Pterygium

Pterygium didefinisikan sebagai peninggian masa okular sufersial eksternal yang biasanya terbentuk di atas konjungtiva perilimbial (di sekitar limbus) dan meluas ke permukaan kornea. Pterygium terbentuk dari jaringan fibrosa, beberapa dengan gambaran vaskuler yang sangat jelas, dan kadang bisa mengalami peradangan.

Di Indonesia yang melintas di bawah garis khatuliswa, kasus-kasus pterygium cukup sering didapati. Apalagi karena faktor risikonya adalah paparan sinar matahari (UVA & UVB), dan bisa dipengaruhi juga oleh papaparan alergen, iritasi berulang (misal karena debu atau kekeringan).

Pterygium

Tampilan pterygium sangat khas, sehingga sering dikatakan sebagai diagnosis yang absolut (unequivocal finding), dan hanya mememiliki segelintir diagnosis banding – seperti salah satunya adalah pseudopterygium. Gambar di atas (diambil dari centrovisualgyg.com) merupakan contoh invasi pterygium yang sudah mulai mendekati pupil. Gambaran jaringan fibrovaskular khas yang (sebagian besar) berbentuk triangular (segitiga).

Diduga pelbagai faktor risiko menyebabkan terjadinya degenerasi elastotis jaringan kolagen dan proliferasi fibrovaskular. Dan progresivitasnya diduga merupakan hasil dari kelainan lapisan Bowman kornea. Beberapa studi menunjukkan adanya predisposisi genetik untuk kondisi ini.

Seringkali tidak ada gejala spesifik yang dirasakan oleh mereka dengan pterygium, apalagi pada tahap-tahap awal. Jika puncak (apex) sudah memasuki area pupil, maka bisa mengganggu penglihatan, di sini gejala baru pada umumnya dirasakan karena adanya halangan pada aksis visual.

Pada beberapa kasus, gaya tekan terhadap kornea dapat menyebabkan astigmatisme kornea yang parah. Pterygium yang tumbuh secara pasti semakin ke dalam yang juga menyebabkan perlukaan pada jaringan konjungtiva dapat mengganggu gerakan bola mata secara bertahap; pasien akan mengalami pandangan berganda pada abduksi (saat memandang menjauhi aksis tubuh, misal ke kanan atau ke kiri).

Sebagian besar kasus pterygium yang umum biasanya hanya dilakukan obeservasi, intervensi medis dilakukan bila gejala-gejalan gangguan atau kondisi-kondisi di atas muncul. Keluhan-keluhan seperti kemerahan, rasa tidak nyaman (seperti ada yang mengganjal) dan gangguan pada lapang pandang merupakan tanda-tanda perlunya intervensi medis. Tentu saja pterygium bisa dihilangkan dengan alasan kosmetik juga, namun perlu diperhatikan bahwa sisa luka karena operasi bisa jadi pertimbangan yang sama beratnya untuk sisi kosmetik dengan keberadaan pterygium itu sendiri.

Selama masa observasi, terapi dengan obat yang bisa dibeli di apotek secara bebas mungkin dapat membantu. Seperti artificial tears (airmata buatan) untuk mecegah kekeringan mata, dan beberapa yang bersifat menyejukkan mata. Jika terjadi iritasi berulang, kortikosteroid sebagai antiinflmasli dapat dipertimbangkan, hanya saja sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter karena ada beberapa efek samping obat jenis ini pada mata.

Untuk menghilangkan pterygium, dilakukan operasi eksisi, umumnya pasien diberikan anestesi lokal dengan sedasi – jika perlu. Kepala dan badan pterygium diangkat sebanyak mungkin, dan sklera dibiarkan terbuka pada daerah tersebut. Jika terdapat teknologi yang mendukung, kornea kembali dihaluskan dengan diamond reamer atau excimer laser. Terapi selain eksisi biasa dapat menggunakan grafting (pencangkokan) yang berasal dari pasien sendiri (konjungtiva pasien sendiri sebagai auto-graft). Teknik pencangkokan lain bisa menggunakan graft amnion (amniotic membrane transplantation).

Pasca operasi, mata akan diberikan obat antibiotik dan antiinflamasi secara teratur dan ditutup dengan penutup mata. Ini guna mencegah infeksi dan mengurangi peradangan. Sebaiknya dilakukan perawatan yang sangat berhati-hati selama 1 – 2 minggu, hindari pelbagai agen infeksi dan iritasi mengenai daerah mata, seperti debu, air, sinar berlebihan, zat kimia, dan lain sebagainya.

Meski tidak selalu, namun pterygium memiliki kecenderungan kekambuhan, dan ini adalah hal yang wajar. Jika penyebabnya diduga karena penyakit membran Bowman pada kornea, maka keratoplasti dianjurkan untuk mengganti lapisan tersebut. Beberapa menyarankan terapi plakat strontium (90Sr) yang merupakan substansi radioaktif yang berfungsi menekan pertembuhan kembali pembuluh darah yang muncul dengan pertumbuhan kembali pterygium.

Oleh karena terapi pterygium adalah operasi eksisi, maka kemungkinan besar hasilnya adalah baik, jadi bisa dikatakan prognosisinya baik. Namun sebaiknya pasien yang akan menjalani operasi mengetahui, bahwa walaupun sebagian besar pasien menunjukkan prognosis baik pasca operasi, tapi intervensi invasif pada organ mata dapat menimbulkan infeksi, perforasi (tembus) pada bola mata, perdarahaan vitreous, endophthalmitis, robekan retina, atau diploplia (pandangan berganda). Beberapa kasus pasca operasi juga bisa menunjukkan kemerahan dan iritasi yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam periode yang cukup lama (lebih dari sebulan). Tentu saja pasien juga harus tahu tentang risiko kekambuhan, apalagi jika memiliki riwayat penyakit serupa dalam silsilah keluargannya.

Daftar Bacaan
Iklan

7 tanggapan untuk “Pterygium

  1. koq saya jadi merinding bacanya yaaa….
    seberapa parah kalau dibiarkan ? apa bisa menimbulkan kebutaan ?

    di kedua mata saya ada tanda2 pter­ygium itu, tapi ngak pernah saya anggap serius.
    terima kasih sudah berbagi 🙂

    Suka

  2. Pak Aldy,
    Sebagian besar memang terkait usia Pak, biasanya lebih banyak didapatkan pada mereka yang sudah sepuh, dan jarang pada yang lebih muda.

    Idana,
    Pada awalnya sih memang dibiarkan (diobservasi), tapi seiring dengan pertumbuhannya, dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi minor.
    Karena jika dibiarkan, akan menutupi pupil dan mengganggu penglihatan.
    Tapi jika pertumbuhannya tidak hebat, biasanya tidak akan mengganggu. Coba saja dikonsultasikan ke dokter, apakah memang perlu tindakan atau tidak.

    Andre,
    Tergantung, tetes matanya tipe apa. Kalau untuk penyegar saja, dan digunakan sesuai anjuran sih tidak. Justru jika mata dibiarkan terlalu lama kering malah bisa memicu munculnya kondisi ini.
    Ketika bekerja terlalu lama di ruangan ber-AC, saya rasa wajar menetes mata dengan artificial tears sekali dua kali.

    Masyhury,
    Monggo silakan Mas.

    Suka

  3. mlm dokter.. sya yuni dari belitung (bangka belitung) mau tanya dokter
    saya skrg kayak nya lagi kena penyakit ini tapi kondisi bagian yg putih
    nya dari atas bukan bawah… trus kata dokter umum saya kena pterygium..
    sya baru tau kalo sya sakit ini karana kayak nya ada yg mengganjal di
    mata saya kayak belekan gitu dokter.. itu baru sya rasakan dua hari
    ini.. jadi dokter kira2 saya harus minum obat apa ya?? kira2 sya ga
    perlu operasi kan dokter mengingat yg putih nya masih kecil cuma sya
    ngerasa kayak ada belekan aja yg mengganjal jd kayak ga enak aja
    dokter,, kayak kita baru bangun tidur.. dokter tolong info nya ya krana
    di daerah sya tinggal dokter mata ga ada.. saya harus ke jakarta dlu kalau mau berobat ke dokter mata.. tolong ya dokter info nya sya tunggu,, btw ini alamat email sya dokter kalao mau kasih info yuni_angraini87@yahoo.com, trims

    Suka

    1. Selamat Pagi Yuni, pterygium tidak serta merta memerlukan tindakan operasi, apalagi jika ukurannya masih kecil. Ada dua indikasi melakukan tindak operasi pada kasus pterygium, pertama karena indikasi kosmetik – misalnya Pasien tidak nyaman dengan penampilan akibat adanya pterygium. Indikasi yang lain jika pertumbuhan pterygium sudah mengancam daya pandang.
      Sayangnya saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi ini, satu-satu jalan adalah melalui operasi. Namun kadang perlu dijadikan pertimbangan bahwa pterygium memiliki kemungkinan kekambuhan yang tinggi, sehingga tidak jarang mengecewakan bagi pasien dan dokternya jika hal ini terjadi.
      Jadi tidak begitu disarankan melakukan operasi jika ukurannya masih kecil, kecuali jika memunculkan masalah seperti infeksi berulang.
      Untuk kenyamanan, tetes mata yang bersifat artificial tears bisa membantu pada beberapa pasien, namun tidak bisa menyembuhkan tentunya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s