Memikirkan Kembali Si Pengguna Ponsel

Disqus memberikan saya cukup banyak waktu untuk membuat kepala saya berasap. Tapi itu toh tidak perlu dikhawatirkan. Saya kali ini ingin melihat sebenarnya bagaimana pola pengaksesan blog ini menggunakan ponsel, seberapa banyak ponsel yang bisa mengakses dengan baik, dan seberapa banyak yang tidak.

Saya pun memutuskan menggunakan layanan analisis trafik kunjungan oleh pengguna mobile phone termutakhir saat ini (yang gratis tentunya) yaitu Percent Mobile. Karena jika hanya mengandalkan Google Analytics bisa-bisa saya malah berurusan dengan statistik yang tidak jelas.

Saya juga memutuskan membuang pengaya WordPress Mobile Edition yang lawas, dan menggantikannya dengan WordPress Mobile Pack yang lebih teratur perawatan dan pembaharuannya oleh pihak pengembang.

Saya bisa melihat bahwa sekitar 19% sampai 20% pengunjung blog ini menggunakan ponsel mereka. Dan dari gambaran berikut:

Tampilan statistik kunjungan via ponsel (klik untuk memperbesar)

Saya bisa tahu bahwa, ada beberapa jenis perangkat ponsel yang cukup sering digunakan. Sekitar 41 % adalah pengguna BlackBerry dari pelbagai tipe, sisanya rata-rata dalam jumlah yang tidak begitu jauh menggunakan Nokia, Generic, Apple, dan Sony Ericson. Dan dari data itu sejumlah besar semuanya adalah ponsel-ponsel dengan kemampuan pengenal bahasa Java yang cukup baik, sehingga seharusnya tidak ada masalah dengan markah Java pada blog ini.

Dalam hati saya, ternyata para pengguna ponsel yang kesasar ke blog ini kebanyakan lebih canggih dari ponsel lawas saya (yang notebene tidak menemukan masalah dengan blog ini). Jadi menurut suara mayoritas, blog ini rasanya tidak mengalami masalah diakses via ponsel.

Jika pengguna Apple iPhone atau BlackBerry protes dengan ekstensi bahasa Java pada blog ini, apa mungkin mereka sendiri tidak secerdas ponsel mereka? He he, no offense. Bahkan jika pun borang komentar tidak dapat diakses, silakan menghubungi admin via surel, toh meninggalkan komentar tidak wajib.

Iklan

20 Comments

  1. artikelnya membantu bli, tapi senin nanti saya mau coba.. soalnya tadi siang bos ada suruh saya cari kek ginian.. scr saya masih awam. kwkw saya o aja.

    Suka

    Balas

  2. mas cahya emang canggih, saya banyak belajar. tapi akhir2 ini sering posting bahasa inggris juga…

    salam hangat mas, lain kali blogku di kritik bagus juga…

    Suka

    Balas

  3. Nandini,

    Kenyamanan kan selalu ditinjau dari dua sisi, kalau yang satu nyaman yang lain tidak, maka akan hadir ketidakseimbangan 😀 (padahal ndak ngerti juga).

    Suka

    Balas

  4. Saya penjunjung tinggi kenyamanan… kalo Bli nyaman dengan disqus, kenapa tidak? 😀
    saya pun menyukai disqus, hanya untuk blog pribadi, saya masih manja dengan bawaan wordpress.. 😛

    Suka

    Balas

  5. Mas Is, perubahan itu adalah bagian dari kehidupan (ciehh…). Duh, saya pernah pakai MITO dulu, 3 in 1, plus TV mobi, habis itu ndak betah, dijual lagi dua hari kemudian setelah beli :D.

    Suka

    Balas

  6. Haah, berubah lagi ternyata. Oh my god 🙂 Nanti saya laporkan kembali deh kalau online via ponsel. Ponsel saya masih pakai Opera Mini versi 4.2 (merk ponselnya MITO 8600). Tidak bisa dibilang canggih sih, wong harganya cuma 600.

    Suka

    Balas

  7. Gadgetboi,

    Opera Mini, mesin prestonya belum sepenuhnya mendukung tipe javascript yang diusung Disqus. Beberapa masalah muncul saat lompat dari satu kolom ke kolom isian berikutnya, harus ditunggu hingga loading halaman sepenuhnya selesai.

    Kecuali kalau pengomentar sudah mendaftar di Disqus, dan akunnya tersinkronisasi dengan cache di Opera Mini, maka mengisi borang komentar cukup sekali ini dan tekan submit saja, sekaligus menghindari galat dari sistem dan jaringan.

    Suka

    Balas

  8. Kodokz,

    Saya bukannya banyak alasan, tapi membalas komentar ini saja saya menggunakan push email di ponsel – ya karena saya tidak bisa setiap saat berada di dekat komputer.

    Tapi cukup-lah hape lawas, yang penting bisa berkirim surel saja :).

    Suka

    Balas

  9. Zizy Damanik,

    Masyarakat kita tidak suka dibilang sebagai masyarakat yang memiliki pola konsumtif tinggi. Tapi kalau kita bercermin, ya – BlackBerry bisa jadi salah satu tandanya :).

    Suka

    Balas

  10. Kalau di Indonesia, hp mahal itu laku keras karena orang cuma lihat gengsinya. Cuma di sini nih pelayan toko pake blackberry, makanya orang bule ke Indonesia heran… mbok di sana mereka pk hp yg biasa2 saja hehee…
    Jadi seperti katamu, mungkin saja memang pengguna hp canggih itu sbnrnya jg tidak sepintar hpnya 🙂

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.