Di rumah di Gianyar ada beberapa ekor burung peliharaan, tentunya aku sendiri bukanlah yang hobi memelihar burung ini. Tapi mungkin aku tidak banyak mengenal burung aneh sepanjang zaman, sehingga yang satu ini tampak tidak biasa.

Crucuk pandan ini bisa dibilang terlalu jinak. Jika ada yang mendekati sangkarnya, ia bukannya menjauh atau panik, ia malah datang mendekat. Mungkin mengira akan mendapatkan makanan. Pun dilepaskan dari sangkarnya, ia akan datang lagi dalam sekejap.

Lha, biasanya kan burung kalau dilepas langsung kabur ambil kepakan seribu. Tapi yang satu ini bisa lebih bahaya, karena ia akan kembali dan mematuk-matuk yang melepas untuk mendapatkan makanan.

Makanya dia lebih banyak mengahbiskan waktu dalam sangkarnya, apalagi di sini tikus dan ular sawah juga mengincar burung-burung yang berukuran kecil.

Yah, yang satu ini bikin ujung jari terluka robek kalau berani mendekatkan tangan ke sangkarnya…

Terkirim dari telepon Nokia E71 | http://www.legawa.com

2 pemikiran pada “Crucuk Pandan yang terlalu jinak

  1. Dokter Cahya, aha… saya temukan satu lagi tulisan-tulisan dokter di sini.

    Crucuk Pandan juga banyak di desa saya. Ia punya kemampuan berkicau yang bisa menirukan banyak suara lainnya. Jika dipelihara sejak kecil, ia akan berkelakukan seperti cerita dokter di atas. Burung ini tergolong manja jika dipelihara. Salah satu penyebabnya karena ketergantungan makan terhadap si pemelihara, makanya ia jinak.

    Orang jawa menyebutnya burung ‘pentet’ atau ‘kentet’.

    Suka

    1. Bli Budi.

      Ah…, ini cuma blog buat nyepam saja, daripada saya nyepam di blog orang lain 🙂

      Saya tidak begitu paham masalah unggas, tapi kebetulan di rumah dipelihara banyak, jadinya tahu dikit-dikitlah.

      Btw, setelan akun wordpress bisa diubah lho alamat pranalanya, coba dilihat di bagian “my profile” di dashboard wordpress.com, biar langsung mengarah ke blog Bli yang sekarang 🙂

      Suka

Comments are now closed.