Peduli Osteopenia

Osteopenia adalah sebuah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan kepadatan (densitas) tulang yang sedemikian hingga bisa dikatakan kurang pada dari pada tulang normal namun tidak terlalu rendah nilainya untuk didiagnosis sebagai osteoporosis. Tentu saja Anda mungkin sudah tahu bahwa osteoporosis adalah sebuah kondisi di mana kepadatan tulang menjadi rendah dan akibatnya tulang menjadi rapuh sehingga mereka rentan terhadap fraktur (patah, retak, dan sebagainya) dengan mudahnya. Seseorang dengan osteopenia memiliki risiko berkembang menjadi osteoporosis, dan sebaiknya melakukan tindakan untuk memperkuat kembali tulang.

Bagaimana osteopenia timbul?

Umumnya pada usia 30 tahun, tulang akan mencapai titik kepadatannya yang paling tinggi, artinya itu saat di mana umumnya tulang akan jadi paling keras yang pernah ia capai. Setelah itu, tulang akan menipis kembali bersama dengan berjalannya usia. Wanita lebih cenderung mengalami osteopenia dibandingkan laki-laki, karena tulang mereka pada mulanya memang tidak sepadat tulang laki-laki. Perubahan hormonal pada masa monopause mempercepat laju penipisan tulang.

Bergantung pada pengukuran densitas tulang dan faktor lainnya – seperti adanya riwayat fraktur, kesehatan yang buruk, dan kurang bergerak – wanita dengan osteopenia memiliki risiko yang sama untuk patah tulang sebagaimana wanita dengan osteoporosis. Wanita yang memiliki risiko fraktur tulang memerlukan terapi untuk membantu memperlambat laju kehilangan kepadatan tulang atau membantu pembentukan tulang yang baru.

Kebiasaan hidup sehat dan terapi untuk osteopenia berikut bisa membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko fraktur tulang.

Gaya hidup sehat

Pengobatan yang terbaik untuk osteopenia adalah gaya hidup sehat yang selayaknya diadopsi oleh setiap orang. Jika Anda memiliki tulang yang kuat, gaya hidup sehat dapat membantu tulang-tulang anda tetap kuat. Jika Anda sudah mengalami osteopenia, maka gaya hidup ini bisa membantu menurunkan risiko berkembang menjadi osteoporosis.

Olahraga. Seperti halnya otot, maka tulang juga bertambah kuat jika berolahraga. Latihan yang paling bagus untuk tulang adalah adalah latihan dengan tambahan beban yang membuat tubuh anda bekerja melawan gravitasi. Tipe kegiatan seperti ini meliputi berjalan, menaiki tangga, menari, dan saat berolahraga untuk menurutkan berat badan.

Diet. Untuk tulang yang kuat, Anda memerlukan diet yang kaya kalsium dan vitamin D. Makanan kaya kalsium meliputi:

  • Produk olahan sapi, seperti keju, es krim, susu rendah lemak, dan yogurt.
  • Sayuran hijau, seperti brokoli dan collard greens.
  • Ikan sarden (sardines) dan salmon, atau ikan laut lain dengan tulangnya.
  • Tahu

Tubuh anda membuat sendiri vitamin D ketika kulit anda terpapar sinar matahari. Jika Anda cukup terpapar sinar matahari pagi, Anda mungkin mendapatkan vitamin D yang cukup banyak untuk keperluan anda. Namun jika Anda kekurangan vitamin D, maka beberapa sumber vitamin D tersedia secara alami dalam makanan. Sedangkan produk kacang-kacangan dan susu biasanya diperkaya dengan vitamin D. Beberapa di antaranya adalah:

  • Ikan, termasuk tuna, salmon dan ikan kembung.
  • Minyak hati ikan.
  • Hati sapi.
  • Keju.
  • Kuning telur.

Rokok & minuman beralkohol. Jika Anda perokok, maka sangat penting untung berhenti. Penelitian-penelitian telah menunjukkan hubungan langsung antara merokok dan penurunan densitas tulang. Berhenti merokok dapat membantu membatasi kehilangan tulang karena merokok.

Jika Anda seorang peminum, coba kurangi (tidak lebih dari satu gelas kecil untuk per hari untuk perempuan, dan dua gelas kecil untuk laki-laki). Terlalu banyak alkohol dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon dan vitamin yang berperang penting dalam menjaga kesehatan tulang. Juga bisa meningkatkan risiko terjatuh, yang bisa menyebabkan Anda patah tulang.

Kurangi garam & kafein. Baik kafein maupun garam dapat menjadi faktor hilangnya kalsium dan kepadatan tulang. Guna meningkatkan kesehatan tulang, coba beralih ke minuman bebas kafein. Untuk garam, jangan lupa periksa label makanan dari kandungan sodium (natrium), hindari jika bisa, dan kurangi pemakaian garam pada masakan sehari-hari.

Obat-obatan

Obat-obatan untuk oseteopenia hanya diberikan pada kondisi tertentu, semisal pada penderita osteopenia yang sudah mengalami fraktur tulang, di mana dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi risiko berkembang menjadi osteoporosis dan fraktur lebih banyak lagi.

Beberapa jenis obat seperti bisphosphonate, calcitonin, hingga penggunaan terapi hormonal seperti terapi penggantian hormon, dan terapi hormon paratiroid bisa diterapkan. Silakan berkonsultasi pada dokter anda untuk keterangan lebih lengkap dan detil.

Pemeriksaan

Untuk mengetahui ada tidaknya osteopenia bisa dilakukan dengan pemeriksaan bone mineral density (BMD). Berikut saya kutipkan dari artikel “Kenali Osteopenia dan Osteoporosis Segera” oleh litbang depkes.

Jika anda pernah mengikuti tes tulang atau yang disebut juga Bone Mineral Density (BMD), anda tentunya tidak asing lagi dengan T-Score atau nilai T. Nilai T adalah nilai selisih standar BMD seseorang, apakah lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan nilai standard normalnya. Perhitungan BMD ini mengacu kepada standard penilaian yang telah ditetapkan dari World Health Organization (WHO).

Bila dari hasil tes diperoleh nilai T= -1 atau lebih tinggi, artinya adalah BMD anda masih normal. Bila nilai T = -2.5 atau kurang, artinya anda menderita Osteoporosis. Namun bila nilai T anda berada di antara -2.5 sampai -1, artinya anda telah mengalami Osteopenia.

Jika Anda memiliki beberapa faktor risiko atau gaya hidup yang mungkin mengarahkan Anda pada kondisi osteopenia, maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan konsultasi ahli untuk pemeriksaan kepadatan tulang.

Tulisan diadaptasi dari “Osteopenia Treatments”.

Iklan

12 pemikiran pada “Peduli Osteopenia

  1. fiya,

    Begitulah, saya sendiri juga merasa kurang menjaga kesehatan tulang selama ini.

    monda,

    Ternyata jadi orang baik di rumah terus juga tidak terlalu baik.

    Suka

  2. Aming,

    Asal jangan sengaja meniru pola spammer seharusnya tidak masalah.

    Pak Aldy,

    Ah, semua ada sisi hitam putihnya, ya dimasukkan saja dulu Pak ke dalam hitungan.

    TuSuda,

    Seperti gaya hidup sehat sudah banyak tertuang di blog Dokter sendiri 🙂 0 saya justru banyak belajar dari situ, lebih aplikatif.

    Suka

  3. TuSuda

    Memasuki usia empat puluh satuan, seperti saya ini semakin beisiko kearah itu. Gaya hidup sehat menjadi kunci utamanya. Terimakasih infonya ya dok… 🙂

    Suka

  4. aming

    iya bener juga yah, wanita paling rentan, istri ku aja sudah ane suruh untuk minum-minuman yg berkalsioum tinggi…

    thanks for sharing

    Suka

  5. Gedgetboi,

    Biasanya kalau sudah usia di atas 30 atau 40-an, biasanya wajar ada keluhan seperti itu. Apalagi kalau masih aktif kerja – misal jadi pegawai negeri – kantoran, jarang dapat paparan sinar matahari pagi, dan jarang berolahraga (kecuali setiap Jumat, kalau ada senam bareng).

    Kalau memang sudah sampai saraf kejepit, solusinya di medis memang dengan bedah/operasi, atau mengandalkan analgesik. Jika menggunakan alternatif, mungkin bisa terbantu dengan chiropractic.

    Kodokz,

    Ya, makanya mulai dari sekarang dijaga kesehatan tulangnya :).

    Mr. Kem,

    Dari statistik memang tampak lebih rentan, tapi bukan berarti semua wanita lebih rentan, atlit wanita dibandingkan pria kantoran mungkin menunjukkan fakta yang berbeda.

    Ha ha, es krim banyak ndak masalah, asal tahu dan sadar resikonya, kegemukan dan diabetes adalah beberapa di antaranya :).

    Suka

  6. Ibu saya kini sedang sakit mas. Ya itu gara-gara masalah Osteo ini … di daerah pinggang (penyangganya) ada kerapuhan. sehingga ada syarafnya yang kejepit…. sudah 2 bulan nich tidak bisa beraktifitas, gara-gara kalau banyak gerak atau menunduk bisa jerit-jerit … mana puasa sebentar lagi …. *lho kok jadi curhat*

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.