Pemangsa Blogger

Menulis di blog itu payung hukumnya memang agak jelas-jelas redup – terutama dalam bidang hak kekayaan intelektual, mungkin saya mesti bertanya pada Agung Pushandaka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Ini hanya sekadar tulisan iseng saya, jadi anggap saja pelepas penat.

Petang tadi saya sedang menikmati makan malam dengan sayur kangkung dan tempe manis, tidak sengaja menonton salah satu acara televisi populer, jika tidak salah judulnya “On The Spot”. Salah satu bagian acara menunjukkan beberapa kota mati dan sudah tidak berpenghuni lagi di dunia, seperti misalnya Chernobyl yang terkenal dengan bencana nuklirnya pada 26 April 1986 di Ukraina.

Entah mengapa pada saat itu ingatan saya tiba-tiba memanggil ingatan yang menyatakan bahwa apa yang saya saksikan di televisi pernah saya baca di beberapa tulisan blog lainnya. Dan kota-kotanya yang ditampilkan dalam acara itu sangat persis dengan yang ada di beberapa blog tersebut, bahkan narasinya pun mirip-mirip seingat saya. Jadi ketika saya menonton acara itu, seakan-akan saya membaca kembali tulisan blog yang dulu pernah saya baca.

Saya pernah melihat beberapa tulisan blog yang ditulis kembali menjadi buku atau artikel majalah, dan beberapa berakhir dengan sengketa karena masalah penjiplakan tanpa izin. Tapi kalau melihat tulisan blog jadi bagian dari siaran televisi komersial, baru kali ini sih melihatnya.

Tidak tahu apakah pihak rumah produksi sudah “kulo nuwun” atau permisi pada narablog yang tulisan dimasukkan ke siaran televisi, tapi saya hanya merasa aneh, kalau di akhir narasi yang panjang itu diberi penekanan bahwa itu adalah 7 kota mati versi “On The Spot”, lha, memangnya kota mati cuma 7 itu (entahlah), dan itu bukan lagi versi yang pertama kali punya kreativitas untuk menuangkannya di ranah blog? Ini entah mengapa mengingatkan saya pada kasus blog Koran Anak Indonesia dulu yang diserang banyak narablog karena plagiatnya yang keterlaluan.

Lain halnya jika ternyata narablog yang bersangkutan sudah menjual atau memindahkan hak kekayaan intelektualnya atas tulisan itu pada pihak rumah produksi “On The Spot”. Yah, semoga saja begitu.

Ah…, tunggu dulu, kalau ternyata penulis awalnya bukanlah seorang narablog, tapi dia hanya sekadar mencomot dari pelbagai forum di internet bagaimana? Ha ha…, ternyata urusan hak kekayaan intelektual pada sebuah blog itu tidaklah sederhana. Karena sesama narablog pun bisa saling memangsa tulisan tetangganya, apalagi kalau ada predator tulisan dari luar.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Iklan

19 pemikiran pada “Pemangsa Blogger

  1. kalo gak salah, perlindungan terhadap pencipta itu ada tujuh macam

    – hak cipta (copy right) -> karya ilmiah, lagu, karya sastra, dll
    – hak paten (patent) -> segala yang berkaitan dengan teknologi: proses dan
    hasilnya, motif, bentuk rupa, dll
    – merk (trade mark) -> logo, nama

    terus saiia lupa apa lagi… tapi emang ttp susah juga sii buat memantau hal itu apalagi klu kitanya gag di bekali sama pengetahuan lebih mengenai alat2 utk mendeteksi hal tersebut 😦

    Suka

  2. Saya malah kurang begitu suka dengan acara tersebut. Lagu tidak diputar secara utuh, pembawa acara yang agak lebay. Dan yang serba 7 menurut versi acara tersebut, menurut saya juga main ‘comot’ saja. Suka acara MTV yang dulu di siarkan oleh ANTV. Ini saja celoteh dari saya mas Cahya :D.

    Suka

  3. Genial,
    Saya hanya prihatin pada pemangsaan kreativitas, jika masalah hukum, kita serahkan saja pada yang berhak. Itulah mengapa saya memasang “digital fingerprint” pada tulisan di blog ini sejak awal tahun, sebagai syarat menyeret pelaku plagiat ke meja hijau :).

    Mas Agung,
    Terima kasih sudah berbagi celotehnya 🙂 – saya kemarin kebetulan nonton saja, kalau sengaja buat nonton sih ndak pernah :D.

    Mas Adi,
    Jika tidak salah, tulisan blog pun memiliki payung hukum, hanya saja samar-samar bagi saya yang rabun hukum :).

    Goyang Karawang,
    Nah, makanya perlu penilaian kronologis dari setiap peristiwa kan :D.

    Suka

  4. tv nyomot dari blog, lha bloggernya nyomot juga dari sumber lain, sepertinya memang perlu dipertegas ya soal hak kekayaan intelektual terhadap karya tulis dalam blog

    Suka

  5. Adin,
    Ya, seperti itu, jadinya milik bersama, tapi yang punya ide entah terkubur di mana, karena semuanya pada mau mengakui :D.

    Kodokz,
    Ndak apa-apa sih seperti itu, bersimbiosis :D.

    Suka

  6. Saya malah baru tahu kalau ada acara televisi yang bertajuk “on the spot”.

    Kalau urusan mangsa memangsa seperti sudah lazim, tidak ada lagi rasa bersalah bagi mereka yang melakukannya. Bahkan yang mengaku dirinya intelek.

    Suka

  7. Sugeng

    Ceritanya selalu makan memakan ide, tapi syukur tulisanku masih belum ada yang mengexpose dan mem-plagiat i karena memang gak ada bagus2nya 😛
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Suka

  8. Sugeng

    Untungnya tulisanku gak ada bagus2nya sehingga gak kuatir mau di bajak ataupun di plagiat, kalaupun ada dan tersandung masalah seperti ini gak tahu bagaimana akan bersikap.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Suka

  9. bambang haris s

    Kita menyadari bahwa suatu tulisan tidak mungkin murni tanpa referensi, tapi mbok yaw … kalau mengkopas tulisan orang lain, pakai permisi …
    Salam dari blogger newbie

    Suka

  10. Pak Sugeng,
    Sama dong kalau begitu :D.

    Pak Bambang,
    Ha ha…, nah, belakangan ini karena mungkin kurangnya edukasi etik, banyak yang lupa bilang permisi (atau cuma sekadar dalam hati).

    Suka

  11. ya memang susah sih mas melindungi blog kita dari copy paste.. kalau saya sih gpp di copas meskipun kadang diketahui tanpa mencantumkan url sumber. yang penting bukan hasil robot2an atau auto generate content

    Suka

  12. Agung Pushandaka

    Mas Cahya yang budiman, 🙂

    Sejujurnya, saya ndak begitu tau tentang hak kekayaan intelektual (HaKI) secara mendetail. Malah, saya lebih sering terbengong-bengong waktu membaca tulisan anda tentang software gratisan yang begitu menghargai HaKI. Anda justru jauh lebih baik dalam menghargai hak orang di bidang kekayaan intelektual dibandingkan saya. Hehe!

    Saya juga sering bertanya tentang hal-hal berbau HaKI di televisi. Misalnya, On the Spot itu harus ijin dari pencipta/rumah rekaman lagu yang ditayangkan ndak sih? Itu saja saya masih suka bingung kok. Apalagi yang lebih rinci. Hihi!

    Jadi, seharusnya anda bertanya ke orang yang lebih ahli dan berpengalaman lagi. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.