Perbandingan Antivirus Desember 2010

Apakah masih mencari program antivirus yang baik untuk komputer Anda? Saya sendiri suka menelusuri bagaimana perkembangan antivirus belakangan ini – hanya sekadar hobi sih. Beberapa bulan belakangan ini ada banyak hal yang menarik yang terjadi, hingga terakhir pada laporan menyeluruh keluaran AV-Comparatives dan Faculty of Computer Science and Quality Engineering – University of Innsbruck.

Jika Anda punya cukup dana untuk membeli lisensi program antivirus yang mumpuni, maka setelah apa yang saya ikuti selama ini. Empat program antivirus berbayar yang saya rekomendasikan adalah F-Secure, Symantec, Avira dan Kaspersky. Sebagai catatan Avira di sini bukanlah versi Avira gratis (Free AntiVir) yang cukup banyak digunakan di Indonesia.

Jika Anda memiliki pengalaman yang cukup dalam menangani serangan virus komputer dan pelbagai program yang mencurigakan, maka produk antivirus yang boleh dipertimbangkan (walau tidak sebaik yang saya ajukan sebelumnya) adalah GData, AVG, Panda, avast!, ESET, Trend Micro, dan PC Tools.

Sedangkan yang tidak bisa saya rekomendasikan, walau tidak melarang tentunya untuk digunakan adalah BitDefender, Norman dan KingSoft. Karena kemampuan deteksinya masih di bawah 95%, bahkan ada yang mencapai hanya 80% dari ribuan sampel serangan yang diujicobakan.

Nah, jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk lisensi. Maka program antivirus yang berlisensi gratis adalah pilihan yang baik. Ada banyak sekali saat ini program antivirus gratis, seperti Avira, AVG dan avast! adalah yang paling banyak digunakan saat ini. Microsoft Securit Essential (MSE) adalah sebuah perkembangan yang menakjubkan dari Microsoft, karena sejak diluncurkan banyak yang menduga bahwa ia akan bernasib seperti OneCare. Namun versi antivirus gratis ini dari Microsoft ini menunjukkan bahwa ia mampu sejajar dengan antivirus kelas dunia seperti Kaspersky dan Symantec. Hanya saja sayangnya, di Indonesia belum legal untuk digunakan, artinya tidak dipasarkan untuk negara kita, walau lisensinya gratis. Tapi jika Anda tinggal di negara lain yang merupakan pasarnya, mengapa tidak, ini adalah pilihan yang baik menurut saya.

Anda juga bisa mencoba Cloud Antivirus dari Panda. Melihat induknya yang berbayar yaitu Panda Antivirus mampu mendeteksi sampel serangan hingga 96,7%, maka saya rasa versi gratis ini akan sangat membantu Anda.

Avast sendiri tidak menunjukkan suatu peningkatan yang berarti jika dilihat dari perkembangan antivirus lain. Selama periode Agustus hingga November 2010 dari uji kasus sebanyak 1968 buah, avast gagal pada 70 kasus, dan berhasil menangani 1898 kasus. Bandingkan dengan F-Secure yang hanya kecolongan 22 kasus. Pun demikian, sebagai pengguna tetapnya, saya sama sekali tidak ada masalah serangan virus sampai saat ini.

Karena hal mendasar sebagaimana prinsip optimalisasi antivirus kembali pada pengguna masing-masing. Percuma saja antivirus hebat jika tidak bisa menggunakannya, apalagi mengoptimalisasikannya. Lagi pula belakangan ini, tidak hanya kemampuan sebuah antivirus menangkal serangan virus saja yang menjadi pertimbangan, namun kompatibilitasnya dengan pelbagai program lainnya.

Iklan

4 Comments

    1. AntiVir itu kan versi gratisnya Avira jika saya tidak salah. Bagus kok Dok, sekarang sudah tidak terlalu sering ada laporan false positive lagi seperti dulu. Jadi jika memang ingin menggunakan AntiVir saja tidak masalah DoK :).

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.