Mesin Pencari atau Mesin Telusur?

Saya mungkin adalah sedikit dari narablog yang berusaha menggunakan kata-kata baku bahasa Indonesia dalam blog. Sembari berbincang panjang dengan pemilik Unessential Weblog, kami mencari tahu apakah alih bahasa yang tepat bagi kata search engine yang merupakan salah satu terminologi paling umum di internet.

Kita mengetahui berbagai search engine populer seperti Google, Yahoo, Bing, Altavista dan lain sebagainya termasuk buatan lokal di masing-masing negara. Tidak dipungkiri search engine merupakan salah satu bisnis besar di dunia internet.

Kebanyakan orang mengalihbahasakannya sebagai “mesin pencari”, namun jika Anda sudah cukup lama mengikuti blog ini, maka saya lebih sering menggunakan istilah “mesin telusur”. Lalu manakah yang sebenarnya lebih tepat digunakan?

Wikipedia berbahasa Indonesia menggunakan istilah mesin pencari sebagai judul artikelnya. Sedangkan Google lebih umum menerjemahkannya sebagai mesin telusur (istilah ini bisa ditemukan di halaman seperti Pusat Privasi Google).

Lalu yang mana yang lebih baik digunakan? Saya sendiri tidak menemukan kepastian untuk ini. Namun mari kita coba gali bersama-sama.

Jika dikembalikan ke dalam istilah aslinya, (diambil dari Wikipedia) maka bisa didefinisikan sebagai:

A web search engine is designed to search for information on the World Wide Web. The search results are usually presented in a list of results and are commonly called hits. The information may consist of web pages, images, information and other types of files. Some search engines also mine data available in databases or open directories. Unlike Web directories, which are maintained by human editors, search engines operate algorithmically or are a mixture of algorithmic and human input.

Jadi katakanlah search engine adalah suatu program dengan algoritma tertentu untuk menemukan berbagai bentuk berkas/data (dan isi berkas) dan informasi yang berkaitan dengan berkas/data tersebut dalam dunia maya (internet).

Pun rasanya kita semua sudah tahu, saat menggunakan Google dkk, berarti kita hendak menemukan sesuatu di internet. Untuk menemukan berarti kita bisa mencari atau menelusur, lalu adakah bedanya kedua kata ini?

Secara mendasar, mungkin tidak ada perbedaan arti yang bermakna. Namun dalam penggunaannya tentu ada. Persamaannya adalah bahwa kedua kata ini sama-sama memiliki arti guna menemukan sesuatu, namun pada kata telusur ada unsur “rasa” yang lebih spesifik.

Jika orang mencari, bisa berarti itu acak, tanpa arah, tanpa metode. Namun jika sudah dinyatakan menelusuri, berarti di situ ada sebuah cara – sebuah metode “guna” menelusur sesuatu.

Kata “telusur” seakan-akan memberikan kesan bahwa kita bergerak menemukan dalam sebuah pola, sebuah jalan yang ditempuh satu per satu, langkah demi langkah.

Sedangkan kata “cari” seakan-akan apa pun metodenya tidak masalah, intinya adalah menemukan. Namun kita sendiri tahu bahwa “search engine” memiliki algoritma sebagaimana dijelaskan di atas, jadi memiliki pola dan metode tertentu untuk menemukan sesuatu. Jadi rasanya bagi saya, kata “cari” agaknya kurang pas walau tidak salah.

Seperti melakukan penelusuran kepustakaan, kita memiliki algoritma kerja kita. Kita tidak menyebutnya pencarian kepustakaan yang mungkin berarti kita akan membongkar seluruh isi perpustakaan, namun kita menelusurinya, dengan kode yang tepat, menemukan pustaka yang tepat dan menemukan isi (konten) yang tepat.

Saya rasa Google dkk juga demikian, mereka (walau dengan mesin crawl) tidak serta merta membongkar dunia maya saat kita melakukan pencarian/penelusuran dengan kata kunci, namun ia mencari/menelusur indeks web yang dimilikinya dan menampilkan data-data yang tepat. Jadi dari sinilah saya sementara menyimpulkan bahwa istilah “mesin telusur” lebih tepat dibandingkan dengan “mesin pencari”

Lalu bagaimana Anda mengalihbahasakan “search engine” dan apa landasannya?

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Iklan

19 pemikiran pada “Mesin Pencari atau Mesin Telusur?

    1. mbah jiwo,

      Ga salah kok, he he.., jangan percaya semua yang saya tulis 🙂
      Saya hanya merasa istilah “mesin telusur” lebih pas Mbah, dan alasannya ya seperti di atas.

      Suka

  1. elmoudy

    mesin telusur… kayaknya lebih keren ya kawan…
    lebih cerdas kedengerannya..
    kalo mesin pencari… duh kok kesannya kayak anak ayam ilang… nyari2 ibunya gitu… hihi…. 🙂

    Suka

  2. budiastawa

    Saya pikir sama saja dua-duanya. Tinggal kesepakatan kita saja sekarang yang mana mau dipopulerkan 🙂 Mau ikut Wikiepedia Indonesia atau ikut Google?

    Saya coba di Google Translate, kata telusur diterjemahkan ‘search’ tapi begitu saya tambahkan “i” [telusuri] malah diterjemahkan browse. Begitu ketik ‘cari’ diterjemahkan ‘look for’, tapi begitu diketik ‘mencari’ hasil terjemahannya malah ‘search’ ha ha ha, Jadi gimana dunk?

    Suka

  3. Aldy

    Mungkin algoritma kita juga harus diubah Mas Cahya,
    Ketika kita mencari sesuatu yang kita belum yakin ditemukan, gunakanlah “mesin pencari”.
    Lain waktu, saat kita mencari yang sudah pernah kita temukan sebelumnya gunakan kata ‘mesin telusur’
    Terjemahannya sendiri sudah tidak konsisten;
    Engine = mesin;
    Search = telusur/pencari ?

    Suka

  4. suzan

    yupsss berdasarkan kamus besar bahasa Inggris … woala… lebay ya … search engine itu mesin pencari, mungkin kalo persepsi google sebagai mesin telusur menggunakan bahasa melayu … kali yeee…. *gubrak*

    Suka

  5. iskandaria

    Kata telusur menurut saya masih kurang jika disandingkan dengan kata mesin. Kesannya ada ejaan yang kurang. Lebih tepat menurut saya yaitu “mesin penelusur” atau “mesin penelusuran”. Itu lebih sesuai tata bahasa baku bahasa Indonesia 🙂

    Kata penelusur/penelusuran berasal dari kata dasar telusur. Telusur identik dengan kata cari maknanya. Kalau ditambah imbuhan pe, maka maknanya akan bersifat yang melakukan sebuah tugas. Nah, yang melakukan tugas itu kan search engine. Maka lebih tepat jika diartikan sebagai mesin penelusur 🙂

    Suka

  6. iskandaria

    Satu lagi, kata “langgan” mungkin kurang tepat jika disandinkan dengan kata artikel. Lebih tepatnya kalau mengacu pada tata bahasa yaitu “langganan artikel”.

    Kalau cuma langgan kok kayaknya jadi mirip bahasa Malaysia 🙂

    Suka

  7. TuSuda

    Agar konsisten dengan kata pencari, agaknya lebih pas dengan istilah mesin penelusur, yang lebih menguatkan makna penemuan dari satu topik bahasan yang akan dicari melalui teknologi internet tersebut.

    Suka

    1. Bli Wira,

      Itu sah-sah saja kok, belum ada pembakuan ke dalam bahasa Indonesia kan? Mungkin nanti yang malah memberikan andil istilah mana yang menjadi alih bahasa untuk search engine adalah para pengajar yang menularkan ilmu pada siswanya 🙂

      Suka

  8. Henky

    Hi Cahya, terima kasih untuk artikelnya dan untuk yang lain terima kasih untuk komentarnya. Kebetulan sekali saya dari Google. Saya juga ingin mengetahui pendapat dari komunitas di Indonesia mengenai terjemahan untuk Search Engine.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.