Perspektif Auto Content Blogging

Rasanya banyak narablog dan netter yang sudah mengenal istilah Auto Generated Content (AGC) dan Auto Blogging yang merupakan bagian dari black hat SEO technique paling sering mengecoh pengguna mesin telusur. Tidak hanya pemula, bahkan advance user-pun seringkali terkecoh karena kadang sistem yang digunakan terselubung dengan rapi.

Dalam tulisan “Menipu Pengunjung dengan Auto Content”, dr. Deddy Andaka sudah merinci apa dan bagaimana auto content tersebut. Dari pelbagai perspektif, saya rasa auto blogging tetaplah bukan sesuatu yang baik.

Black hat SEO merupakan sebuah terminologi yang ambigu, tapi rasanya cukup tepat ditempelkan pada penggunaan auto content. Ini berarti mereka yang mencurangi mesin telusur dan menerapkan teknik-teknik di luar panduan resmi serta tidak memedulikan etika dunia maya.

Dari black hat SEO maka akan berkembang menjadi black hat business. Karena sebagian besar apliaksi auto content akhirnya berujung pada urusan duit. Tinggal duduk santai, pundi-pundi uang semakin menumpuk dengan sendirinya. Mengecoh pengunjung dengan informasi tidak nyata di mesin telusur guna mendapatkan keuntungan finansial, tentunya label “penipuan” bukanlah hal yang aneh disematkan pada bisnis seperti ini. Sedemikian hingga membuat banyak orang menjadi geram.

Ketika Anda mencari penginapan murah di Bali untuk acara tamasya backpacking, tapi ternyata pranala di peringkat atas mesin telusur Google justru mengarahkan Anda pada situs tidak jelas yang penuh dengan iklan hotel dan sindikasi pendek tulisan berbagai situs/blog yang berisi kata/tag hotel. Anda tidak menemukan apapun di sana, sementara kerugian anda tidak menemukan apapun justru membuat untung si pemilik situs.

Jadi jika sebuah blog terbentuk dari mesin-mesin auto blogging dengan mekanisme auto pilot-nya. Niscaya rasanya sangat sulit akan bermanfaat bagi pembacanya. Jika blog untuk melakukan scrapping tentang sebuah hotel di Bali, kemudian ada yang memasukkan komentar bertanya, berapa jarak rumah sakit terdekat dari hotel. Pasti-lah yang punya blog tidak akan peduli, bagaimana bisa, ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang tulisan itu sendiri karena bukan milikinya.

Sedemikian hingga, saya rasa narablog selayaknya tidak menggunakan auto blogging. Namun jika Anda suka mencuri apa yang jadi milik orang lain, jika Anda suka menjadi pemilik blog jiplakan dari pemilik tulisan aslinya, jika Anda suka blog atau situs anda berhasil mencuri isi blog orang lain dan tidak lagi menjadi sesuatu yang unik, jika Anda berpikir Anda akan rela mengeluarkan uang untuk mempromosikan produk Anda seperti blog yang dipenuhi oleh auto content, Anda senang situs anda menjadi populer dan paling depan di mesin pencari setelah mencuri dari pelbagai tempat. Ya, jika memang semua itu yang Anda suka, maka auto blogging adalah sesuatu yang pas untuk Anda tanpa perlu memandang etika lagi. Setidaknya itulah yang disampaikan oleh SkyFire dalam tulisan “Auto Blogging”.

Tentu saja ada banyak orang yang membela mati-matian bahwa auto content itu layak. Bahkan mereka ada yang sempat membuat jasa menawarkan pembuatan auto content. Tahukah Anda bahwa jasa pembuatan auto content yang lengkap dengan implementasi black hat SEO bisa membuat Anda merogoh saku sebesar 1,5 juta rupiah? Tentu saja bisnis auto content menjadi sesuatu yang menggiurkan, dan mereka akan mempertahankan mati-matian opini yang mengatakan bahwa auto content itu legal. Tenang saja, Anda tidak perlu berdebat dengan mereka, mereka akan punya banyak waktu untuk mendebat Anda balik, karena tentu saja mereka kan tidak perlu menghabiskan waktu menulis isi blog mereka sendiri. Tapi apapun itu, mencuri & menipu kalau bukan black hat, saya tidak tahu lagi apa namanya.

Para pengguna mesin telusur dan tentunya pihak mesin telusur sendiri sedang memerangi auto content sebagai salah satu tipe spam dan pelanggaran ketentuan layanan pakai. Jika Anda menemukan dan tidak sengaja terjebak dengan blog atau situs seperti ini, jangan buru-buru kabur, laporkan situs ini sehingga di kemudian hari bisa dihapus dari daftar situs yang dilacak mesin pencari. Lengkapnya bisa dibaca di “How to Report Spamming and Violating Blogs” oleh dr. Dani Iswara. Karena jika kita membiarkannya begitu saja, berarti kita turut mendukung keberadaannya.

Jika Anda ingin cara yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan Web of Trust – sebuah pengaya penyaran keamanan dan kepercayaan terhadap suatu situs. Pengaya ini bisa dipasang di pelbagai peramban, antara lain Firefox, Google Chrome, Internet Explorer dan Safari; sedangkan pengguna Opera bisa menggunakan bookmarklet-nya (tapi saya rasa tidak perlu, pengguna Opera biasanya terlalu cerdas untuk bisa terjebak dengan auto content, ha ha…).

Web of Trust akan memberikan Anda tingkat penilaian terhadap sebuah website atau blog berdasarkan pengalaman penggunanya. Jika sudah ada lingkaran merah, maka sebaiknya tidak usah dikunjungi sama sekali, atau Anda akan rugi sendiri.

Mungkin saja auto content membuat orang kecanduan seperti merokok. Tidak hanya merugikan kesehatan sendiri tapi juga kesehatan orang lain, seperti itulah rokok, namun sulit ditolak oleh yang sudah ketagihan. Bisnis auto content bisa memberikan banyak penghasilan, yah setidaknya sampai URL blog tersebut dihilangkan dari mesin telusur karena melakukan penipuan.

Iklan

12 Comments

  1. Bli Dani,

    Lha, kalau sama saya kan lebih senior Bli :).

    Mari kita lihat ke depannya, semoga saja berkembang lebih baik. Dan yang menyalahgunakan semakin sedikit :D.

    Suka

    Balas

  2. Cahya,

    Maaf, saya bukan archer senior.

    Ya dengan dikelola komunitas nonprofit, WordPress dan proyek open source lain mestinya tidak menjadi lebih buruk.

    Suka

    Balas

  3. Bli Dani,

    Wah…, ada archer senior turun gunung nih :D.

    Saya tidak tahu apa WordPress sekarang masih sebaik dulu, karena kan sudah tidak dipegang Automattic lagi – CMIIW.

    Suka

    Balas

  4. Pak Aldy,

    Ya, tentu saja selalu ada perdebatan :). Kalau sebuah blog personal menggunakan auto blogging maka sudah bukan blog yang unique & authentic lagi kan, jadi sudah bukan blog pribadi lagi namanya ;).

    Suka

    Balas

  5. Mas Cahya, dalam kolom komentar blog tersebut juga muncul pertentangan juga kan? apapun alasan dan pertimbangannya, saya tidak setuju penggunaan autoblog untuk blog pribadi.

    Suka

    Balas

  6. Pak Aldy,

    Hal itu masih tetap tidak etis toh. Coba ditengok tulisan menarik oleh Antone Roundy di "Can You Auto-Blog Without Splogging". Saya rasa itu adalah tulisan yang jujur.

    Karena auto-blogging saat ini, termasuk blogger terkemuka secara internasional, sedang berusaha mengetiskannya, dan menekankan adanya unsur usability dalam konten mereka.

    Christin,

    Ya, begitulah perasaan orang-orang yang terkecoh oleh situs dengan auto content.

    Suka

    Balas

  7. Pak Aldy,

    Mungkin kalau untuk yang berita itu istilahnya RSS scrapper, tapi itu pun masih banyak pro dan kontranya.

    Mr. Kem,

    Wah, jangan keseringan Pak, kalau diakumulasi, lumayan juga membuang-buang waktu.

    Suka

    Balas

  8. Auto blog tidak baik diterapkan pada blog-blog personal yang butuh interaksi dengan pembacanya.

    Ndak tahu kalau blog berita atau blog iklan yang tidak membutuh interaksi.

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.