar musik lain ketika tidak terhubung dengan internet.

Namun masih banyak fitur lain yang belum saya coba, jika Anda tertarik silakan mengunjungi situs Songbird untuk mengunduh (gratis) versi terbarunya, dan lihat apakah Anda cocok dengan pemutar musik yang satu ini. Dan beri tahu kami kembali apa pendapat Anda.

Iklan

5 pemikiran pada “Mencoba Songbird

  1. dewi

    songbird kayake punya..tapi gak tahu juga.
    btw maaf nitip info bagi sesama blogger 🙂
    temen2 pecinta pajak, pemerduli pajak..ada lomba blog nie…hadiahnya lumayan kok..
    cuman ini tentang pajak..dikemas dalam acara Tax paradise
    info lebih lanjut bisa dilihat di web kami di http://www.pajak-stan.com
    btw..tolong sebarin ke temen2 ya..siapa tahu ada yang pengen dan seneng pajak, tapi gak dapat info ini..terimakasih 🙂
    sebenarnya gak hanya lomba blog sih, ada lomba pajak tingkat universitas dan sma,
    ada seminar, workshop dan tax expo..bener2 pajak dah.hehe trims 4 all..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.