Percuma menunggu inisiatif

Sekitar sebelun yang lalu, saya membeli cairan pembersih keramik dan toilet. Saya sengaja menaruhnya di rak toilet setelah saya membersihkan dua kamar mandi dan toilet sampai lumayan bersih. Satu bulan lebih sudah berlalu, apa yang terjadi?

Saya berharap sebenarnya anak-anak kost yang lain, yang notebene sebagian besar adalah warga baru punya inisiatif untuk turut menjaga kebersihan kamar mandi dan toilet. Karena bagaimana pun kamar mandi dan toilet adalah sarana yang digunakan bersama, bukan orang per orang.

Hasilnya apa?

Toilet dan kamar mandi selama saya menunggu inisiatif mereka menjadi tampak kumal, karena ternyata sama sekali ndak ada yang punya inisiatif untuk membersihkannya. Bayangkan tembok menjadi dekil kekuningan, demikian juga dengan jamban, jorok sekali!

Saya tetap berusaha menahan diri, ingin melihat dan sekaligus bertanya-tanya, kok mereka betah ya dengan kondisi seperti itu. Tapi tetap saja, cuek bebek, asal jalan dan asal bisa dipakai, tampaknya tidak ada yang peduli dengan kebersihan kamar mandi dan toilet.

Saya jadi berpikir, apa mereka di rumahnya terbiasa seperti itu ya? Apa keluarganya juga begitu? Padahal saya sudah termasuk kategori orang malas dan orang cuek di rumah saya, tapi ternyata di dunia ini ada lagi yang lebih parah. Bahkan kadang saya kaget setengah mati, mau mandi ternyata air bak mandi penuh dengan kotoran air sabun, ya ampun, apa ada yang habis berendam di sini! Gimana sih cara mereka mandi?

Akhirnya karena tidak tahan akhirnya saya ambil sikat dan bersihkan semua kedua kamar mandi dan toilet, tapi karena sore ini tubuh saya yang masih dalam masa penyembuhan ini sudah terlalu lelah, saya jadinya tidak bisa membersihkan secara optimal. Saya sengaja menyikat keras-keras, agar mereka dengar, tapi rasanya mereka sih ndak punya malu ya (ha ha…, majas hiperbola).

Kangen juga dengan teman-teman kos lama dan para senior, mereka cukup rajin menjaga kebersihan lingkungan kos, apa karena dulu anak-anak kedokteran jadinya lebih menaruh perhatian pada kesehatan lingkungan? Entahlah, tapi saya rasa itu adalah bagian dari karakter seseorang.

Semoga dari mereka ada yang membaca tulisan ini, bukan apa-apa, tapi untuk kebaikan mereka juga di masa mendatang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.