Lomba Internet Sehat yang Sehat?

Beberapa hari belakangan ini saya melihat banyak blog teman-teman saya yang menulis bertemakan internet sehat. Saya pikir pertamanya, kok tumben ada kesadaran tentang Internet sehat, tapi baguslah – pikir saya. Namun kemudian saya menemukan beberapa hal yang mencurigakan, tentu saja rasa ingin tahu saya menjadi tergelitik.

Saya melihat bahwa setiap kata Internet bersambung ke situs resmi Telkom Speedy – salah satu penyedia jasa Internet terbesar di negeri ini. Jadi jika sebuah tulisan tentang internet sehat berisi – misalnya – 20 kata “Internet”, maka akan ada 20 lacak balik (back link) menuju situs Telkom Speedy. Wow, jika ada 100 blog yang berlomba, maka akan ada 2000 lacak balik ke situs Telkom Speedy.

Apa Anda melihat di mana letak masalahnya? Telkom adalah perusahaan besar, rasanya sulit menemukan motif mengapa perlu lacak balik sebanyak itu. Untuk menunjukkan bahwa yang dimaksud memang Telkom Speedy, maka satu pranala balik seharusnya cukup – banyak pranala balik justru bermasalah. Masalah pertama adalah adanya over linking dalam sebuah blog, kalau sesepuh saya bilang, ini buruk untuk pengguna sistem tabbing while browsing, potensial menyulitkan mereka yang menyandang disabilitas, kalau kasarnya dibilang ini tidak manusiawi.

Masalah kedua yang muncul adalah penggunaan over linking seperti ini hanya digunakan dalam teknik black hat SEO guna menaikkan pagerank sebuah situs. Apa iya, Telkom Speedy mau dicap menggunakan metode kotor untuk menaikkan popularitasnya di mesin pencari. Ini pernah saya tulis sebelumnya pada “Splogging & Splogger” tentang spam blog.

Nah, lomba dengan cara seperti ini sudah tidak manusiawi, dan kotor lagi, tapi kok bisa mengambil tema “Internet Sehat”, coba – sehat dari mana?

Internet sehat bukan hanya sekadar wacana, yang pas kita mengibar-ngibarkannya justru membuat polusi di mana-mana. Saya yakin, ide-ide seperti ini dan mereka yang dengan penuh antusias menanggapinya, sebenarnya memiliki maksud & tujuan yang baik. Justru banyak tulisan itu yang luar biasa menurut saya, bahkan saya pun tidak mampu menulis sebaik itu mengenai “Internet Sehat”.

Tapi jika aplikasinya ternyata sangat jauh dari “sehat” dan malah justru sebaliknya, marilah kita bersama merenung, sudahkah kita benar-benar memahami apa itu “Internet Sehat”?

Saya selalu berkata pada diri saya untuk berhati-hati, termasuk saat diminta mengikuti sebuah lomba, saya ingin tahu ada motif apa di baliknya. Jadi saya hampir selalu menolak ikut serta lomba di Internet yang ujung-ujungnya hanya untuk menaikan pagerank situs pengelola – lha kok mau saja jadi korban kapitalis modern.

Saya tidak tahu apa motif orang menulis dalam blognya, namun saya rasa saya sendiri yang ingin menuangkan pikiran saya ke dalam lembar-lembar kosong, maka saya pertama harus terbuka, kritis dan jujur pada pikiran saya sendiri. Saya melihat, hanya dalam kejujuran sebuah keterbukaan dan kebebasan dapat ada, dan hanya dalam kebebasanlah sebuah jiwa dan sikap bisa sehat sepenuhnya.

Saya narablog biasa yang tidak pandai menyembunyikan sesuatu di balik tulisannya – ah, tentu saja termasuk “udang di balik kode” – bahkan walaupun “di balik kode itu ada iPad atau BlackBerry” terbaru. Tulisan saya tidaklah hebat, tulisan saya juga tidak istimewa, namun saya puas seadanya.

Nah, kini saya kembalikan pada sahabat sekalian. Kira-kira sesuaikah lomba-lomba seperti ini (dengan metode seperti ini) mengusung konsep “Internet Sehat”? Menurut saya tidak, tapi siapa tahu saya salah, karena ternyata yang menyelenggarakannya adalah mereka yang sudah memiliki nama di dunia maya seperti Blog Detik, Internet Sehat ORG, dan Telkom Speedy (tidak mungkin di dalam kelompok seperti itu ada yang tidak paham tentang “Internet Sehat”).

Sebagai perbandingan – semoga saya tidak salah membaca ketentuannya – silakan merujuk pada halaman situs yang merujuk adanya lomba tersebut. Gambar-gambar di bawah adalah tampilan situsnya (klik gambar untuk menuju situs).

Saya tidak menentang lomba ini tentunya, tapi seorang narablog yang cerdas, kritis dan berjiwa kemanusiaan – saya rasa perlu berpikir ulang kembali. Ini seperti <sarcasm>membeli kangkung dengan menjual candu</sarcasm>yeah…, I really mean it! – dan apakah kita benar-benar mau melakukannya?

Iklan

21 pemikiran pada “Lomba Internet Sehat yang Sehat?

  1. Agung Pushandaka

    Artinya, peserta lombanya justru pada ndak mengerti tentang internet sehat ya, mas?

    Apalagi yang ndak ikut lomba.. *ngengkes sirah.. 😛

    Suka

    1. Mas Pushandaka,
      Mungkin karena pengertiannya sangat luas, dan saya pun harus mengakui saya sendiri masih banyak belajar, tertutama dari yang pertama kali memberi tanggapan di tulisan ini, he he… Siapa tahu tulisan saya juga keliru kan :).

      Suka

    2. Mas Pushandaka,
      Mungkin karena pengertiannya sangat luas, dan saya pun harus mengakui saya sendiri masih banyak belajar, tertutama dari yang pertama kali memberi tanggapan di tulisan ini, he he… Siapa tahu tulisan saya juga keliru kan :).

      Suka

    1. Neng Ocha,
      Sebenarnya ikut lomba ini tidak masalah, saya malah menyukai ide dan tulisan-tulisan yang diperlombakan. Sebenarnya jika tidak mau termakan aturan lomba, bisa saja sih diakali, misalnya internet hanya disebut sekali, sisanya diganti dengan jargon dunia maya. Nah, saya rasa narablog selayaknya belajar untuk mengikuti lomba sedemikian hingga tidak diperdaya oleh aturan ;).

      Suka

  2. Rismanto

    saya seratus persen setuju dengan anda bung.

    waktu saya lihat ketentuan dari lomba ini, ternyata jumlah comment posting menentukan penilaian. kok rasanya mirip2 kaya acara audisi di tv2 yang banyak2an ngirim sms. rasanya kurang adil aja untuk penulis bermutu yang blognya kalah ngetop dengan peserta yang lain. mungkin sebelum bisa benar2 berangkat ke internet sehat, lomba2 semacam ini yang perlu disehatkan juga.

    salam kenal 🙂

    Suka

        1. Mas Ganda,

          Jika tidak salah saya perhatikan dalam kasus ini, memang ketentuan dari penyelenggaran untuk menempatkan pranala lacak balik pada setiap kata kunci.

          Hasilnya yang ikut serta kan hanya mengikuti standar prosedur operasional lomba.

          Ganda (unregistered) wrote, in response to Cahya:

          Kalau menurut saya, rata-rata sih, begitu. Yang saya temukan ya.

          User's URL: http://gandamanurung.com
          IP address: 202.137.225.11

          Link to comment: http://disq.us/r9hk9

          Suka

  3. Asepsaiba

    Ini namanya hubungan mutualisme yang membutakan… Dengan embel2 hadiah yang lumayan 'wah' untuk sebuah hadiah dari 'hanya' menulis.. Tapi, peserta dibutakan dengan 'dipaksa' menaikkan rank penyelenggara… Yang, saya yakin hhasilnya malah jauh lebih menguntungkan dibanding hadiah2 itu..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.