Bersiap Kembali ke Jogja

Tempat duduk sebuah bus malam kelas ekonomi terasa cukup nyaman bagiku yang memang sedari dulu tidak begitu menyukai perjalanan jauh. Dari Bali (terminal Ubung), hingga sampai di Yogyakarta (daerah Janti) diperlukan waktu rata-rata 16 – 18 jam perjalanan darat, termasuk sekitar 1 jam untuk makan malam dan istirahat.

Terminal memiliki kesibukannya tersendiri. Penumpang yang menunggu antrian atau keberangkatan, berjejal saling tumpang tindih. Tentu saja kita sudah tahu bahwa janganlah berharap terminal bus yang rapi dan bersih, seadanya adalah apa yang bisa kita temukan.

Di mana-mana asap rokok membumbung tinggi, dan aromanya begitu menyengat. Pedangang asong berkeliling dengan matanya yang jeli seakan benih-benih asa meliriknya jua dari kepala-kepala yang jenuh di dalam terminal.

Kadang sesekali melintas peminta-minta yang menggendong anaknya, usianya mungkin sekitar 30-40-an tahun. Pemandangan kontras yang jika melihat seorang nenek yang sudah membungkuk dengan usia di atas 70-an tahun rasanya, matanya yang tua berusaha mencari kaleng dan botol minuman bekas, ia memilih menjadi pemulung daripada peminta-minta mungkin.

Ah, rasanya, ini akan jadi perjalanan panjang.

23 tanggapan untuk “Bersiap Kembali ke Jogja

  1. saya kurang suka perjalanan jauh,
    perjalanan terjauh pernah di alami kurang lebih 12 jam, dari banjarmasin ke dermaga menuju kota baru..cukuplah itu saja perjalanan jauhku

    Suka

  2. Perjalanan 16 – 18 jam itu hampir mirip dengan perjalanan Surabaya – Jakarta, cukup melelahkan apalagi kalau harus bawa anak-anak. Tapi kalau misalnya hanya sendiri atau berdua dengan pacar, ya sangat bisa dinikmati perjalanannya. 😀

    Sekarang, sudah hari Senin, 13 Desember 2010. Berarti sudah nyampek, nih? Siang tadi Malioboro ramai banget sampai ditutup jalannya. Berarti ikut demo juga, Mas Cahya?

    Suka

  3. 16-18 jam?? Lama amat perjalanan Denpasar-Jogja sekarang?

    Dulu saya cuma maksimal cuma 15 jam. Berangkat sore dari Ubung, sampai Jogja jam 6 pagi paling lambat. Seringnya sih sampai Jogja masih gelap. Trus dari Janti ke Pogung naik becak, bayar 10 ribu rupiah.

    Sebenarnya saya ndak tega sama tukang becaknya karena jadi harus “lintas alam” dari Janti ke Pogung. Tapi tukang becaknya sendiri yang meminta dan harganya lebih murah daripada naik taxi.

    Suka

    1. Wah, sekarang lalu lintas semakin padat Mas Pushandaka, jadinya mungkin tidak secepat dulu. Di tahun 2003 masih bisa sekitar 15 jam, tapi sekarang rasanya susah.

      Harga bus sekarang berkisar Rp 200.000,00, dan ongkos taksi (berargo) dari Janti ke Pogung sekitar Rp 30.000,00. Yah, memang sudah tidak sama seperti dulu.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Asop Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.