Ini adalah sebuah kisah dari IthiasaRamayana. Suatu hari saat berada dalam pengasingan sebagai pertapa di pedalaman bukit dan lembah Dandakaranya, Rama bersama Sita dan Laksamana berjalan menuju ke tepian danau yang begitu biru nan jernih.

Ketika turun dari tepi danau, Rama menginjak seekor katak kecil, katak malang itu menderita kesakitan yang amat sangat, namun ia hanya berdiam saja. Rama berdiri cukup lama, dan kemudian memutuskan untuk lanjut berjalan, dan ketika Ia mengangkat kakinya barulah ia menemukan dan tersadar kemudian akan katak kecil tersebut, Rama bertanya pada mahluk malang itu, mengapa ia tidak berteriak atau protes pada kecerobohan yang dilakukan oleh Rama.

Katak kecil tersebut menjawab, “Bilamana aku dalam kesulitan & merasa terancam, aku selalu menyebut nama ‘Rama…, Rama…!’ Namun bila Rama sendiri yang menyebabkan aku menderita, kepada siapa aku harus memohon?

Adaptasi dari Chinna Katha III. hal. 45.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

7 pemikiran pada “Katak

  1. senang atau sedih, ya cuma Tuhan yg mengijinkan.. dan hanya kepadaNya kita memohon.. 😀

    lagi donk cerita filosofisnya mas.. 😀

    Suka

  2. Kalau sang Maha Pecinta sendiri melakukan hukuman, kita juga tetap minta ampunan kepada Nya, karena hanya Dia yang punya kuasa untuk membatalkannya.

    Suka

  3. Mas Adi & Mbak iiN,

    Dalam tradisi lama Hindu – atau mungkin lebih tepatnya tradisi Vedic, "Rama" adalah nama Tuhan sebagai pelindung seluruh alam dan kehidupan yang menaunginya. Ketika merasa menghadapi bahaya yang mengancam kehidupan, maka nama "Rama" akan disebut untuk perlindungan Yang Maha Kuasa.

    Namun ketika Tuhan yang melindunginya sendiri memberikan penderitaan, mungkin keterdiamnya memiliki alasan sendiri bagi katak kecil ini.

    Suka

  4. iya nih, filosofis bgt.. "dari pada salah tafsir, sekalian dikasih tau doong amanatnya apa.. 🙂

    Suka

Comments are now closed.