Waktu-Waktu Sulit

Saya rasa kita semua pernah memiliki dan menghadapi waktu-waktu sulit, saat-saat yang menyusahkan. Gambaran dan bentuknya akan beragam dan berbeda (mungkin) bagi masing-masing orang, namun pukulan itu serupa.

Saya terbaring dalam tekanan FUO yang berkepanjangan, jauh lebih sulit menemukan pangkal masalah daripada melihat titik solusinya. Ya, ini saat-saat yang sulit bagi saya.

Ada sahabat yang tertekan oleh masalah lain, membuat dan berharap segala sesuatunya berakhir saja – itu mungkin terbayang sebagai hal yang lebih baik.

Atau para korban letusan Merapi yang tersebar dalam berbagai area di sekitar saya. Mereka juga menemukan saat-saat sulit yang mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh orang lainnya.

Apapun bentuk dan wujud waktu-waktu yang sulit ini, semuanya memiliki respons yang serupa. Sebuah keterpicuan munculnya harapan baik secara sadar maupun tidak sadar agar waktu berakhir saja.

Perjalanan batin kita dalam menghadapi sebuah masalah hidup menciptakan ruang dan waktu, jika batin kita selalu berkonflik dengan pencitraan masalah yang dihasilkannya, maka waktu akan tampat sulit di sana, dan ruang menjadi menyesakkan.

Satu masalah yang cukup sederhana adalah, batin kita tidak awas saat ia mulai menghadirkan konflik ini di dalam dirinya, sehingga waktu-waktu sulit akan selalu ada bagi batin yang tidak awas.

Iklan

2 pemikiran pada “Waktu-Waktu Sulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.