Lemak Ini Buruk Untuk Jantung?

Mungkin Anda sudah pernah dengar tentang trigliserida, dan Anda juga mungkin sudah pernah mendengar bahwa kadar trigliserida dalam darah yang tinggi dapat berdampak buruk.

Tapi apa sebenarnya trigliserida ini? Mengapa dokter anda menggelengkan kepalanya jika hasil pemeriksaan kolesterol anda berkata bahwa kadar trigliserida anda tinggi? Dan apa urusan mereka dengan diabetes dan sekelompok gejala-gejala mengkhawatirkan yang disebut “sindrom metabolik”?

Apa itu trigliserida?

Katakanlah dengan sederhana, trigliserida adalah lemak. Itu dia,  mereka adalah bentuk paling banyak dari cadangan lemak tubuh kita. Jaringan lemak dibentuk dari sel-sel yang diisi dengan trigliserida.

Jadi trigliserida itu buruk kan? Hmm…, mungkin secara umum. Namun faktanya, kita tidak dapat hidup tanpa trigliserida. Dapat dikatakan mereka adalah kecanggihan tubuh manusia dalam menyimpan energi cadangan.

Hingga 100 tahun yang lalu – atau juga sebelumnya, makanan tidaklah berlimpah seperti saat ini, dan manusia lebih banyak membakar kalori dalam kegiatan fisik. Jadi sangat penting untuk memiliki kemampuan menyimpan bahan bakar secara efisien. Untuk satu gramnya, orang bisa mendapatkan energi dua kali lebih banyak dari pencadangan lemak daripada satu atau dua substansi lain (protein & gula) yang dapat kita bakar untuk dijadikan energi.

Namun kini ada banyak makanan di sekeliling kita, kita makan lebih banyak, dan kita tidak melakukan banyak aktivitas fisik sebagaimana orang-orang di era 100 tahun yang lalu atau sebelumnya. Jadi, kebanyakan dari kita, menyimpan lemak dalam jumlah yang signifikan lebih banyak daripada yang kita perlukan – dalam bentuk trigliserida.

Kerusakan dan Diabetes

Apa masalahnya memiliki kadar trigliserida yang tinggi? Jika trigliserida adalah lemak, dan lemak adalah energi, tidakkah kita hanya menumpuk atau menyimpan energi lebih banyak saja? Sayangnya, tubuh kita seringkali tidak mampu menyimpan energi ekstra itu secara efesien – dan kadang sel-sel lemak berlebih itu menarik sel-sel lain yang menyebabkan masalah pada kesehatan anda.

Untuk satu hal, sel-sel lemak cenderung menarik sel-sel peradangan. Dan sel-sel peradangan tertentu, disebut sitokin, mengganggu kemampuan tubuh untuk mengurus gula dan sebagai dampaknya menambah risiko berkembangnya diabetes.

Lemak, dalam bentuk trigliserida, juga cenderung menyusup ke jaringan lainnya, seperti hati dan otot. Ini bisa jadi awal dari jaringan-jaringan tersebut juga turut tidak bisa mengolah gula dengan baik, dan kembali pada peningkatan risiko menjadi diabetes.

Sindrom Metabolik

Trigliserida yang tinggi seringkali dihubungkan dengan sekelompok  kondisi lainnya yang bersama-sama disebut “sindrom metabolik” – sekelompok faktor-faktor risiko bagi penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Termasuk di dalamnya:

  • Obesitas, khususnya jaringan lemak berlebihan di dalam dan di sekitar abdomen/perut.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Peningkatan kadar gula darah (pre-diabetes atau disebut toleransi glukosa terganggu/impaired glucose tolerance).
  • Kadar tinggi protein-protein peradangan di dalam darah.

Trigliserida yang tinggi juga dapat berarti rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL) – si kolesterol baik. Dan pada waktu yang sama, trigliserida dapat membentuk sejenis “paket kombinasi” dengan low-density lipoprotein (LDL) – si kolesterol jahat, mengarah pada lebih banyak pembentukan plak dalam pembuluh arteri jantung anda dan lebih menambah risiko penyakit jantung.

Kenali Kadar Anda

Sebaiknya berapa kadar trigliserida seharusnya? Trigliserida normal berada pada kadar 150 atau di bawahnya. Jika kadarnya melebihi itu, maka dipertimbangkan sebagai suatu masalah:

  • Batas atas tinggi: 150 – 199;
  • Tinggi: 200 – 499;
  • Sangat tinggi: 500.

Apa yang bisa kita lakukan jika kadar trigliserida mencapai batas tingginya? Sebuah jawaban yang amat sederhana dan, bagi banyak orang, amatlah sangat susah: mengurangi berat badan melalui diet dan olahraga.

Jika seseorang berkurangnya 10% berat badannya dan mulai berolahraga setidaknya setengah jam, tiga atau empat kali seminggu, itu sudah bisa mengatasi setengah dari permasalahan. Walau mungkin memang ada predisposisi genetik terlibat di dalamnya, namun tetap saja berat badan berlebih menambah masalah menjadi lebih buruk lagi.

Juga mungkin ada pertanyaan, apa yang sebaiknya dikonsumsi/dimakan? Sebenarnya tidak masalah apa pun yang dimakan atau seberapa banyak pun, yang jadi masalah adalah ketika seseorang makan lebih banyak daripada yang dibakar sebagai energi.

Tapi karena kecenderungan pola konsumsi manusia, maka diet rendah lemak jenuh, kolesterol, dan karbohidrat sederhana disarankan ketika mencoba mengurangi trigliserida yang tinggi. Jika Anda tidak yakin apa yang dimaksud dengan karbohidrat sederhana, maka coba pikirkan makanan yang memiliki kesan “putih”, seperti nasih putih, roti tawar putih, kentang biasa. Makanan ini dicerna dan diubah menjadi gula dengan begitu cepatnya seperti ketika Anda minum soda.

Apa yang Anda perlukan adalah sesuatu yang perlu sedikit lebih banyak waktu untuk dicerna – yang berarti lebih banyak serat. Seperti misalnya brown rice atau di Indonesia disebut beras pecah kulit (beras yang hanya dipecah bagian gabahnya dan masih menyisakan kulit ari beras, berwarna kecoklatan, dan bukan putih bersih).

Jika kadar kolesterol dan trigliserida sangat tinggi, dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan untuk menurunkannya. Pada level yang sangat tinggi, trigliserida bisa jadi begitu buruk di mana seseorang bisa jadi mengalami masalah-masalah kesehatan lainnya seperti pankreatitis, dan obat-obatan sangatlah bermanfaat dalam situasi seperti ini.

Guna mencegah diabetes dan sindrom metabolik, maka kontrol asupan kalori sangat diharapkan. Sebaiknya memang kita tidak mengonsumsi sumber kalori lebih banyak daripada yang akan kita bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Diadaptasi dari “The Trouble with Triglycerides

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Iklan

11 Comments

  1. Iya, lemak jahat ini harus dikendalikan dengan pola konsumsi makanan sehat dan pola aktifitas yang berimbang.
    Salam dari Kendari.. 🙂

    Suka

    Balas

  2. Mbak Nunik,
    Biasanya tidak banyak orang yang kurus mengalami masalah dengan yang ditimbulkan dari pencadangan makanan berlebih, tapi peningkatan trigliserida hampir tidak menimbulkan tanda dan gejala awal, ada baiknya dicek jika tidak yakin :).

    Pak Aldy,
    Ha ha…, sebenarnya saya juga cenderung bisa terserang hal serupa karena pola hidup yang kurang gerak :).

    Itik Bali,
    Padahal di Bali itu lumayan banyak masakan dengan kadar lemak tinggi lho, dan disuguhkan untuk tamu undangan, masa mau dihindari? :D.

    Asop,
    Kedengarannya mudah sih, tapi…, he he, entahlah, mari … :D.

    Suka

    Balas

  3. Saya pernah mengalami toleransi glukosa terganggu/impaired glucose tolerance). dan oleh dokter hanya disarankan olah raga. Sekarang kondisinya sudah baik.

    Suka

    Balas

  4. Kata orang sih saya kurus kering, tapi bukan berarti kadar lemaknya LDLnya rendah kan ya, Dok?

    Terakhir cek sih masih dalam batas normal, lupa angkanya, tapi di tulis baik kok di hasilnya… 🙂

    Suka

    Balas

  5. Mbah Jiwo,

    Tapi kan Mbah cukup fit, jadi masih bisa berolahraga secara rutin.

    Lea,

    Sedot lemak dengan indikasi medis lho, kalau untuk estetis ya mahal. Lebih murah diet dan olahraga lho :).

    Suka

    Balas

  6. Whaaaa…lemak adalah dilema saya!!
    1. jarang amat sekali olahraga
    2. ga bisa brenti ngemil
    3. makan berat dikit aja lsg naik T_T
    4. gemuk adalah salah satu bakat terpendam saya
    *sedot lemak mahal ga sih dok??

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.