Tilang Ketika Menggunakan Ponsel

Berita pagi ini saya melihat mulainya pengetatan aplikasi Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terutama tentang larangan penggunaan ponsel selama berkendara atau mengemudi.

Larangan penggunaan ponsel saat berkendara merujuk pada Bagian Keempat: Tata Cara Berlalu Lintas – Paragraf 1 tentang Ketertiban dan Keselamatan, tepatnya pada pasal 106 ayat 1 yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Lha, lalu apa sih hubungannya antara mengemudi dengan wajar dan penuh konsentrasi dengan penggunaan ponsel? Pada penjelasan tentang ayat tersebut dijabarkan sebagai berikut:

Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.

Nah demikianlah penjelasan mengapa penggunaan ponsel bisa dikategorikan termasuk pelanggaran terhadap pasal 106 ayat 1 UU no. 22 Tahun 2009 ini.

Baiklah itu memang dari sisi hukum. Dari sisi ilmu kedokteran sendiri, manusia memang tidak didesain untuk melakukan apa yang disebut “multitasking”, kita bukan komputer yang bisa mengetik dokumen, memutar lagu, mengunduh surel dalam waktu yang bersamaan.

Tentu kita bisa melakukan apa yang disebut “multitasking” secara semu. Misal saat menelepon sebenarnya kita tidak sedang mengemudi, kemudian perhatian kita secara cepat beralih ke kemudi, dan sesaat kembali ke pembicaraan. Hal ini bisa berlangsung secara cepat, seakan-akan kita melakukan dua pekerjaan sekaligus.

Mengemudi adalah kegiatan yang memerlukan konsentrasi, karena menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dan “multitasking” seperti menelepon bisa memecah konsentrasi (Silakan membaca artikel “Top Concentration Killers”).

Jika Anda hendak memanfaatkan kemampuan anda dalam “multitasking”, maka lakukanlah pada kegiatan yang tidak membahayakan jiwa. Misalnya menerima telepon sambil merapikan meja kerja anda di kantor, atau menelepon sambil menyapu halaman. Dan hindari atau bahkan jangan sama sekali menelepon (menggunakan telepon) saat mengemudi.

Bukan karena Anda akan kena tilang karena melanggar UU dengan melakukan ini (dengan denda hingga mencapai Rp 750.000,00), tapi karena kesadaran sendiri bahwa hal ini membahayakan keselamatan anda dan orang lainnya. Jika kesibukan anda memang memaksa mesti menerima telepon ketika berkendara, gunakanlah perangkat pembantu (handsfree) atau minta orang lain mewakili anda dalam menerima telepon, atau berhenti menghentikan kendaraan sejenak untuk menerima telepon.

Iklan

17 Comments

  1. Dari kontroversi UU LLAJ, pasal ini yang paling saya dukung dan tunggu penerapannya. Seharusnya, pengendara yang sambil merokok juga harus ditilang, plus kalau sisa atau abu rokoknya dilempar sembarangan ke jalan, langsung ditangkap saja. 🙂

    Suka

    Balas

      1. Ya, ditegur ndak apa-apa, tapi disertai denda dan hukuman percobaan selama 3 bulan. Jadi kalau dalam 3 bulan perbuatan itu diulangi lagi, tangkap saja. Hihihi!

        Suka

        Balas

        1. Kalau begitu, berarti harus dibuatkan dulu peraturan hukumnya Mas Agung 🙂 – memangnya DPR mau menyetujui aturan seperti itu, he he… 😀

          Suka

    1. Pak Aldy,
      Ndak Pak, ada masalah dengan sinkronisasi dengan antar server, komentar Pak Aldy masih ada di server blog, tapi belum diekspor ke server Disqus bersama beberapa komentar lainnya. Sehingga halaman ini tampak seperti tanpa komentar.

      Suka

      Balas

  2. @ lia:

    Bagaimana ya, kalau masalah sosialisasi mungkin memang kurang. Kita bisa tahu ada undang undang yang mengatur lalu lintas, tapi isinya seperti apa, kita mungkin tidak tahu – atau malas untuk tahu? Entahlah.

    Tapi setidaknya berita televisi sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai penyalur informasi pada masyarakat.

    Suka

    Balas

  3. Saya setuju dengan saksi tilang.

    Menggunakan ponsel saat berkendara bukan hanya membahayakan dirinya sendiri tetapi juga orang lain.

    Kalau sekali lagi saya ditabrak pengendara kendaraan yang sedang menggunakan ponsel, akan saya banting ponselnya :mrgreen:

    Suka

    Balas

    1. Julie,
      Iya, asanya ndak mau juga di UGD nerima pasien KLL karena kecerobohannya pakai ponsel pas mengemudi, sesuatu yang harusnya tidak perlu terjadi. Soalnya fatal sekali akibatnya dan kasihan sekali korban-korbannya.

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.