Harga Makanan Naik?

Belum lama berselang kenaikan harga tarif dasar listri per 1 Juli 2010, beberapa hari kemudian harga makanan siap saji di sebuah warteg langgananku sudah mengalami kenaikan. Padahal biasanya di sana murah meriah.

Walau mungkin tidak terlampau mahal, sekitar lima ratus hingga seribu rupiah per porsi, tapi hitungan itu juga lumayan banyak jadinya kalau diakumulasi. Untung saja makanku tidak banyak, sehingga masih bisa mengencangkan ikat pinggang.

Ada ada saja memang pemerintah ini. Biar pun tarif listrik di negeri ini masih terbilang murah, kalau masyarakat kecil bilang kenaikan listrik akan membebani kok malah ndak didengarkan toh. Memangnya tidak percaya ya, kalau sekarang kenaikan harga barang mulai menunjukkan geliatnya di setapak-setapak pasaran rakyat.

Kalau untuk mengisi perut saja sudah ditambah mahal, maka segala sesuatunya akan ikut melambung bersama suara lambung yang makin sering kosong. Tidak ada yang namanya walau kenaikan listrik tidak dikenakan pada rakyat miskin berarti mereka tidak terkena imbasnya. Piye toh itung-itungane.

Inflasi mungkin tidak dapat dibendung, yang bisa selamat dari air bahnya mungkin bukan rakyat kecil yang untuk makan sesuap nasi pun jadi berpikir terlalu jauh.

Ah, jadi ke mana-mana ngomongnya. Saya hanya orang bodoh yang tidak mengerti ekonomi, baik makro maupun mikro.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.