Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan

Kakiku menapak kembali saat malam berhembus hangat
Pandangku mengabur tertutup selaksa keraguan
Adakah napas juga telah berpaut dengan ketidakberdayaan
Sehingga gita malam tak lagi hinggap hingga ke sudut perhatianku

Awan tipis tergopoh riang
Tak acuh akan akan ego-ego rendah di bawah yang tak mampu menyentuh hatinya
Membawa selapis tipis penghilang dahaga
Yang dikumpulkan bagi segenap semesta

Kupelankan langkah hampaku disambut pelukan suara malam
Yang seketika memecah buram keraguan dengan kidung suka cita
Tubuhku mungkin hanya kosong berbalut lelah
Namun gita alam dengan cepat merasuki celah duli

Seakan hendak terpatahkan angin buluh-buluh merunduk
Dalam kecerahan yang lumbut
Aku melihat napas-napas kehidupan dihantarkan di lengkung rembulan
Kuhirup dan kututup kembali sepasang mata yang letih dan lelah

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.