Mencari Suasana Nyaman Untuk Menulis?

Pertanyaan bagaimana mencari suasana yang nyaman, enak, atau tenang untuk menulis kadang sering terlontarkan – mungkin oleh pikiran kita sendiri – pada diri kita. Jika saya bertanya bagaimana pada diri saya, maka mungkin saya sendiri tidak bisa memberikan jawabannya.

Saya mungkin balik bertanya pada diri saya, sebenarnya suasana yang nyaman itu seperti apa? Karena beberapa orang mungkin akan menghilangkan niatnya guna mulai menulis jika tidak menemukan suasana yang nyaman. Saya rasa jika seseorang mencari suasana yang nyaman, itu mungkin karena saat ini ia merasa tidak cukup nyaman untuk menulis.

Saya tidak tahu pastinya, namun saya rasa tidak dengan menghindari suasana yang sekarang ada kita dapat menulis dengan baik, kecuali suasana itu sangat mengganggu, semisal ada live band di dekat Anda berada. Mungkin itu juga bukan suasana yang nyaman, namun suasana yang tenang.

Jika ketenangan bisa membantu Anda mulai menulis, maka temukanlah tempat yang cukup tenang. Tapi belum tentu juga tempat itu membuat anda merasa nyaman. Kadang ingat beberapa hal yang mengganjal, sehingga tidak bisa menulis dengan baik. Maka selesaikan dulu hal-hal yang mengganjal, karena itu tidak bisa terselesaikan dengan sendirinya bukan?

Beberapa orang nyaman menulis di sofa empuk, dengan meja bergaya gothic, di ruangan yang agak luas dengan berbagai tanaman hias menghijau, suhu udara diatur baik dengan AC, dan segelas kopi hangat sebagai pemicu otak. Yang lain mungkin cukup dengan duduk di gubuk kecil, beralaskan tikar, dan udara persawahan yang kental, serta jajanan pedesaan yang khas sebagai pendamping.

Anda mungkin memiliki kebiasaan yang berbeda. Namun semuanya tetap satu hal, di sana tidak ada gangguan. Jadi intinya adalah, singkirkan semua hal yang bisa mengganggu secara lege artis ketika Anda berencana untuk mulai menulis. Dan sisanya akan kembali pada diri anda sendiri.

Ambil napas panjang, hembuskan perlahan dan penuh, lalu biarkan semua mengalir dalam tulisan.

Menulis dan Suasana

Sedikit alunan musik yang sesuai dengan kepribadian anda mungkin akan sangat membantu 🙂

Iklan

15 pemikiran pada “Mencari Suasana Nyaman Untuk Menulis?

    1. Hazmy, terima kasih. Saya sudah baca blog Hazmy, dan sepertinya kurangnya komentar karena memang ada masalah dengan borang tanggapannya. Sepertinya ada markah yang mengalami galat sehingga orang tidak bisa meninggalkan komentar di sana, coba diperbaiki dulu :).

      Suka

  1. isnuansa

    Nggak ada kebiasaan khusus sih, Bli. Kalo ada ide, saya biasanya langsung catet, kalo enggak, bisa lupa tuh. Kalo nunggu suasana dulu, bisa-bisa malah nggak jadi nulis, deh 🙂

    Suka

  2. sugeng

    hm….. keknya waktu yang tepat untuk nulis yang pas malam hari saat anak2 dan istriku sudah kelelahan dengan permaenan game nya 😆 . tapi yang paling penting juga pas koneksi lancar, jadi mood nulis juga bisa enteng. gak tahu ada ngak korelasinya ❓ mungkin karena aku saat nulis sering klik sana-sini mampir kemana2 jadi ide juga datang.

    Suka

  3. @Bli Wira, mungkin nanti bisa digali suasana yang bisa menunjang mood tetap menyala, atau justru ada suasana yang bisa merusaknya 😉

    @Orange Float, yah kalau fasilitas baik dan kreativitas tidak surut, hmm…, itu akan jadi modal yang lebih dari cukup untuk menulis 🙂

    @Pak Aldy, menulis di hutan, saya hanya pernah membayangkannya saja, tapi rasanya tidak akan menjemukan, apalagi kalau menulis dari rumah pohon yang dulu sempat Pak Aldy tulis tentangnya di blog.

    @Mbak Isnuansa, saya bukan tipe pencatat yang baik, tapi biasanya saya coba ingat apa yang hari itu menarik itu untuk ditulis. Tapi ya karena saya juga bukan pengingat yang baik, sering kali saya lupa apa yang hendak saya tulis.

    Suka

  4. jujur saja, kalau saya ditanya suasana seperti apa yang saya perlukan untuk bisa menulis dengan maksimal, saya tidak bisa menjawabnya, karena ide dan mood seperti angin, kadang datang tiba-tiba dan bisa hilang begitu saja dengan cepat, hehe

    Suka

  5. @Christin, he he, kalau saya suka saja ngemil, tapi biasanya menghindari itu, karena camilan akan habis lebih cepat dan banyak dibandingkan tulisan yang dihasilkan 😆

    @Rismaka, tergantung suaranya sih Mas, kalau suara musik klasik ya boleh-lah, saya suka kok musik klasik, tapi suasana tenang pun cukup bagus kan 🙂

    Ah…, begadang sih belum tentu, karena kadang antara ide dan mengantuk sulit menemukan perpaduannya bagi saya.

    Suka

  6. orange float

    tidak ada yang menganggu, koneksi internet lancar dan ide menulis sudah ada. pasti akan membuat menulis menjadi nyaman

    Suka

  7. @Mas Is, saya jarang menulis kalau sudah dini hari, kecuali memang ada aktivitas lain yang kebetulan ada ketika itu. Tapi kalau publikasi saya memang biasanya menjadwalkan setiap dini hari.
    Ah ya, itu notebook lawas saya, biasanya saya nongkrong di Angkringan Q sama Bli Dani, cuma sekarang jarang sempat ketemu.

    @Zee, bagaimana ya Mbak, saya malah lebih nyaman menulis di rumah, jadi mengisi waktu senggang begitu. Kalau mau fokus untuk menulis saja, juga rasanya susah. Tapi kadang ya saya sama seperti Mbak, mungkin perlu waktu malam untuk bisa menulis dengan tenang.

    Suka

  8. Kalau saya biasanya nyaman kalau bukan di rumah. Terus terang susah menulis di rumah, karena suasana di rumah itu memang benar2 u/ istirahat, sementara menulis itu bukan istirahat buat saya, tapi kerja. Iya, menulis jg termasuk kerja, kerja yang penuh kreativitas, jd emg butuh tempat yang nyaman.
    Namun kadang saya bisa menulis kalau sudah semakin malam…. saat udara tambah dingin dan sepi… 🙂

    Suka

  9. iskandaria

    Kalau saya merasa sangat nyaman dan konsentrasi menulis saat dini hari (ketika orang lain sudah tidur). Alunan musik klasik juga sangat membantu fokus dan membangun mood menulis.

    Ngomong-ngomong, foto di atas itu foto laptopnya mas Cahya ya? Lagi di kafe hotspot kayaknya tuh, soalnya ada jus alpukat (kalo tebakan saya benar) 🙂

    Suka

  10. rismaka

    Saya malah tidak bisa konsentrasi dalam menulis ketika ada suara2 di sekitar saya, entah itu musik, lagu, anak2 yang berisik, atau suara suami istri yang berantem di samping rumah saya :mrgreen:

    Biasanya mood saya menulis datang saat tengah malam, jam 12 ke atas lah. Itulah sebabnya beberapa teman saya menyebut diri saya sebagai “codot”/kalong karena suka begadang malam2. Ada lagi yang menyebut saya sebagai “midnight guy”, karena sering muncul di tengah malam menyapa para maniak internet di YM atau Gtalk 😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.